Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 154


__ADS_3

Di kediaman Perkasa.


Mommy Farah berada di kamar Luna menangis memikirkan keadaan Luna, sudah lima belas menit berlalu tapi suaminya belum memberi kabar menengai menantunya.


"Hwa hwa"


"hiks hiks"


Terdengar suara tangisan dari cucunya mommy Farah yang memikirkan menantunya segera mendekat pada cucunya, dia diam melihat ketiga cucunya menangis dalam tidurnya.


" Sayang pasti kalian mengkhawatirkan keadaan mommy kalian hingga terbawa dalam mimpi" guman mommy Farah, mengelus rambut Aidyen.


Aidyen terbangun dari tidurnya karena air mata omanya menengai wajahnya.


"Oma dimana mommy tadi Ai mimpi" kata Aidyen mengucek matanya. Mommy Farah menghapus air matanya agar tak terlihat oleh cucunya.


" Emangnya cucu oma mimpi apa? " Mommy Farah. "Oma tadi Aidyen mimpi, mommy pergi jauh dan meminta Aidyen menjaga adik" Membuat mommy terkejut.


" Apa Aidyen merasakan sesuatu dengan Luna" guman mommy Farah. Ternyata tak hanya Aidyen tapi juga Alfatih mengalami mimpi yang sama bahkan Anindira terus menangis.


Farah Hospital

__ADS_1


Sudah tiga jam berlalu tapi pintu operasi belum juga terbuka membuat Edar mencemaskan keadaan istrinya.


" Nak tenangkan dirimu" kata Daddy Prabu, menenangkan putranya dari tadi mondar mandir. Edar menatap daddynya kemudian memeluk daddynya, tuan prabu merasakan tubuh putranya gemetaran.


" Daddy aku takut Luba meninggalkanku, aku tak bisa hidup tanpanya, dad" kata Edar. Daddy prabu berusaha menengkan putranya yang frustasi


Dion dan Vino menatap sedih pada Edar baru kali ini mereka melihat Edar seperti ini terlihat hancur.


Keadaan ruang operasi.


Gilang berusaha mengeluarkan peluru dari tubuh Luna karena peluru hampir menengai jantung Luna.


Tapi usaha mereka sia-sia karena darah terus keluar hingga keadaan Luna semakin lemah. Ayu dan Cinta berusaha agar darah berhenti.


" Suster cepat ambil darah golongan A kita membutuhkannya" kata Ayu, menekan agar darah berhenti.


Edar melihat pintu terbuka keluarlah suster membuat Edar langsung bertanya keadaan Luna.


" Suster apa yang terjadi pada istriku? " Edar melihat suster terburu. " Maaf tuan kami membutuhkan darah untuk pasien karena pasien banyak mengeluarkan darah" kata suster.


Mebdengar ucapan suster membuat Edar syok dan hampir saja jatuh jika Dion tak menahannya, daddy Prabu stak bisa berbuat apa lagi dia sangat mengkhawatirkan menantunya.

__ADS_1


Suster kembali ke ruang operasi dengan wajah tegang membuat mereka cemas.


" Dokter gawat darah golongan A kosong bahkan kami sudah menghubungi pihak bank darah juga kosong" kata suster.


" Biar aku menemui mereka" kata Cinta. Melihat Cinta keluar Dion segera menghampirinya.


" Mas darah tang dibutuhkan oleh Luna kosong bahkan di bank darah juga habis" kata Cinta menangis dalam pelukan Dion.


Mendengar hal ini tuan Prabu segera menghubungi karyawan perusahaannya agar menyumbangkan darah untuk menantunya, dia mengerti keadaan putranya yang sudah frustasi terlihat tatapan putranya kosong.


Vino juga menghubungi anak buahnya yang memiliki darah sesuai dengan Luna.


Taklama ada dua orang yang datang dan Cinta segera meminta mereka untuk transfusi darah di temani oleh suster. Kemudian Cinta masuk ke ruang operasi dengan membawa dua kantong darah.


Gilang berhasil mengeluarkan peluru dari tubuh Luna. " Mas jantung Lunna berhenti berdetak " kata Ayu dengan lirihnya.


Gilang segera melakukan CPR dengan alat pacu jantung atau defribrilator pada tubuh Luna tapi belum ada reaksi.


" Suster tambah ritmenya" kata Gilang, suster segera menambah menjadi 200 joule tapi tak berhasil.


Tiba saja terdengar suara. Tinnnnnnnm.

__ADS_1


__ADS_2