
Mobil Edar dan mobil Irgi sama- sama sampai di sekolah, Mereka bersama terkejut tidak menyangka bahwa tujuan mereka sama.
" Lho anda kesini juga" kata Irgi Setyawan, terkejut melihat Edar keluar dari mobil. " Putra anda juga sekolah di sini, tuan irgi?" Edar, dengan senyuman.
Sebelum Irgi menjawab terdengar suara memanggil mereka." Daddy, Papi" teriak si kembar dan Reyhan.
" Daddy nanti kita ke tempat mommy, ya" kata Alfatih. " Memangnya kalian tidak capek" kata Edar, melihat putra kembarnya.
" Kami sudah berjanji daddy, menemani Reyhan ke butik mommy" kata Aidyen. Edar melihat Reyhan bersama tuan Irgi.
" Tuan Irgi saya tidak menyangka bahwa teman putra saya adalah putra anda" kata Edar.
" Benar tuan saya tidak menduganya karena Reyhan sering bercerita tentang temannya yang kembwr" seru Irgi.
" Papi, kita beli hadiah untuk mami ya, kata Al mommynya punya butik" kata Reyha. Irgi menatap Edar yang tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Tuan apa ini tidak merepotkan anda?" Irgi. " Santai saja tuan kebetulan saya juga ingin menjemput istri saya, mari kita berangkat sekarang" kata Edar.
Mereka bersama menuju LK butik.
Luna sangat bersemangat menggambar desain terbaru sehingga dia melupakan waktu.
Di luar Edar dan Irgi sudah sampai di LK butik mereka disambut oleh Kiara.
__ADS_1
" Selamat datang tuan, tuan muda. tuan silahkan masuk" kata Kiara. " Aunty mommy mana?" Aidyen, duduk bersama lainnya.
" Nona ada di ruangannya tuan muda, apa perlu saya panggilkan" kata Kiara. Edar menangggukan kepalanya.
" Ai, Al ini punya mommy kalian?" Reyhan. " Iya ini punya mommy, mommy juga yang mendesainnya" kata Aidyen, dengan kakunya.
" Tuan Edar, saya tidak menyangka bahwa istri anda desainer yang terkenal itu, karena istri saya sangat menyukai hasil desainnya. Hingga istri saya dengar bahwa nona Luna sakit, dia tak pernah lagi berburu pakaian butik lain katanya hasil desain mereka tidak sama dengan hasil karya nona Luna" kata Irgi.
Edar sangat bangga kepada istrinya setelah dua tahun koma dan tidak pernah mengurus butiknya selama ia sakit, pelanggannya tidak melupakannya.
" Mas, Aidyen, Alfatih, kalian kesini tidak bilang ke mommy" kata Luna, mencium tangan suaminya dan mencium pipi putra kembarnya.
Kemudian Luna duduk di samping Edar sambil menatap seorang di depannya.
Edar menanggukan kepalanya sedangkan Luna mengucapkan terima kasih.
" Sayang ini tuan Irgi Setyawan dia rekan bisnis mas, ternyata anaknya teman putra kita di sekolah, dan mereka ke sini untuk membeli hadiah" kata Edar.
" Mommy, mami Reyhan sebentar lagi akan ulang tahun jadi Reyhan ingin beri kejutan"kata Aidyen.
" Benar tante Reyhan ingin beri mami hadiah yang cantik" kata Reyhan. Luna tersenyum.
Kemudian Luna memanggil Kiara untuk membawa hasil desainnya yang baru saja dia gambar.
__ADS_1
" Nona maaf telah merepotkan" kata Irgi, merasa tak enak. " Tidak apa tuan apalagi anak- anak kita juga berteman" kata Luna.
Kiara sudah kembali sambil membawa beberapa lembar hasil desain Luna. " Nona ini" Kiara menyerahkan hasil desain ke Luna.
" Tuan ini hasil karya terbaru dari saya, jika anda ingin lainnya saya bisa usahakan" kata Luna. Edar hanya menggelengkan kepalanya dia sudah menduganya bahwa itu hasil desain yang baru saja istrinya gambar.
Luna tersenyum pada Edar yang menatapnya. " Reyhan lihatlah " kata Irgi, menyerahkan gambar ke putranya.
" Papi, Reyhan sangat suka yang ini. Mami pasti cantik jika memakainya" kata Reyhan.
" Nona putra saya sangat menyukai hasil desain anda" kata Irgi. " Terima kasih tuan, apa tuan tak ingin yang lainnya?" Luna.
" Tidak perlu nona saya sudah memiliki kejutan spesial untuk istri saya, ini khusus dari putra saya" kata Irgi, menyerahkan pilihan putranya ke Luna.
" Pilihannya sangat bagus " kata Luna. " Terima kasih tante" kata Reyhan, yang malu.
" Maaf tuan ulang tahunny kapan agar gaunnya siap tepat waktu" kata Luna.
" Sekitar sebulan lagi nona" kata Irgi. " Baiklah saya akan usahakan sebelum sebulan sudah selesai" kata Luna.
Irgi Setyawan mengucapkan terima kasih kemudian pamit karena harus menjemput istrinya di restoran.
__ADS_1
Edar juga mengajak keluarga kecilnya pulang karena hari sudah sore dan dia tidak ingin Luna kelelahan.