
Farah Hospital
Edar mengantar Luna ke rumah sakit setelah mengantar putra kembarnya ke sekolah, Vino senantiasa mengawal Luna. Mereka sudah sampai di rumah sakit, Vino membuka pintu untuk majikannya.
" Mas, Luna keluar dulu nanti kita makan siang bersama" kata Luna, tersenyum dan menyalami tangan Edar.
" Nanti mas jemput ya sayang, kita bersama ke restoran" ucap Edar. " Baik mas nsnti Luna sampaikan pada yabg lainnya, baiklah mas Luna masuk dulu" kata Luna. Edar mencium kening dan membelai pipi Luna dengan kasih sayang.
" Vino tolong jaga istriku" kata Edar. " Baik tuan muda" seru Vino. Edar melanjutkan perjalanan ke kantornya.
" Akhirnya bisa kembali lagi ke sini" kata Luna, dengan bahagia. " Selamat datang kembali dokter Luna" teriak teman kerjanya, mereka bersorak kedatangan Luna.
" Dokter Luna, saya tidak sabar lagi agar dapat bekerja sama lagi dengan dokter Luna" ucap suster Ayu, merupakan rekan kerjanya selama ini.
Luna tersenyum dan membalas pelukan dari suster Ayu, semua dokter dan suster memberi selamat pada Luna.
" Luna kami bahagia sekali akhirnya kita dapat praktek bersama di rumah sakit" kata Ayu, memeluk Luna.
" Ayo kita ke ruanganmu, kita bisa mengobrol sebentar sebelum jam praktek di mulai" kata Cinta. Mereka menuju ruangan Luna, Vino senantiasa mengikuti dari belakang.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan Luna mereka mengobrol ringan tidak lupa Luna mengatakan, nanti makan siang bersama para suami di restoran.
Di parkiran rumah sakit sudah ada mobil mbw hitam melihat arah rumah sakit, sambil memperhatikan keadaan sekitar rumah sakit.
" Luna aku tak sabar melihat reaksimu kedatanganku" kata Nandhu, memukul stir mobil.Abhimana menatap bingung ke arah Nandhu kapan dia akan menemui Luna.
" Abhi, kamu membawa senjata yang biasa kamu bawa? " Nandhu. " Untuk apa" kata Abhimana, penuh dengan tanda tanya.
Abhimana memberikan senjatanya pada Nandhu merupakan pisau kecil.
" Apa yang kamu lakukan, Nabdhu" kata Abhimana, melihat Nandhu melukai tangannya. Nandhu tersenyum.
Nandhu keluar dari mobil sambil memegang tangannya, dia melirik Luna yang sedabg bicara dengan suster.
" Inilah saatnya Luna" kata Nandhu, tersenyum smirk ke arah Luna. Nandhu dan Abhimana mengikuti Luna ke ruangannya.
" Dokter tolong bantu teman saya" kata Abhimana, memanggil Luna, sebelum Luna masuk dalam ruangannya.
Ketika dia membalikan badannya terkejut melihat Nandhu yang merupakan seniornya di kampus, pada saat itu Luna memperlajari dunia fashion.
__ADS_1
" Kak Nandhu" kata Luna, terkejut melihat Nandhu yang tersenyum padanya. " Bukankah kak di jepang itu yang Luna dengar" kata Luna.
" Benar kak selama ini tinggal di jepang, kak kesini ada urusan bisnis" kata Nandhu, menatap Luna dengan kagum.
" Nona maaf tolong obati tangan teman saya" kata Abhimana, potong pembicaraan mereka. Luna tersenyum tipis.
" Mari kak kita obati di dalam ruangan Luna, suster tolong persiapkan alatnya" kata Luna. " Baik dokter" kata Suster Ayu.
Luna mengobati luka Nandhu dengan hatu-hati karena lukanya cukup dalam dan mendapatkan beberapa jahitan.
" Ayu bukannya itu kak Nandhu senior kita di kampus " kata Cinta, mereka melihat kedatangan Nandhu dari kejauhan.
" Menurutmu kenapa kak Nandhu ke sini?" Cinta, menatap Nandhu dengan selidiknya. " Mungkin ada urusan bisnis" kata Ayu, tanpa ada rasa curiga.
" Tapi aku merasa ada yang lainnya, kenapa harus Luna yang mengobati lukanya, bukankah tadi banyak dokter yang lewat" kata Cinta, dengan curiga.
" Kamu tahu sendirikan sewaktu kita kuliah kak Nandhu sangat memperhatikan Luna" kata Cinta. " Mendengar perkataanmu aku jadi takut Cinta, sebaiknya kita minta Luna agar berhati" kata Ayu.
Cinta menanggukan kepalanya kemudian mereka dipanggil oleh suster ada pasien darurat.
__ADS_1