Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 79


__ADS_3

Saat ini mereka berada di ruang tamu setelah kepergian Dok Mira mereka melanjutkan pembicarakannya.


" Sayang ayo istirahat dalam kamar " kata Gilang. Ayu hanya menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan pelukan Gilang.


" Gilang sepertinya anakmu sedang ingin bermanja denganmu" kata Mommy farah, datang bersama pelayan membawa dua gelas susu.


Ayu menanggukan kepalanya dan semakin mempererat pelukannya.


" Mas kenapa?" Luna melihat Edar cemberut. " Sayang, sepertinya anak kita membenci mas hingga dia menyiksa mas" keluh Edar, memakan rujak. Fia sempat pelayan akan membuatkan rujak.


" Kau ini ada saja mana ada anak membenci orangtuanya" kata Daddy Prabu menggelengkan kepalanya. Luna hanya menghela nafasnya melihat Edar masih cemberut.


" Mommy dalam perut Aunty ada bayi ya" kata Alfatih, dengan lucunya mengelus perut luna. " nanti kalau sudah lahir Al harus menjaga adik dalam perut mommy dan Aunty" kata Ayu.


" Nggak Al kan sudah punya adik sendiri" kata Alfatih dengan gemesnya kembali menciium perut Luna. Mereka tertawa.


" Terus siapa dong yang menjaga anaknya aunty Ayu" pancing Cinta. " itu om Gilang ada" kata Alfatih, menunjuk Gilang tapi tangannya malah ke Dion.


Mereka tertawa melihat Alfatih sedangkan Gilang cemberut.

__ADS_1


Orang suruhan Shinta terus mencari keberadaan Luna dan lainnya bahkan sekarang mereka sudah sampai di kota - kota kecil negara london.


mereka terus mencari bahkan menyebarkan anak buahnya ke seluruh kota sampai pelosok.


" Akhirnya kita menemukan keberadaan mereka nona Shinta pasti bahagia" kata salah satu dari mereka, melihat sikembar bermain sepeda bersama opa dan oma.Dan mereka menghubungi Shinta tanpa melepas keberadaan si kembar.


Apartemen Shinta di pusat kota London.


" Ha,ha,ha. Edar ternyata kau hanya menyembunyikan istrimu sejauh ini" kata Shinta, mencocok minumannya.


" Terus apa yang akan kamu lakukan selanjutnya" kata Yuni, tersenyum smirk. " Aku akan mengawasi mereka dan ketika lengah, mereka akan mendapatkan apa yang aku inginkan" kata Shinta, mengingat kemesraannya bersama Alex.


Ketiga sahabat berjalan di sekitar pertanian para petani sudah mengenal mereka dan saling menyapa.


" Udaranya sangat seju di kota besar takkan mendapat permandangan seperti ini" seru Ayu menghirup udara.


" Ayu gimana keadaanmu, sudah mulai dengan ngidam dan lainya" kata Luna, mengelus perut buncitnya.


" Sudah tapi masih dapat di kontrol mas Gilang sangat menjaga kami" ucap Ayu, tersenyum.

__ADS_1


Cinta merasakan ada yang aneh sekitarnya seperti ada yang mengintip mereka.


" Cinta sepertinya ada yang kamu fikirkan, kamu terlihat gelisah" kata Luna, menangkap kegelisahan Cinta.


" Luna sikembar gimana?" Cinta. " Mereka sedang bermain dengan opa dan oma" kata Luna.


Tanpa mereka sadari ada banyak sepasang mata mematau mereka, itu adalah anak buah shinta yang telah berhasil menemukan keberadaan Luna.


" Cinta, Luna. tiba- tiba saja aku menginginkan buah mangga, ayo kita temui mas Gilang untuk mengambil buah mangga di belakang Villa" kata Ayu, semangatnya menarik Luna dan Cinta.


" Sepertinya ibu hamil satu ini sudah memulai menyiksa suaminya" kata Cinta, ngecesan. " Itu harus karena kami sudah menunggunya sangat lama" ucap Ayu, mengelus perutnya yang masih datar.


Mereka ke ruangan kerja Edar karena Gilang dan Dion ada disana.


" Mas, Ayu ingin mangga muda" kata Ayu, membuka pintu dan terlihat ketiganya sedang sibuk. " Sayang mengapa kesini kasihan dedeknya" kata Edar, meminta Luna duduk.


" Luna menemani Ayu katanya dia menginginkan mangga muda dan kak Gilang harus memenuhinya" kata Luna, bersandar pada Edar.


Gilang menatap Ayu yang tersenyum harap. " Kak Gilang harus mengambil jika tidak anaknya ileran" kata Cinta, tersenyum geli. Dion menarik hidungnya karena bicaranya.

__ADS_1


" Ayo sayang mas akan mendapatkannya, mas tak ingin anak kita ileran" kata Gilang, menggelengkan kepalanya.


Mereka pergi ke taman belakang mengambil buah mangga muda yang diinginkan Ayu.Walau Gilang cukup sulit untuk memanjat pohonnya, tapi demi calon anaknya nyawa pun dia berikan.


__ADS_2