Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 110


__ADS_3

" Dion kita temui istriku sekarang" kata Edar, meninggalkan ruang rapat membuat mereka bertanya. Sebelum itu Dion menyuruh mereka untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.


" Nona sebaiknya pergi dari sini" kata Bodygoard mencoba menarik Dilla. Dilla terus memberontak dan terus menghasut Luna.


" Hentikan" teriak Edar, datang bersama Dion.Betapa terkejutnya melihat istrinya dan putrinya menangis. " Sayang kenapa menangis apa dia melukaimu?" Edar, menghapus air mata Luna tapi Luna malah menjauhkan tangan Edar darinya.


" Jangan sentuh aku" kata Luna, masih menangis dan memeluk putrinya. Dion teringat akan sikembar dia mengirim pada Cinta untuk menjemput sikembar dan mengajak mereka bermain dulu.


" Hahaha, Edar lihat istrimu membencimu" kata Dilla, tertawa keras tapi dia terus memberontak. " Kau tutup mulutnya" kata Edar, pada karyawannya. saking takutnya dia mengambil sapu tangan untuk menutup mulut Dilla.


"mmm" Dilla menggelengkan kepalanya bodygoard mendudukannya dikursi dan mengikatnya.


" Sayang percayalah pada mas, mas tidak akan mengkhianatimu, mas sangat mencintaimu dan anak kita" kata Edar, yang menangis. Luna melihat mata suaminya tidak ada kebohongan dari matanya.

__ADS_1


Para karyawan merasa menonton drama mereka tidak menyangka akan melihat bos mereka yang biasanya dingin sekarang frustasi terhadap istri tercintanya mereka merasa kagum dengan dosok Luna


" Maaf mas Luna sudah tidak percaya bahkan percaya padanya, Luna takut jika yang dikatakannya benar.Mas akan meninggalkan kami karena kondisi Luna seperti ini" kata Luna, memeluk Edar. Memang Edar berjongkok di depan Luna. Anin memukul pipi Edar karena dia berada diantara orangtuanya.


" Maaf daddy sayang pasti kamu sedih melohat keadaan mommymu, daddy janji itu takkan terjadi lagi" kata Edar, mencium pipi temben putrinya.


" Sayang kok kalian mau kesini tidak memberitahu mas?" Edar, mengelus hijab Luna. Luna memajukan bibirnya karena kesal.


" Ini bibir kenapa maju mau dicium" goda Edar. Luna mencubit perut suaminya. " Hsbisnya mas tidak mengangkat telepon dari mommy, Luna membawa makan siang tapi sekarang" kata Luna sedih melihat kotak nasinya sudah jatuh karena bodygoard menghalangi Dilla.


Edar menghampiri Dilla yang gemetaran ketakutan. " Ternyata kau berani juga bahkan tidak takut pada ancamanku, kalian berdua bawa dia ke tempat biasa" kata Edar. menatap tajam pada Dilla.


" Tuan Edar tolong ampuni saya" teriak Dilla, dibawa dengan mobil ke tempat markas Edar. Edar membawa Luna ke ruangannya sedangkan Dion membereskan kejadian tadi .

__ADS_1


Sekolah


Jam pulang sekolah yang beebunyi sikembar menunggu jemputan di depan kelasnya.


" Aidyen kok daddy lama menjemput kita?" Alfatih, sedang merapikan tasnya. " Mungkin daddy sibuk kita tunggu disini" kata Aidyen.


Sikembar asyik bermain di aipotnya tak berselang lama masuklah mobil dan berhenti di depan kelasnya.


" Ai bukankah itu mobil aunty cinta kok aunty yang jemput kita " kata Alfatih cemberut. Cinta keluar dari mobil lari secara terburu dan melihat sikembar duduk berdua di depan kelasnya, Cinta menghela nafasnya merasa lega.


" Sayang maaf aunty lama tadi aunty ada pasien " kata Cinta. " Kok aunty yang jemput bukannya daddy" kata Alfatih yang cemberut.


Cinta tersenyum ." Sayangnya aunty ini tadi om Dion menghubungi aunty katanya mommy kalian datang ke perusahaan, terus ada masalah sedikit" kata Cinta, dia tidakbisa berbohong pada mereka.

__ADS_1


" Tuhkan mommy curang masa ke kantor daddy tidak mengajak kita" kata Alfatih. " Gimana kalau kita ke kantor daddy soalnya aunty menemui om Dion, tapi sebelum itu kita ke swalayan dulu membeli makanan ringan" kata Cinta.


Sikembar menanggukan kepalanya mereka pergi ke swalayan yang tidak jauh dari sekolah, mereka membeli makanan ringan dan minumantidak lupa untuk Anindira.


__ADS_2