Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 37


__ADS_3

Dikediaman keluarga perkasa



Setelah menempuh perjalanan selama sejam akhirnya mereka tiba di rumah kediaman keluarga perkasa


Dion membuka pintu dan membantu edar memindahkan Alfatih ke kursi rodanya, Aidyen dengan gaya coolnya memegang tangan luna.


para pelayan telah berbaris untuk menyambut kedatangan majikan mereka.


" Selamat datang tuan, nyonya besar dan tuan muda" kata kepala pelayan, memberi hormat kepada majikannya.


para pelayan bertanya siapa gadis cantik yang berada di samping tuan muda, terlihatannya tuan muda sangat mencintainya. satu lagi siapa anak kecil yang duduk di kursi roda yang terlihat sakit dan yang digendong oleh tuan mudanya.


Edar memanggil pak rudi yang merupakan kepala pelayan di rumah keluarganya.


" pak rudi, tolong panggil para pelayan, baik bodygoard, satpam bahkan tukang kebun" kata edar, dinginnya. orangtua edar duduk di sofa dengan menikmati minuman yang dibawa oleh pelayan.


" baik tuan akan saya panggilkan semuanya" kata pak rudi, memberi hormat pada edar.kemudian mengikuti perintah edar. " mas, untuk apa mas memanggil pelayan " kata luna, terkejut melihat banyaknya pelayang menghadapi mereka.

__ADS_1


Edar tersenyum dan mencium pipi luna, membuat luna malu bahkan orangtuanya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah pasangan didepannya.


para pelayan terkejut melihat tuan mudanya romantis didepan mereka. Dion tetap diam di belakang edar.


" baiklah dengarkan perkataan saya sebaiknya, saya tidak akan mengulanginya" kata edar, dinginnya. " siap tuan" seru pelayan, ketakutan melihat tatapan edar.


" perkenalkan ini Luna kharisma putri , istri dari Edar perkasa, kalian harus memanggilnya nyonya muda dan kalian harus melayaninya sebaiknya.


ini putra kembar kami, yang saya gendong namanya Aidyen Perkasa dan yang duduk diatas kursi roda namanya Alfatih Perkasa.


Alfatih sedang sakit kalian harus utamakan selamatkannya, gilang akan memberikan catatan kesehatan mengenai Alfatih. kalian harus menjaganya dengan sebaiknya" kara edar, dengan tegasnya tapi tersirat ada kesedihan dimatanya.


" sekarang oma senang karena rumah ini tidak kesepian lagi" kata mommy farah, mengelus tangan luna disampingnya. luna tersenyum dia dapat merasakan walau rumah cukup besar tapi orang didalamnya sangat sibuk.


" daddy apa perpustakaan mini untuk meletakan buku Ai dan Al sudah ada dad" kata Aidyen, naik atas sofa dan duduk disampaing edar.


edar mencium Aidyen dan Alfatih, kemudian menatap Dion. Dion mengerti dengan situasinya. " maaf tuan edar sepertinya para pekerja masih membutuhkan waktu lagi, mereka harus merobak ruangan di samping ruang kerja anda" kata Dion, menjawab pertanyaan edar.


Edar memejamkan matanya dan merasakan luna memegang tangannya. " mas mereka pasti membutuhkan waktu, apalagi mas baru menyuruhnya kemaren pasti belum siap mas" kata luna, penuh kelembutan.

__ADS_1


" baiklah katakan pada mereka perpustakaan mini untuk putraku harus siap sekitar dua bulan lagi" kata edar, tanpa bantahan apapun." baik tuan akan saya sampaikan pada mereka.


" satang untuk sementara bukunya diletakan di ruangan kerja daddy dulu, soalnya perpustakaan mini belum siap " kata edar, memberi pengertian pada putranya. " baik dad" seru Aidyen. kembali menikmati cakenya.


Alfatih melihat Aidyen memakan cake, Al ingin mencobanya dan dia mengambil cake di depannya. ketika dia akan memakan cakenya tapi dia tidak dapat menelan cake yang lembut itu mengakibatkan Al memuntahkannya.


Uwek, Aidyen memuntahkan cake yang dimasukan dalam mulutnya." Al" teriak Luna, terkejut melihat Al memuntahkan isi perutnya dan Al terlihat kesakitan di bagian perutnya.


" sayang, Al makan apa tadi hingga muntah, hiks hiks " kata luna memeluknya Al fatih. " pak rudi" teriak edar. " ya tuan" kata pak rudi, mencoba untuk tenang. pelayan sudah ketakutan melihat kemarahan dari edar.


" apa yang kau berikan pada putraku, Ha lihat dia memuntahkan isi perutnya " kata edar, marah dan memukul pak rudi. Dion mencoba memisahkan mereka tapi dia juga mendapat pukulan edar.


" Edar, berhenti nak lihat putramu ketakutan " kata daddy, mengelus panggung edar. edar menghentikan tangannya ketika memukul dion.


mommy dan luna sudah memeluk Al dan Ai agar tidak melihat kemarahan edar.


" Daddy" kata Aidyen, menjulurkan tangannya ke edar. edar tersenyum miris karena membuat putra kembarnya ketakutan " Ai, maafkan daddy nak" kata edar, membawa Aidyen ke pelukannya.


Alfatih masih kesakitan di perutnya membuat luna khawatir. " mas Al kenapa dari tadi dia memegang perutnya" kata luna, dengan lirihnya.

__ADS_1


" kita hubungi Gilang ya sayang, mari anak daddy tampan kita ke kamar. Edar menggendong Alfatih setelah dia menyerahkan Aidyen ke daddynya.


__ADS_2