
Kediaman keluarga Perkasa
Gilang dan terapis sudah sampai di kediaman Perkasa untuk memulai sesi terapi pertama untuk Luna, Mereka bicara dengan orabgtua Edar sambil menunggu kedatangan putranya dan menantunya.
Tin, tin, tin.
Terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumah keluarga Perkasa." Bibi buka pintunya itu pasti mereka" kata Mommy Farah. " Baik nyonya besar" ucap bibi.
Bibi membuka pintu untuk mereka dan sahabatnya, Luna masuk kedalam yang didorong oleh Alfatih tapi matanya sebab karena menangis, sedangkan Anindira di gendong oleh Cinta dan Faiz di gendong oleh Dion.
Edar masuk ke dalam dengan wajah yang kusut itu dilihat oleh mereka di dalam. Daddy Prabu merasakan ada masalah antara putranya dan menantunya bahkan sikembar hanya diam.
" Selamat siang tante" kata Cinta, memberikan Anindira pada mommy farah." Aduh cucu oma ini pasti bersenang bersama daddynya" kata Mommy farah, mencium pipi gembol cucunya. Tapi matanya tertuju pada Luna yang murung.
" Cinta ada apa dengan Luna?" Mommy Farah, Cinta hanya menggelengkan kepalanya.
" Maaf om tante gilang tahu mungkin ini belum saatnya untuk memulai fisioterapi untuk Luna, Gilang akan mengaturnya lagi" kata Gilang, yang lain menanggukan kepalanya lain dengan Luna hanya diam.
__ADS_1
" Kak Gilang, Luna siap memulai terapinya sekarang" kata Luna. " Sayang lebih baik besok saja kamu lelah, sayang"bujuk Edar.
" Kenapa mas melarang Luna terapi pasti karena wanita itu, mas tidak ingin Luna cepat sembuh agar mas bisa bersamanya" kata Luna, menangis.
" Sayang sudah berapa kali mas bilang , mas tidak ada hubungan dengannya" kata Edar, mengusap wajahnya secara kasar.
" Mas bohong, jika mas tidak ada hubungan dengannya mas takkan melarang Luna untuk terapi" kata Luna, menangis.
" Sayang sekarang apa yang harus mas lakukan agar kamu percaya" kata Edar, mengacak rambutnya. Semua hanya diam sikembar memeluk opa dan omanya.
" Cinta temani Luna di taman kalian juga temani mommy kalian untuk terapi" kata Gilang. Dokter untuk terapi Luna mengikuti Cinta membawa Luna ke taman setelah meminta izin.
" Gilang apa yang telah kamu lakukan" kata Daddy Prabu. " Maaf om tadi kalian lihat sendiri keadaan Luna, dia tidak dapat menerima keadaannya bahkan kak Edar sudah menjelaskannya. Sepertinya Luna masih terbayang oleh ucapan seseorang" kata Gilang.
" Edar katakan pada mommy apa yang terjadi di kantormu" kata Mommy Farah, menangis. " Lihatlah keadaan menantu mommy dia tidak percaya pada dirinya lagi" sambung Mommy Farah.
Edar Mengusap wajahnya sexaea kasar dan bersandar pada sofa. " Wanita itu datang lagi dan memfitnahku di hadapan Luna" kata Edar, menatap ke atas.
__ADS_1
" Maksudnya apa Edar kaku ada wanita lain " kata Daddy Prabu, dengan kerasnya. " Dion kamu pasti tahu yang terjadi?" Daddy Prabu.
Akhirnya Dion menceritakan wanita yang beberapa bulan lalu membuat keributan di kantornya.
" Kemudian apa yang kamu lakukan pada wanita itu?" Daddy Prabu." Wanita itu ada di tempat biasa dad" kata Edar.
Daddy tidak mau tahu Edar sebelum menyelesaikan masalahmu dengan wanita itu, untuk sementara ini tinggalah di apartemenmu biar Luna dan cucu daddy disini sampai masalahmu selesai" kata Daddy Prabu, pergi meninggalkan ruang tengah.
" Daddy apa maksudnya" teriak Edar. " Kak selesaikanlah masalah ini secepat mungkin Luna akan aman di sini" kata Gilang.
Ternyata pembicaraannya didengar oleh Aidyen ketika akan mengambil air untuk mommynya.
" Daddy dengarkan perkataan opa jika daddy membuat mommy menangis lagi, kami takkan memaafkan daddy" tekan Aidyen, menuju taman.
" Sekarang apa yang harus ku perbuat" kata Edar, dengan lirihnya. " Nak mommy percaya kamu akan menyelesaikan masalah ini" kata Mommy Farah.
Kemudian pergi ke tempat suaminya Edar hanya memikirkan apabyang harus dia lalukan pada wanita itu.
__ADS_1