
Sudah seminggu Edar menemani Luna di rumah sakit selama itulah dia tak mengurus perusahaannya, dia hanya akan ke perusahaan jika ada metting penting yang tak dapat di wakili oleh orang lain.
Hari ini sikembar Anindira dan orangtua Edar berkunjung ke rumah sakit untuk menengok Luna, sampai sikembar tak sabar menemui mommynya.
" Oma cepatlah kami ingin bertemu mommy" kata Alfatih, masuk ke kamar Adiknya melihat omanya membersihkan Anindira.
Mommy Farah hanya menggelrngkan kepalana melihat Alfatih. " Al tenanglah biar oma membersihkan adik dulu" kata Aidyen, masukan beberapa buku dalam tasnya, dia membawa buku ke rumah sakit agar tidak bosan jika di sana.
Alfatih hanya menggerut kesalnya mendengar ucapan saudara kembarnya sedangkan mommy Farah hsnya tersenyum melihat tingkah keduanya.
Kemudian mereka diantar oleh dupir ke rumah sakit sedangkan daddy Prabu pergi ke perusahaan Perkasa Group karena ada metting penting, Edar tidak bisa meninggalkan Luna di rumah sakit oleh karena itu daddy Prabu yang mewakilinya.
Farah Hospital
Suasana ruangan VVIP ramai selesai melakukan visit pasien Gilang, Ayu dan Cinta menemui Luna di ruangannya. Walau Luna masih koma mereka ingin memberi semangat pada Luna.
Ayu dan Cinta mendekati Luna masih rasa sedih yang mereka rasa. " Luna cepatlah sadar agar kita dapat praktek di rumah sakit bersama lagi" kata Ayu, mengggengam tangan Luna.
__ADS_1
Cinta menanggukan kepalanya dambil mengelus hijab Luna, Edar dan Gilang hanya memperhatikan ketiga wanita itu.
Kret pintu terbuka masuklah mommy Farah, Anindira dan sikembar. Edar tersenyum melihat putrinya merentangkan tangannya padanya.
" Sepertinya putri daddy sangat rindu pada daddy" kata Edar, mencoba yersenyum pada putrinya.
" Nak ayo maka pasti dari tadi kamu belum mengisi perutmu" kata Mommy Farah, memanggil pelayan yang membawa makanan.
Edar memikirkan ucapan mommynya dia harus sehat untuk menjaga istrinya. " Mom mereka tak merepotkan?" Edar, memikirkan anaknya.
Kemudian Gilang, Ayu, Cinta perpamitan untuk pulang karena hari sudah sore, sebelum pulang Ayu dan Vinta menjemput snaknya di penitipan anak yang ada di rumah sakit.
Mommy Farah memang membangun penitipan anak yang ada di rumah sakit agar keluarga pasien atau dokter yang ada anak tak perlu khawatir.
" Daddy kami ingin duduk di samping mommy" kata Alfatih yang sudah berada di depan daddynya. Edar tersenyum mengelus rambut putranya.
Edar mengajak sikembar yang ingin duduk disamping Luna. " Kalian harus hati jangan sampai menyakiti tangan mommy yang terpasang infus" kata Edar.
__ADS_1
" Ok Dad" kata Alfatih, mengacungkan jempolnya. Edar kembali duduk di samping mommy dan putrinya.
" Mommy hari ini kami ada pelajaran menggambar dan kami mendapat nilai sempurna, mom" kata Aidyen, menunjukan gambar pada Luna.
Sedangkan Alfatih memilih berbaring di samping Luna dan memeluknya dengan tangan kecilnya, tanpa mereka sadari Luna mengeluarkan air matanya.
Ayu pulang bersama Gilang terlihat sedih sambil melihat jendela, Gilang yang menyetir mobilnya mengelus pipi istrinya dan putranya tertidur di pangkuan Ayu.
" Sayang, ada apa? " Gilang. Ayu tersenyum sambil menghela nafasnya.
" Aku merasa sedih mas sudah seminggu Luna koma padahal keadaannya stabil, seakan dia menolak untuk bangun" kata Ayu, tertunduk sedih.
Gilang menghrntikan mobilnya di tepi jalan dan menenangkan istrinya.
" Sayang kita sudah berusaha untuk menyelamatkan Luna, dan sekarang kita lakukan adalah berdoa agar Luna cepat sadar" kata Gilang, menghapus air mata Ayu.
Ayu menanggukan kepalanya, Gilang jembali memajukan mobilnya ke rumah mereka.
__ADS_1