Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 81


__ADS_3

Keberangkatan orangtua Edar kembali ke pusat kota Jerman Luna membantu mempersiapkan barang bawaan mereka.


" Terima kasih sayang telah membantu mommy padahal kamu sedang hamil muda" kata Mommy farah, mengelus rambut Luna.


" Tidak mom ini tidak berat, mommy masih ada yang ketinggalan ndk?" Luna. Mereka kembali memeriksa bawaan takutnya ada barang yang tertinggal.


Kemudian mereka turun dan menemui yang lainnya untuk berangkat ke bandara.


" Oma kenapa perginya cepat sekali" kata Alfatih dengan cemberutnya" Aduh cucu oma ini ,oma harus menjaga rumah kita sayang" kata mommy farah. Alfatih menanggukan kepalanya.


" Tuan, nyonya mobilnya sudah siap" kata Dion. " Ayo kita berangkat, Dion kamu sudah mengaturnya" kata Edar." Sudah tuan mereka akan mengiring kita dari belakang" kata Dion.


" Mas" kata Luna, memandang Edar. Edar tersenyum. " Itu hanya untuk keselamatan sayang" kata Dion mencoba menenangkan luna. Dia takut bahwa Luna mengetahui bahwa sudah ada mata- mata dalam Villanya.


Edar memanggil Dion setelah lainnya naik dalam mobil. " Tuan" kata Dion, menghampiri Edar. itu membuat Luna resah sangat terlihat kegelisahan suaminya.


" Dion jangan lupa kamu tangkap dan selidiki mata- mata itu pastikan agar dia bercerita setelah itu suruh pak rudi dan lainnya untuk menyiapkan semua barang, malam ini kita harus ke Berlin" kata Edar.

__ADS_1


Dion menanggukan kepalanya dan melaksanakan perintah Edar. setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam mereka sudah berada di bandara.


" Sayang jangan lupa jaga kandunganmu dan untuk gilang jaga istrimu dia masih hamil muda" ucap Mommy farah. " baik mom, tante" Seru Luna dan Gilang.


" Edar ada apa dari tadi daddy lihat kamu gelisah" kata Daddy prabu. Edar memang tak bisa menutup kebohongannya dari daddynya.


Edar menghela nafasnya. " Dad, Villa kita di Cocheem sudah ada yang mematainya, aku sudah meminta Fion untuk menyelidikinya dan malan ini kami pindah ke Berlin" kata Edar.


" Kamu pasti bisa menjaga keluargamu daddy percaya itu" kata Daddy prabu menepuk punggung Edar.


Tak lama terdengar suara panggilan untuk penumpang yang berangkat ke Jerman, karena pesawat akan berangkat tak lama lagi.


sikembar menanggukan kepalanya dan mereka saling berpamitan. orang tua edar sudah menaiki pesawat kemudian meninggalkan kota Cocheem.


" Mas ayo kita kembali ke Villa" kata Luna. " Sayang tunggu, kita tak akan kesana tapi kita akan ke Berlin sampai kamu melahirkan" kata Edar, mendekatkan keningnya ke luna.


" Mas sebenarnya ada apa" kata Luna, yang dudah ketakutan. " sayang tenang dulu baiklah mas akan bercerita, sudah seminggu ini mas dapat kabar dari Dion bahwa di Villa kita ada pengusup" kata Edar.

__ADS_1


" mas kita akan Berlin apa disana aman" kata Luna, mengkhawatirkan." Sayang Dion sedang menyelidikinya jika sudah aman kita akan kembali ke jerman" kata Edar, memeluk Luna.


Cinta menjadi khawatir terhadap Dion dia mencoba melihat sekitar akhirnya dia lega melihat Dion datang bersama lainnya.


" Mas darimana Cinta khawatir apalagi mendengar perkataan tuan Edar" kata Cinta, memeluk Dion." mas tidak kenapa Cinta ayo kita ke sana" kata Dion.


" Bagaimana?" Edar. " Sudah tuan semuanya sudah saya laksanakan" kata Dion. " Baguslah mari kita ke pesawat, Dok mira tolobg dampingi kedua wanita hamil untuk selama penerbangan " ucap Edar. Dok Mira menanggukan kepalanya.


Kemudian mereka menaik pesawat yang telah disiapkan Edar selama perjalanan sikembar terus saja bertanya.


" Dion, bagaimana dengan orang itu apakah kamu sudah mengetahui orang dibalik ini?" Edar. Dion hanya menanggukan kepalanya dan dia berfikir keras bagaimana cara untuk menyampaikan kabar ini.


" Dion ada apa ?" Gilang duduk sebelahnya. " Tuan orang yang selama ini mengikuti nona Luna adalah Shinta mantan anda, bahkan dia sudah menengal nona Luna" kata Dion.


Gilang terkejut dengan ini jadi orang yang dia lihat di rumah sakit itu memang dia. Sedangkan Edar mengepal tangannya dengan sorot penuh dengan emosional.


" Kak maaf Gilang lupa memberitahu ini waktu itu rumah sakit mendapatkan korban kecelakaan, dan luna memeriksa seorang wanita seperti Shinta.Maaf kak saat itu Gilang hanya melihatnya dari kejauhan" kata Gilang.

__ADS_1


" Bukan salahmu Gilang, mungkin wanita itu sudah mencurigai sesuatu saat itu sehingga dia mendekatan Luna" kata Edar dengan dinginnya.


Luna dan lainnya istirahat karena mereka berangkat malam hari dan tiba besok harinya.


__ADS_2