Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 86


__ADS_3

Tak terasa sudah lima bulan usia kandungan Luna sedangkan Ayu sudah memasuki dua bulan usianya, meski keadaan aman tapi Edar tudak mau terulang lagi ada mata- mata yang berhasil memasuki keluarganya.


Jerman tepatnya apartemen Shinta, sudah dua bulan ini Shinta da Yuni mencari keberadaan Luna tapi belum juga ada titik terangnya. Bahkan mereka mengikuti orangtua Edar kemana pun.


Untuk menjalin komunikasi dahulu, biarlah dia sendiri yang memberi kabar terhadap orangtuanya.


Luna yang sudah hamil besar sering merasa lelah jika berjalan jauh, sikembar sangat menjaga mommynya bahkan mereka sangat protektif terhadap dirinya.


Gilang pun begitu menjaga Ayu walau mengalami ngidam yang aneh menurutnya, pernah sekali Ayu meminta Gilang agar tidur di luar karena bau badan.


Cinta terus berharap agar segera menyusul sahabatnya merasakan hal yang sama, saat ini Cinta sedang menemani si kembar bermain di taman.


" kok aku ingin rujak ya?" Cinta, sambil merenung." Aunty kenapa?" Aidyen, memanggil cinta tapi yang di panggil hanya diam.


Mereka terus memanggil Cinta bahkan menggoyangkan lengannya, cinta masih diam .


" Al cepat panggil om Dion, bilang aunty Cinta sakit" kata Aidyen, duduk disamping Cinta. Alfatih segera mencari keberadaan Dion bahkan bertanya pada penjaga.


" Al mencari siapa?" Ayu, sedang menikmati susu ibu hamil. " Aunty Al mencari om Dion" kata Alfatih. Gilang menemui Ayu sambil membawa makanan dan mendengar ucapkan Alfatih.


" Om Dion ada di depan, Al " kata Gilang, memberikan makanan ke Ayu. " Terima kasih om Gilang" ucap Alfatih, Berlarian menuju pintu depan.

__ADS_1


Ayu dan Gilang menggelengkan kepalanya, Gilang menyuapi Ayu karena permintaan calon anaknya.


" Om Dion dari mana saja sih dari tadi Al nyariin" kata Al dengan juteknya. Dion menghentikan pembicaraannya dan meminta pengawal kembali pada tempatnya.


" Tuan muda ada yang bisa saya bantu" kata Dion. " Bukan Al om tapi aunty Cinta sakit di taman, dari tadi kami memanggilnya tapi hanya diam" kata Alfatih.


Dion menjadi khawatir terhadap Cinta dan meninggalkan Alfatih sendirian.


" Ih om Dion mengapa tinggalin Al sendirian" kata alfatih dengan kesalnya menghentakan kakinya. Luna dan Edar yang baru saja turun menatap heran putranya yang lagi kesal.


" Sayang ayo kita duduk di sini" kata Edar. Luna dengan pelan duduk di dekat Ayu yang juga berada disana.


" Putra daddy satu ini kenapa, siapa yang membuatmu kesal" kata Edar. " Om Dion itu daddy masa meninggalkan Al sendirian" kata Al fatih.


" Iya kak tadi Gilang juga melihat Dion terlihat cemas setelah Al menemuinya" kata Gilang. " Apa terjadi sesuatu dengan Cinta" kata Ayu.


" Mommy, tadi kami bermain di taman terus aunty terlihat sakit, kami panggil tapi aunty hanya diam saja, mom" kata Alfatih.


Setelah mendengar ucapkan Alfatih Luna dan Ayu menjadi khawatir terhadap Cinta.Tak lama Dion masuk dengan wajah yang frustasi dan Cinta berjalan dengan Aidyen.


" Apa yang terjadi dengan wajahmu Dion " kata Gilang. Dion menghela nafasnya.Cinta hanya santainya duduk disamping Dion.

__ADS_1


" Tuan Cinta menginginkan rujak, dan saya sudah meminta pelayan untuk membuatnya tapi dia menolaknya" kata Dion, mengusap wajahnya.


" Terus dia maunya gimana?" Gilang, menatap Dion sambil mengerut keningnya.


" Tuan maaf Cinta menginginkan aku yang membuatnya" kata Dion. Ayu dan Luna saling melirik.


" Cinta kamu sudah datang bulan?" Luna. Cinta menatap heran sahabatnya. " Kalau tidak salah bulan ini datang bulannya belum datang" kata Cinta, membesarkan matanya.


" Dion cepat beli alat tes kehamilan di apotek" kata Luna dengan semangatnya. Dion sangat bingung dengan ini.


" Dion cepat perginya dan kamu mas temani sana" kata Ayu pada Gilang. Gilang yang masih saja heran dengan ini hanya menuruti untuk menemani Dion.


Cinta merasa terharu apakah harapannya akan terwujud memiliki seorang anak. Tak lama Dion dan Gilang kembali membawa alat yang dimaksud.


Luna dan Ayu menemani Cinta di kamar mandi sedangkan lainnya hanya menunggu di luar." Cinta bagaimana hasilnya" seru Ayu.


" Aku belum membukanya mas Dion harus mengetahuinya" kata Cinta dengan cemasnya. Mereka turun dan menemui mereka di bawah.


" Mas, Cinta ingin menunjukan sesuatu" kata Cinta memberikannya pada Dion. Dion menatap alat tersebut ada dua garis merah terlihat.


" Selamat Dion akhirnya kalian mengusul kami" kata Gilang .Dion menatap heran sedangkan Cinta sudah terharu dengan mengelus perutnya.

__ADS_1


" Mas Cinta hamil" kata Cinta, dengan lirihnya dan memeluk Dion. Dion terkejut dan bahagia dengan kabar ini.


Mereka bersyukur karena impian mereka terwujud meski harus menunggu waktu yang lama.


__ADS_2