Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 160


__ADS_3

Terdengar suara adzan berkumandang di mesjid rumah sakit Edar yang tertidur di samping Luna terbangun, memang rumah sakit juga memiliki fasilitas masjid bagi dokter dan pasien melaksanakan ibadah.


"Sayang, mas sholat dulu" kata Edar, sebelum ke kamar mandi dia mencium pipi Luna.


Kemudian Edar membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan sholat subuh.


Tanpa Edar sadari Luna memulai menggerakan mata dan tangannya, perlahan Luna membuka matanya.


Luna memandang sekitarnya terlihat ruangan berwarna putih, Luna memiringkan kepalanya terlihat suaminya sedang melaksanakan sholat subuh.


" Mas" panggil Luna dengan lirihnya, meski pelan Edar dapat mendengar suara istrinya.


Edar membalikan syok melihat istrinya tersenyum tanpa dia sadari air matanya mengalir di pipinya, Luna mengulurkan tangannya pada Edar dengan gontai Edar mendekati istrinya.


" Sayang" suara Edar terdengar lirih Luna menyentuh tangan suaminya dan menciumnya.


Edar bahagia tak dapat di bendung lagi kemudian dia memeluk istrinya dan menangis, Luna menepuk punggung suami dengan air mata mengalir.


"Sayang mas senang sekali melihatmu sudah bangun jangan seperti ini lagi, mas takkan sanggup kehilanganmu sayang" kata Edar.


" Berjanjilah sayang jangan berbuat seperti itu lagi" kata Edar, Luna mengusap wajah suaminya dan menanggukan kepalanya.


" Maafkan Luna mas telah membuatmu khawatir" kata Luna, dalam keadaan koma Luna sering mendengar curahan isi hati suaminya.

__ADS_1


" Dayang mas panggil Gilang dulu" kata Edar, Luna tersenyum dan menanggukan kepalanya. Edar menekan tombol yang tak jauh dari brankar Luna.


Brak Gilang datang sambil ngongosan dia berlarian ketika mendengar panggilan dari ruang rawat Luna, Gilang menelan ludah melihat Edar menatap tajam ke arahnya.


" Dokter pasien sudah sadar" kata suster pendamping Gilanh.


" Ahh" Gilang tak mendengar perkataan suster. Edar memukulnya dengan bantal.


" Apa kau tak mendengarnya cepat periksa Luna" kata Edar, dengan santainya duduk disamping Luna, sambil mencium tangannya.


Gilang menggarut keningnya. " Syukurlah Luna sudah sadar kalau tidak orang ini semakin gila" kata Gilang, tapi Edar tak menghiraukannya malah asyik dengan menatap Luna.


Gilang melakukan pemeriksaan laporan kesehatan Luna. " Keadaannya semakin membaik tapi harus istirahat beberapa hari di rumah sakit, kak apa sudah menghubungi orang rumah? " Gilang merapikan peralatannya.


Kediaman perkasa


Mommy Farah menyiapkan makanan untuk suami dan cucunya.


" Oma kapan kita ke rumah sakit" kata Sidyen, menghabiskan makanannya.


" Kita akan ke rumah sakit setelah selesai makan, oma akan menyiapkan makanan untuk daddy kalian" kata Mommy mayang.


Daddy Prabu hanya menyaksikan istrinya melayani cucunya apalagi Anindira sudah aktif.

__ADS_1


Drt drt drt


Tuan Prabu mengangkat teleponnya ksrena menghubunginya Edar.


" Hal" terputus karena Edar memotong pembicaraannya.


" Halo daddy cepatlah datang ke rumah sakit Luna susah sadar" Edar memutuskan panggilsnnnya secara sepihak, membuat tuan Prabu kesal karena ulah putranya.


" Dasar anak ini memutuskan panggilan secara sepihak" kata Daddy Prabu dengan kesalnya, mommy Farah hanya menggelengkan kepalanya melihatnya.


Sikembar tahu pasti yang menghubungi opanya adalah Edar.


" Opa apa yang dikatakan daddy, mommy tak apakan" kata Alfatih, khawatir. Membuat Mommy Farah dan sikembar menatap tuan Prabu bersamaan.


Tuan Prabu menepuk kepalanya dia baru sadar dengan berita yang di sampaikan oleh putranya.


Kalian cepat selesaikan makanannya, kita harus je rumah sakit sekarang. Karena Luna sudah sadar dari komanya" kata daddy Prabu dengan bahagianya.


Membuat mereka mendengarnya terkejut karena sudah seminggu lebih Luna koma, sikembar tak sabar lagi ingin menemui Luna mereka segera je kamar untuk bersiap beruntung hari ini libur hingga mereka tak perlu bolos sekolah.


Mommy Farah juga menyiapkan makanan untuk putranya dibantu oleh pelayan, sedangkan Anindira sudah bersiap dengan bantuan susternya karena Edar tang memintanya agar putrinya di urus oleh suster untuk sementara.


Karena dia tahu bahwa orangtuanya akan kerepotan mengurus ketiga anaknya walaupun sikembar dapat mengurus diri mereka sendiri tapi Edar masih cemas.

__ADS_1


Setelah bersiap mereka menuju Farah Hospit se l diantar oleh supir pribadi daddy Prabu.


__ADS_2