Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 99


__ADS_3

Detelah menyeledaikan masalah yang terjadi Edar fokus pada berkas yang dia terima dari Mira, Dia memeriksa kembali berkas selama dia cuti walau dia percaya pada daddy Prabu ini hanya untuk membuatnya lega.


Tok, tok, tok.


" Masuk" ucap Edar. Dion masuk dan memberitahu sesuatu. " Tuan ini sudah waktunya anda menjemput anak- anak" kata Dion.


Edar melihat arloji ternyata sudah menunjukan angka sebelas. " Ayo kita berangkat sekarang nanti kita telat menjemput mereka" kata Edar, memakaikan jasnya dan keluar diikuti oleh Dion dari belakang.


" Mira, aku menjemput anak- anak kesekolah kamu urus kantor jika terjadi sesuatu laporkan pada Dion" kata Edar. " Baik tuan" kata Mira, memberi hormat. Edar dan Dion menuju life untuk keluar.


" Kasihan tuan Edar istrinya koma dan anak-anaknya masih kecil" bisik Mira, melanjutkan pekerjaannya.


Selama perjalanan dia memikirkan putri kecilnya karena dia pasti sangat sibuk. " Dion tolong persiapkan ruangan yang nyaman untuk bayi, aku akan membawa putriku ke kantor " kata Edar.


Dion hanya menanggukan kepalanya dan mencari seperti apa ruangan yang nyaman untuk bayi.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan lima belas menit akhirnya sampai di sekolah. Mobil terpakir ditempat yang tersedia.


" Tuan sepertinya sebentar lagi sekolah akan berakhir" kata Dion, melihat arlojinya sekitar sepuluh menit lagi bel tanda berakhirnya belajar hari ini akan berbunyi.


Edar dan Dion keluar dari mobil mereka menyandarkan diri di samping mobil. Banyak para ibu yang menjemput anak mereka terpana melihat ketampann mereka.


" Ibu, ibu bukankahkah itu Tuan Edar dari keluarga nomor satu itu, kita tidak menyangka hari ini dapat melihatnya secara langsung" kata ibu dengan temannya.


" Kabarnya istrinya koma setelah melahirkan dan putra kembarnya sekolah disini" bisik temannya. " Sudahlah jangan bergosip nanti tuan Edar mendengarnya dan mengakibatkan pada usaha suami kita" kata ibu satu lagi.


Taklama bunyi bel tanda berakhirnya belajar hari ini berbunyi para siswa berhamburan keluar ada yang bercerita dan ada yang memkan permen.


" Daddy" teriak Al, memegang tangan Aidyen menuju ke tempat Edar. " Daddy ayo masuk kita harus menjemput mommy dan adik" kata Aidyen, memegang tangan Edar


Edar tersenyum dan membuka pintu agar anaknya bisa masuk. Dalam perjalanan hanya terbisuan karena mereka fokus pada kegiatannya masing.

__ADS_1


Mereka sampai dirumah sakit setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Dion memparkirkan mobilnya di parkiran dikhususkan untuk pemilik rumah sakit.


Edar dengan dinginnya menuju ke kamar VVIP 1 sikembar berjalan didepannya dengan lucunya sedangkan Dion dibelakang Edar. Para dokter memberi hormat pada Edar, dia hanya diam sedangkan sikembar tersenyum tipis.


Kret Dion membuka pintu ternyata disana sudah ada sahabat Luna, orangtua dan dokter yang memeriksa Luna.


" Edar duduk dulu dokter sedang memeriksa Luna sebelum pulang, ayo cucu oma duduk disini" kata mommy farah.


" Keadaan dokter Luna stabil, denyut nadi juga stabil kalian dapat membawanya pulang nanti sore.Ingat ruangan untuk dokter Luna harus stelir dari virus " kata Dokter.


Edar menanggukan kepalanya setelah dokter keluar Edar meminta Gilang dan Dion mengurus semuanya.


" Daddy akan menghubungi pak Rudi agar mempersiapkan kamar dilantai satu untuk perawatan Luna" kata Daddy Prabu, menghubungi Rudi agar membersihkan kamar untuk Luna.


Setelah semuanya siap mereka membawa Luna dengan ambulans yang ditemani oleh Edar, sikembar semobil dengan oma dan opa. Sedangkan sahabat Luna dengan mobil milik Gilang.

__ADS_1


__ADS_2