
Rumah sakit Farah Hospital
Luna, Cinta sedang mengoperasi pasien mengalami gagal jantung dan bedah karena kecelakaan beruntun banyak memakan korban.
" luna jam berapa nanti Al memulai terapinya?"cinta, melepas pakaian operasi." sebentar lagi mas edar ada metting penting" kata luna.
edar, Aidyen dan Alfatih sudah sampai di rumah sakit Farah Hospital untuk melakukan pengobatan.sedangkan dion membawa kursi roda milik Al.
ketika memasuki rumah sakit tiba- tiba saja Al menjerit ketakutan, " sayang, hei ada apa sayang kata edar merasakan tubuh Al gemetaran dan memeluk leher edar.
" Al bilang sama daddy ,ada yang sakit nak" kata edar, dengan lirihnya.edar memegang pipi Al mencoba agar Al melihat matanya, tapi Al menolak.
" om dion,Aidyen nakal ya hingga Al menangis" kata Aidyen, sedih.Dion berjongkok mencoba menenangkan Aidyen.
keadaan dilobi yang Aidyen terus histeris dan menjerit membuat pasien, dokter dan suster berhamburan mencari tahu apa yang terjadi.
" tuan sebaiknya anda dan tuan muda Alfatih duduk dan mencari tahu keadaan tuan Al" seru dion, dengan aidyen dalam gendongannya.
Alfatih terus memberontak hingga tangannya melukai pipi edar hingga terluka." tuan" kata dion.edar mengangkat tangannya agar dion diam.
__ADS_1
mommy farah dan daddy prabu sudah datang ke rumah sakit karena ingin menemani Al terapi.
" Dad, bukankah itu edar dan cucu kita, mengapa mereka diluar? mommy farah, menunjuk ke arah edar.
" ayo mom kita lihat apa yang terjadi? daddy .mereka terkejut melihat Alfatih memberontak dalam pelukan edar.
" cinta mengapa mereka datangnya lama dan seharusnya mas edar dan anak- anak sudah datang " kata luna, gelisah.
" suster apa yang terjadi mengapa kalian berlarian? cinta." itu dok tuan edar berada disini tapi putranya marah" kata suster, kembali berlarian.
" ayo luna kita lihat" kata cinta, menarik tangan luna yang gemetaran.
" Al ayo sama mommy" bujuk luna." sayang biatlah Al sama mas" kata edar." tapi mas" kata luna.edar menggelengkan kepalanya.
" dad ada apa dengan cucu kita, hingga dia ketakutan seperti ini, hiks, hiks, hiks" kata mommy farah." Dion kamu panggil dokter yang menangani cucuku" kata daddy prabu.
" tuan biar saya yang memanggilnya" kata cinta, berlarian memanggil dokter." om sepertinya Al ketakutan di rumah sakit, sebaiknya kita bawa Al ke mobil untuk menenangkannya" kata gilang.
mendengar ucapkan gilang edar mengingat kejadian ketika Al mulai ketakutan, dan dia membawanya ke mobil agar Al tenang.
__ADS_1
" mom Al kenapa" kata Aidyen, melihat arah luna.luna berjongkok." Al tidak kenapa sayang, ayo kita ke daddy" kata luna memegang tangan Ai.
cinta sudah kembali dengan dokter." dokter cepat periksa cucu kami.ada apa dengannya " kata mommy farah. " baik nyonya " kata dokter.
Dokter memeriksa Al yang kelelahan dalam pelukan edar. " tuan, sepertinya putra anda ketakutan berada di rumah sakit" kata dokter.
" terus bagaimana dengan pengobatannya dok" kata luna, menangis. " kita dapat melakukannya di rumah anda, saya akan mengurus segalanya" kata dokter.
" gilang tolong kamu bantu dokter untuk mengutus segalanya, kalau perlu bawa semuanya ke rumah" kata edar.
" baiklah kami akan mengurusnya besok sudah ada di rumahmu" kata gilang. " luna semuanya baik saja, Al masih anak- anak ada ketakutan sendiri baginya" kata Ayu, menenangkan luna.
cinta menatap sedih melihat keadaan Al yang selama ini dia urus, diam- diam dion memegang tangan cinta memberinya kekuatan.
" mom, putraku kenapa bisa begini? luna , pada mommy." sayang semuanya pasti baik-baik saja.Al anaknya kuat pasti bisa melewati semuanya" kata mommy farah, memeluk luna yang menangis.
Aidyen mendekati Al yang tertidur dan memegang tangannya." daddy " kata Aidyen, menangis. edar tersenyum dan membawa Ai ke pelukannya.
" semuanya baik- baik saja Al pasti sembuh dan kita dapat pergi liburan bersama" kata edar.
__ADS_1
Aidyen memeluk edar dan menangis, edar menatap luna sambil tersenyum seakan berkata putra kita pasti sembuh.