
Dion menunggu edar dengan gelisah membuat edar menatapnya dengan sengit.
" terima kasih tuan edar semoga kerja sama kita dapat berjalan lancar" kata rekan kerja. " sama- sama tuan exel semoga kerja sama kita ini terus berlanjut" kata edar.
" baik tuan kami pernusi dulu sepertinya asisten anda ada yang mau dibicarakan" kata tuan exel, melihat dion yang gelisah.
" sekarang cepat katakan siapa yang menelponmu tadi sehingga wajahmu tegang begitu" kata edar, tegasnya.
" tuan, tadi tuan gilang memberitahu saya bahwa ada yang mematai nona luna dan sikembar. bahkan sekarang sikembar untuk sementara tinggal di rumah tuan gilang" kata dion.
edar terkejut mendengar kabar tentang istri dan putra kembarnya. " sekarang cepat kamu pesan pesawat kita pulang sekarang" kata edar, yang kalut karena berita itu.
setelah menempuh perjalan selama dua jam edar dan dion sudah sampai di jerman, supir yang dihubungi oleh dion telah menunggunya di lobi bandara.
__ADS_1
shinta yang harus berangkat ke Amerika untuk urusan pemotretan tanpa sengaja melihat edar yang baru saja turun.
" jadi kau telah kembali edar, tunggu kejutan dari ku sayang sebentar lagi kita akan berjumpa sayang" kata shinta , senyum smirk.
" sekarang mereka ada dimana dion" seru edar, khawatir. " mereka berada di rumah tuan gilang, tuan" kata dion.
" berhati- hatilah perhatian jalanan jika takutnya ada yamg mengawasi mereka" kata edar. dion menanggukan kepalanya dan menghubungi anak buahnya agar mengawasi rumah gilang. jika ada yang mencurigakan bereskan.
" semoga kalian baik saja jika ada yang melukai keluargaku sedikit saja , lihat saja pembalasanku aku tidak akan menganpuni siapa orang yang melukai mereka" kata edar, menggegam tangannya karena marah.
" mas siapa yang menghubungi?" ayu. Dion sayang, katanya mereka sudah kembali dan menuju kesini" kata gilang. " mas coba kamu lihat apakah mereka masih ada di sini, biar kamu bisa bilang ke dion untuk berhati" kata ayu.
Gilang menanggukan kepalanya dan meluhat sekitar rumahnya, jika sydah aman dia beritahu ke dion.
__ADS_1
" cinta bagaimana dengan luna?" kata ayu, melihat cinta keluar dari kamar tamu. " syukurlah dia sudah mau makan, sekarang luna sedang menemani anak- anak istirahat.
" ada apa ayu, mengapa kak gilang terus menatap luar?" cinta. " Dion dan tuan edar sudah kembali dan sebentar lagi akan datang. mas gilang sedang mematau keadaan" kata ayu. cinta menanggukan kepalanya merasa lega karena suaminya dan edar sudah pulang.
luna yang menemani sikembar tiba- tiba saja jantungnya berdebar seakan terjadi sesuatu pada edar. " ya Allah ada apa dengan jantungku berdebar sangat kencang, mas edar" kata luna, tiba - tiba dia mengingat suaminya.
" Luna, hei ada apa denganmu, mas gilang, cinta" teriak ayu, terkejut melihat luna sudah pucat dan terduduk di lantai.
" luna katakan kepada kami ada apa denganmu" kata cinta, memegang pipi luna. " mas edar, hiks hiks" luna menangis, menyebutkan nama edar.
" kalian coba tenangkan luna aku akan lihat ke depan" kata gilang. cinta dan ayu membimbing luna agar duduk di sofa.
gilang menitip jendela bertapa terkejutnya meligat edar dan dion bertarung dengan begitu banyak orang. " Ayu coba lihat sikembar dan cinta coba terus menenangkan luna, aku akan keluar edar bertarung dengan penjahat" kata gilang. cinta dan ayu segera mengikuti perkataan gilang.
__ADS_1
ternyata shinta memerintahkan anak buahnya untuk menghalangi edar menemui luna sebelum pesawatnya terbang.