
Mendengar penjelasan Dion mereka sedikit tenang karena Anindira sudah pulang dengan selamat, sekarang mereka berdoa untuk keselamatan Luna dan Edar.
" Sayang babtu mas untuk memeriksa Anindira" Ajak Gilang, Ayu dan mommy Farah membawa Anindira ke kamar Edar agar dapat diperiksa mereka takut ada luka sikembar pun mengikuti saei belakang.
" Mas ayo Cinta obati lukanya" kata Cinta mengkhawatirkan Dion ksrena wajahnya terdapat luka lemban.
" Sayang tidak usah mas harus ke tempat tuan Edar, mungkin mereka memerlukan babtuan mas nantinya" kata Dion, mengingat kejadian sevelum dia pergi.
Cinta mencoba menghentikan Dion tapi tuan Prabu melarangnya, Cinta memberikan kotak obat pada suaminya agar mengobati lukanya.
Dion pergi menuju ke lokasi Edar berada sebelum pergi dia sempat menghubungi anak buahnya.
Di lokasi Edar
Suasana semakin mencengkram karena Nandhu menjadikan tahanannya membuat Edar khawatir.
" Bagaumaba tuan Edar, kau berhasil menyelamatkan putrimu rapi belum tentu kau berhasil menyelamatkan dia" kata Nandhu, meletakan senjata tepat di wajah Luna.
Membuat luna pucat ketakutan karena senjata tepat dibawah matanya.
__ADS_1
" Nandhu" teriak Edar. " Ha, ha, ha Luna luhat suamimu sangat mencintaimu, tapi aku lebih mencintaimu" tekan Nandhu. Membuat Luna semakin ketakutan.
Zidan dan Vino saling memberi kode itu membuat Abimana semakin waspada.
" Nandhu ayo ceoat masuk ke mobil keadaan tak aman" kata Abimana. Nandhu menoleh ke Abi dan menanggukan kepalanya.
Ketika Nandhu membuka pintu dia ditendang oleh Zidan hingga tangannya terlepas dari Luna dan itu kesempatan bagi Edar dia tarik Luna dalam pelukannya.
" Sayang, kamu tak kenapakan" kata Edae dengan lirihnya, memeriksa tubuh Luna dan kemudian memeluknya.
Luna merasakan nyaman dia tahu bahwa ini wangi tubuh suaminya dia mempererat pelukannya.
" Mas Luna takut" dengan gemetaran Luna memeluk Edar, Edar mengelus punggungnya. Taklama Dion datang bersamaan dengan dengan anak buahnya.
Dion menanggukan kepalanya. " Sayang, kamu bersama Dion ya tunggu mas dalam mobil" kata Edar mengelus pipi Luna yang pucat itu.
Awalnya Luna tak mau tapi dibujuk oleh Edar, akhirbya Luna masuk ke mobil Dion.Dion beserta anak buahnya berdiri di dekat Luna mereka harus waspada.
Zidan dan Vino melawan Abimana ketika akan masuk ke dalam mobil Vino semoat menarik Abimana.
__ADS_1
" Sekarang tunggal kita berdua Edar dan aku pasti berhasil membawa Luna menjauh dari mu" kata Nandhu.
" Jangan harap kau berhasil membawa istriku, sebelum itu akan ku habisi kau" kata Edar. Nandhu tersenyum tanpa takut dia melawan Edar.
Terjadilah pertarungan mereka bertarung tanpa berhenti sebelum salah satunya kalah.
" Vino sepertinya dia hebat juga" kata Zidan, menghapus darah di bibirnya. " Terus apa kau menyerah sekarang" kata Vino, mengejek temannya.
" Itu tak lucu ini sangat seru karena dia lawan yang seimbang dan aku takkan menyerah begitu juga" kata Zidan.
" Mereka hebat juga pantas saja tak ada yang berani mencelakai Edar, karena orang sekitarnya sangat tangguh" guman Abimana yang sudah merada kelelahan.
" Aku harus menyelesaikan pertarungan ini dan membantu Nandhu" guman Abimana melihat sekilas Nandhu yang mulai terdesak.
Brug
Zidan menendang perut Abi sehingga mengeluarkan darah dalam perutnya, dia menahan rasa sakit pada perutnya.
" Tuan jangan lengah fokus saja pada pertarungan kita" seru Vino. Abimana kembali berdiri dan melanjutkan pertarungannya.
__ADS_1
Akhirnya Zidan dan Vino berhasil mengalahkan Nandhu.
Dor