Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 93


__ADS_3

Setelah memberi pelajaran pada Shinta, Dion segera ke ruangan cinta karena mendapat kabar bahwa istrinya sudah sadar. Brak


Pintu terbuka terlihat dokter sedang mrmeriksa Cinta, Dion tersenyum melihat istrinya yang sudah bangun.


" Dokter bagaimana keadaannya dan calon anak kami ?" kata Dion. " Keadaan mereka sehat tapi nona Cinta harus memperbanyak istirahat dan jangan terlalu lelah dulu. Baiklah saya permisi masih banyak pasien yang saya periksa" kata Dokter.


Dion menanggukan kepalanya sedangkan Cinta tersenyu dan mengelus perutnya.


" Mas" seru Cinta, sambil mengulurkan tangannya, Dion mendekat dan mencium kening Cinta. " Terima kasih sayang kamu tidak kenapa?" kata Dion.


" Aduh" seru Cinta. " Kenapa sayang mas panggil dokter" kata Dion. " Mas" Cinta menghentikan gerakan Dion.


" Cinta hanya pusing sedikit, mas bagaimanan keadaan yang lainnya" kata Cinta khawatir. Awalnya Dion belum mau menceritakan keadaan Luna tapi Cinta terus mendesak.


Akhirnya Dion menceritakan keadaan Luna dan putrinya yang baru lahir.


"Astahfirrah" ucap Cinta, menutup mulutnya dan air mata terjatuh di matanya. Dion berusaha agar cinta tenang.

__ADS_1


" Mas Cinta mau melihat mereka ayo kita ke sana" kata Cinta, sambil menggoyangkan lengannya. Dion menghela nafasnya dan menemui dokter, untuk minta izin Cinta untuk ke ruangan dimana Luna berada.


Setelah mendapatkan izin Dion membantu Cinta untuk duduk di kursi roda. Ketika akan keluar mereka melihat Ayu yang juga menemui Luna.


Ketika ke ruangan rawat Luna mereka melewati bangsal anak dan melihat Edar terduduk lemas di depan ruangan sikembar.


" Itu kak Edar apa terjadi sesuatu dengan sikembar" kata Ayu, khawatir. " Mas ayo kita kesana" kata Cinta.


" Kak, bagaimana keadaan mereka"kata Gilang menepuk punggung Edar. Edar mengusap wajahnya dengan kasar dan bersandar pada dinding.


" Aidyen belum sadar dan Alfatih trauma selain pengaruh kejadian waktu itu dan ditambah dengan sekarang membuatnya trauma" kata Edar, mengangkat wajahnya ke atas.


Terlihat suster yang bertugas merawat putrinya terlihat ketakutan dan berlarian menuju ke arah Edar.


" Tuan, putri anda mengalami gangguan pernapasan ketika terjadi komplikasi ketika kami menjalani operasi" kata suster.


Edar berusaha untuk berdiri tapi kakinya berat untuk melangkahkan. " Tuan muda mari saya bantu" kata Dion, merasa kasihan melihat Edar.

__ADS_1


Mereka menuju ruangan NICU dimana putri Edar dan Luna di rawat, Edar belum melihat Luna sejak dinyatakan koma .


Suster mempersilahkan Edar untuk masuk Dokter sedang memberikan pertolongan pada putrinya.


" Dokter boleh saya mencobanya" kata Edar. Dokter tersenyum dan memperbolehkan Edar untuk mencobanya.


Edar memberikan udara pada putrinya dengan kasih sayang. " Putri daddy yang cantik akhirnya kita berjumpa" kata Edar mencium pipi putrinya.


Kemudian dokter membantunya Edar untuk menggendongnya dan berada pangkuannya. " Putri daddy harus sehat sayang , mommy dan kakakmu juga sakit daddy tidak harus apa jika kamu ikutan sakit sayang" kata Edar, memeluk putrinya.


Para dokter dan lainnya ikut merasakan sakit yang dialami oleh Edar. Kabar menengai Luna koma dan keadaannya anaknya sudah menyebar ke seluruh rumah sakit. Beruntung Daddy Prabu segera mengurusnya agar tidak tercium oleh media.


" Tuan putri anda sudah tenang sepertinya dia merindukan anda" kata Dokter. Edar tersenyum dan kembali mengajak putrinya bicara.


" Dokter boleh saya menemaninya?" Edar. " Tentu boleh tuan" kata Dokter. Meninggalkan Edar berdua dengan putrinya. Para sahabatnya juga mengantar istri mereka kembali ke kamar.


" Daddy akan memberi namamu, Anindira Putri Perkasa yang artinya Putri pemberani dalam keluarga" kata Edar.

__ADS_1


Orangtua Edar segera ke ruang NICU setelah mendapat kabar bahwa cucu perempuannya mengalami gangguan pernapasan. Ketika melihat putranya merawat putri kecil dengan kasih sayang membuat mereka bahagia.


__ADS_2