
Setelah Menempuh perhalanan akhirnya mereka sudah sampai di Berlin, sedangkan Dokter mira sudah kembali ke jerman atas perintah Edar.
Berlin
Edar langsung membawa mereka ke mansion miliknya dia sengaja meminta agar tinggal bersama agar lebihudah mengawasinya.
" Selamat datang tuan, nyonya sudah lama anda yidak kemari, tuan" kata pelayan. Edar hanya diam luna dibalas dengan tersenyum.
" Tuan sibuk di jerman bibi apa kamarnya sudah siap?" Dion mewakili Edar." Sudah tuan lamar ands sudah kami bersihkan" kata pelayan.
Edar membawa Luna dan sikembar ke kamar pribadinya ketika tinggal disini.
Edar tersenyum melihat Luna kebingyngan. " Sudah sayang ini milik mas sendiri, mas sering ke sini ketika liburan kuliah atau pusing dengan pekerjaan di kantor" kata Edar , memeluk Luna.
" Mas sampai kapan kita berlarian seperti ini" kata Luna, tertunduk sedih. Edar mencium luna lama kelamaan menjadi hasrat.
" Mas ada anak-anak disini" kata Luna, menghentikan Edar dan melihat sikembar sedang tidur.
__ADS_1
" Sayang, mas menginginkanmu" kata Edar dengab serak, dan membawa luna ke ruang kerjanya tapi masih dalam kamarnya.
Disana mereka melepaskan kehangatan meski hanya diatas sofa.Luna sangat bahagia melihat Edar sangat melindunginya.
Ayu dan Gilang sudah berada di kamarnya dari tadi ayu terus muntah. " Sayang ayo istirahat mas akan buatkan teh hangatmu" kata Gilang. Ayu menanggukan kepalanya sambil memejamkan matanya.
Gilang menyelimuti ayu kemudian turun ke bawah disana dia melihat Dion sedang bicara dengan bodygoard.
" Dion bagaimana ?" Gilang . menangakan wanita itu." Semuanya aman tuan dan saya sudah meminta bawahan saya untuk mengawasinya" kata Dion.
" Kak Gilang ada disini ayu dimana, kak?" Cinta membawakan minuman untuk Dion. " Kak turun mau buatkan teh hangat untuk Ayu dari tadi dia terus muntah" kata Gilang.
Setelah Gilang mengucapkan terima kasih Cinta buatkan teh dan membawanya ke tempat Ayu. Edar dan lainnya membicaeakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Jerman apartemen Shinta.
Prang, Prang
Shinta marah besar karena mendapat kabar bahwa orang suruhannya tertangkap oleh Edar.
__ADS_1
" Ternyata Edar berhasil menangkap mereka, dan sepertinya dia sudah tahu bahwa aku yang merencanakan semua ini" kata Shinta, meminum wine.
" Sebaiknya kita bermain aman dulu sepertinya ada bawahan mereka mengawasi gerakan kita, sekali saja kita bergerak mereka pasti menangkap kita" Yuni, menahan rasa dendam dalam hatinya.
" Sekarang apa yang harus kulakukan agar dendamku ini terwujud, sepertinya aku harus menunggu hari kelahiran " bisik Yuni.
Mereka terus memikirkan rencana untuk menemukan Luna.
Alfatih terbangun karena haus dia mencari keberadaan luna tapi tidak menemukannya. " Aidyen bangun mommy dan daddy tidak ada ayo temani Al, Al haus" kata Alfatih membangunkan Aidyen.
Audyen terganggu tidurnya karena Al terus menggoyangkan tubuhnya.
" Aidyen ayo temani Al ke dapur mommy tidak ada" kata Alfatih dengan menggoyangkan kakinya. Aidyen yang sudah bangun melihat sekitarnya ternyata hanya mereka di dalam kamar.
" Ayo mungkin mommy di bawah bersama lainnya" seru Aidyen.Sikembar turun dan mencari keberadaan Luna.
" Daddy, mommy dimana Al haus" kata Alfataih, sudah berada di tempat Edar. Edar mencium sikembar.
" Pak rudi tolong bawakan minuman untuk mereka" kata Edar. " Baik tuan" seru pak rudi.Atas perintah daddy Prabu pak Rudi harus menjaga anak- anaknya apalagi Ayu dan Luna hamil.
__ADS_1
" Mommy sedang istirahat di kamar sebelahnya" kata Edar, agar sikembar tidak bertanya lagi.