
Edar tidak menyangka mendapat hadiah dari istrinya meski hanya sebuah dasi.
" Sayang ini indah sekali" kata Edar, ketika Luna memasang dasi ke Edar. " Kapan kalian membelinya, bukankah jarak dari rumah ke Perusahaan tidak terlalu jauh. Seharusnya kalian belum datang" kata Edar.
Mengingat jarak mall ke perusahaannya cukup jauh. " Tuan sebelum kesini Luna sempat menjahit dasi itu untuk anda selama dua jam" kata Cinta, menaikan alisnya ke Luna.
" Cinta kok di bilang" kata Luna, terlihat kesal. " Sayang, mas sudah bilang kakimu baru saja sembuh jangan bekerja berat dulu" kata Edar.
" Maaf mas" kata Luna. Edar kembali memeluk Luna." Nanana" Edar tersenyum mendengar putrinya.
" Aduh putri daddy sudah belajar berceloteh " dengan Gemesnya Edar mencium wajah Anindira. Anindira tertawa dengan tangan mungilnya memukul wajah Edar.
" Tuan sudah waktunya" kata Dion, mendapat kabar dari Gilang bahwa dokter sudah menunggu. " Baiklah ayo kita ke Rumah sakit, kita harus memeriksa kakimu, sayang. Dan putri daddy biar di gendong" kata Edar.
__ADS_1
Dion meletakan putranya ke kereta bayi milik Anindira karena putranya tadi di gendong oleh Cinta.
" Mira aku ke rumah sakit tolong jika ada tamu atau yang lainnya tolong kamu urus, jika itu mendesak suruh datang besok" kata Edar.
" Baik tuan" kata Mira. Luna dan Cinta senyum pada Mira sedangkan Edar dan Dion dengan dinginnya.
" Tuan Edar dan tuan Dion beruntung mendapatkan istri seperti nyonya Luna dan nona Dewi" seru Mira.Melanjutkan pekerjaannya.
Para karyawan merasa kagumn karena Edar menggendong putri cantiknya dengan lembut. Mobil yang membawa mereka menuju rumah sakit.
Farah Hospital
" Sayang ayo duduk" kata Edar. " Ha" Luna terkejut, Gilang dan Ayu sudah menahan tertawanya, Cinta hanya tersenyum melihatnya.
" Sayang " kata Edar. Luna mengalah dan duduk di kursi roda mereka menuju ke ruang dokter spesialis syaraf.
__ADS_1
" Silahkan masuk tuan, dokter Luna" kata suster. " Terima kasih" ucap Luna.
" Tuan, dokter silahkan duduk, selamat dok atas kesembuhannya" kata dokter Ria. Tuan, dok Luna, Dokter Gilang sudah menjelaskan semuanya, mari kita periksa syaraf otot kaki anda" kata Dokter Ria.
Luna melakukan berbagai tes untuk mengetahui bahwa kesembuhannya berhasil atau terdapat penyakit lainnya.
" Selamat dokter tidak ada yang perlu di cemaskan karena anda sudah sembuh total, tapi belum boleh beraktivitas berat takutnya kaki anda akan kelelahan" kata Dokter Ria.
" Dokter, apa saya sudah boleh bekerja" kata Luna. " Sayang" kata Edar, menggelengkan kepalanya. Dokter Ria tersenyum melihat keprosesif Edar.
" Jika Dokter sudah ingin bekerja ku rasa baik- baik saja, asal jangan membiarkan kaki anda kelelahan" kata Dokter Ria.
" Terima kasih dokter saya sudah lama tidak ke butik dan praktek ke rumah sakit" kata Luna." Kami akan menunggu anda dokter Luna kembali praktek di rumah sakit ini" kata Dokter Ria, menyalami Luna.
Edar hanya menghela nafasnya dia tidak tega melarang istrinya kembali bekerja, karena istrinya sangat antusias.
__ADS_1
" Sepertinya bodugoard untuk istriku ini harus ceoat" Guman Edar. " Mas ayo mereka sudah menunggu kita, mari dokter" kata Luna.
Setelah mengucapkan terima kasih Luna dan Edar menuju kantin rumah sakit menemui sahabatnya, para dokter, suster menyapa Luna dan bertanya kapan mulai praktek kembali.