
Kota Cochem
setelah menempuh perjalana selama dua jam keluarga perkasa dan sahabatnya sudah sampai di kota cochem. luna yang masih tidur dalam pelukan edar karena obat biusnya belum habis.
orang kepercayaan daddy prabu sudah mempersiapkan semuanya dari penginapan sampai ruang kesehatan untuk menantunya.
beruntung edar memiliki villa yang lebih satu di cochem sehingga sahabat dan dokter juga suster yang mereka bawa tidak memiliki kesulitan.
orang kepercayaan daddy sudah mempersiapka lima villa yang berdekatan, untuk keluarga perkasa, cinta dan dion, ayu dan gilang juga untuk dokter dan suster yang merawat luna satu lagi dijadikan rumah sakit dadakan untuk merawat luna.
" tuan sebaiknya dr luna di bawa ke ruang kesehatan agar kami dapat memantaunya" kata dokter mira
" om, tante biar sikembar bersama kami sepertinya mereka lelah" kata cinta. " baiklah biar pak rudi yang menemani kalian. cinta dan ayu menuju Villa yang di peruntukan untuk keluarga perkasa.
Dion dan para pelayan yang di bawa dari keluarga perkasa membereskan barang edar dan lainnya.
" sepertinya kita akan tinggal di sini cinta" kata ayu. " ini demi luna kan dan tempat ini juga indah untuk kita refresing" kata ayu.
__ADS_1
" benar cinta tempat ini cukup tenang kita dapat merilekskan fikiran kita dari pekerjaan. yang pertama adalah kita harus mengurusi keponakan kita ini" kata ayu, menyelimuti si kembar.
tak lama cinta dan ayu juga istirahat di samping si kembar karena kasurnya cukup besar.
keesokan harinya cahaya matahari menyinari kota cochem, semua orang sudah mulai dengan kegiatan masing- masing.
Lain di kota Cochem dengan keadaan tenang berbeda di Amerika. Shinta mengamuk karena mendapat kabar bahwa anak buahnya gagal membawa edar.
" sialan mereka gagal dasar orang tidak berguna" kata shinta, melempar gelas berisi wine. " kau harus bersyukur shinta karena anak buahmu yang bodoh itu sudah bunuh diri, hingga mereka tidak dapat memberitahu tentangmu. dan sekarang apa yang akan kamu lakukan" kata manager shinta.
ternyata dia juga membenci luna karena bella yang merupakan selingkuhan erick adalah saudara sepupunya.
karena yuni tidak mau menghabisi luna dengan tangannya sendiri, dia lebih suka menghabisi luna melalui tangan orang lain.
" shinta kamu sangat mudah di pengaruhi jika kau membunuh luna maka kau yang akan terluka sendiri. sedangkan aku menikmati kemenangan ini" kata yuni, tersenyum licik. menatap shinta yang sudah tertidur.
Dion sudah menyiapkan anak buahnya untuk mengamankan kota cochem terutama lingkungan dimana mereka tinggal.
" sayangnya aunty ayo bangun kita harus menengok mommy dan memulai belajar hari ini" kata cinta.
__ADS_1
" uh aunty tapi Al masih ngantuk" keluh Alfatih membalikan badannya. cinta tersenyum
" kalau begitu ayo Aidyen kita ke bawah karena aunty ayu sudah membuatkan bubur ayam setelah itu kita ke tempat mommy" kata cinta. menggoda Al fatih
" Aunty Al juga ingin bubur ayam" kata Alfati, bangun tidur dengan mata masih terpenjam. " aduh keponakan aunty ini mari kita ke kamar mandi semuanya" kata cinta.
mereka mandi bersama di kamar mandi tak lama ayu masuk untuk menyampaikan sarapan pagi sudah siap.
" mereka ini malah bermain air di kamar mandi, lebih aku mengantar bubur ini kelainnya mereka pasti lama bersiapnya" kata ayu, mendengar suara tertawa di kamar mandi.
Ayu dengan bantuan pelayan membawa bubur ke ruang kesehatan dimana luna di rawat.
" mas, tuan, om dan tante ini bubur ayam silahkan dimakan dulu, mas dimana dion?" ayu. " terima kasih sayang, dion di luar sedang mengamankan keadaan" kata gilang.
" bibi tolong bawa bubur ini ke luar di sana ada dion dan satu lagi tolong ambil juga untuk lainnya" kata ayu. " baik nona kami permisi dulu, tuan, nyonya" kata pelayan
" ayu dimana anak- anak?" edar, tanpa melepas pandangannya dari luna. " mereka sedang bersiap tuan cinta sudah meminta mereka setelah sarapan pagi, mereka langsung kesini setelah itu barubelajar" kata ayu.
edar menanggukan kepalanya, mereka menikmati bubur ayamnya .tak lama sikembar datang menemui luna.
__ADS_1