
" Jauhkan tanganmu" kata Edar yang sudah berada di belakang Nandhu dengan tangannya berdekap di dadanya. Nandhu tersenyum sinis karena Edar berhasil menghentikannya.
" Maaf tuan Edar ada masalah apa? " Nandhu, pura tidak tahu yang dimaksud oleh Edar. Edar menatap tajam pada Nandhu dan melihat sekilas istrinya yang ketakutan dalam mobil walau dia tak melihat secara jelas tapi Edar tahu bahwa Luna ketakutan.
" Saya ingin tahu ada apa anda kesini? " Edar, ada rasa curiga dari Edar melihat sikap Nandhu yang tenang, apa dia tak melihat terjadinya pertarungan tak jauh dari mereka.
" Begini tuan saya ada urusan tak jauh dari sini dan saya melihat ada mobil berhenti di tempat tak seharusnya jadi saya ingin memeriksanya" kata Nandhu dengan senyum.
Edar hanya diam sambil melihat gerak gerik Nandhu yang mencurigakan.
Vino mengalami kesulitan melawan musuhnya dia hampir terdesak kareba musuhnya sempat melukai perutnya.
" Aduh ternyata mereka tangguh juga" kata Vino menahan kesakitan bagian perutnya. salah satu pihak musuh inilah saatnya melumpuhkan Vino. Ketika dia akan melukai Vino dari belakang ada seorang yang menendangnya hingga jatuh.
Vino merasakan ada yang jatuh di sampingnya dia merasa heran melihat lawannya kesakitan.
__ADS_1
" Vino, kamu tidak apa-apa kata Dion yang betada di sampingnya. Vino berdiri sambil menahan rasa sakit dengan senyuman.
" Uh untung kau segera datang Dion mereka tak dapat diremehkan dan sepertinya mereka sangat terlatih, dimana tuan Edar? " Vino tak melihat Edar.
" Tuan menemui nyonya " kata Dion, Vino merasa lega hingga dia bisa fokus pada musuh di hadapannya. Dion dan Vino bersama melawan lawannya yang menurut mereka tak dapat diremehkan.
Dari kejauhan Zidan masih sibuk dengan mengawasi CCTV. " Syukurlah tuan Edar darang sebaiknya aku memberitahunya bahwa orang itu berbahaya" kata Zidan.
Edar masih bersama Nandhu terdengar suara HP berbunyi.
" Halo Zidan apa yang kau ingin katalan" kata Edar, merasa heran karena Zidan menghubunginya saat ini.
" Tuan sata ingin katakan sesuatu orang yang bersama anda itu berhatilah terhadapnya" kata Zidan.
" Ada apa dengannya? " Edar mersa bingung. " Tuan saya melihat dari CCTV ada mobil yang mengawasi sari tadi dan orang itu keluar dari mobil itu. Dia berjalan menuju tempat nyonya berada" kata Zudan.
__ADS_1
" Terima kasih Zidan sekaeang dia akan menjadi urusanku, sekarang kemarilah aku tahu kau tak jauh dari sini dan bantu Vino dan Dion" kata Edar, menatap Nandhu dengan tajam.
Mereka menutup panggilannya Zidan merasa sebagai karena Edar memintanya bermain bersama Vino dan Dion.
Nandhu merasa bahwa Edar sudah mengetahui siapa dia dan tujuannya, tanpa menunggu lama Nandhu membuka pintu dan menarik Luna secara kasar.
Luna yang terjejut tangannya ditarik oleh Nandhu tanpa sengaja dia melepas pelukannya pada Anindira hingga tanganya terangkat atas sampai Anindira terlempar dari tangannya.
" Anindira" teriak Luna, menutup mmulutnya dengan tangannya yang tidak di pegang oleh Nandhu.
Edar terkejut dengan teriakan istrinya meneriaki putrinya, dia melihat putrinya yang terlempar dan hampir saja jatuh dengan sigap Edar menangkap putrinya.
Edar melihat keadaan putrinya dengan tegang dia periksa seluruh tubuh Anindira, dia bersyukur karena putrinya tidak ada yang terluka.
" Anindira" teriak Luna sambil menangis , ketika dia akan ke tempat putrinya tangannya di tarik oleh Nandhu hingga dia berada di pelukannya.
__ADS_1
" Sayang"