
Tok tok tok ,pelayan membuka pintu nampaklah gilang, ayu, cinta dan dokter yang merawat alfatih.selamat datang tuan gilang, nona dan dokter" sapa pelayan.
" Dimana luna? cinta, khawatir. " nyonya muda ada di kamar tuan muda alfatih, dok" kata pelayan. mengantar mereka ke lantai tiga dimana kamar Alfatih berada.
kret pintu terbuka " tuan, tuan gilang dan dokter telah datang" kata pak rudi, memberi salam. ada raut kesedihan di wajah pak rudi melihat anak sekecil al menderita.
" Dokter cepat petiksa putraku dia tadi memakan cake kemudian muntah" penjelasan edar. " baik tuan, saya akan memeriksa tuan muda Alfatih" kata dokter.
" Dion, pak rudi ada apa dengan kalian, mengapa wajah kalian terluka" kata gilang. " aku yang menghajarnya karena berani menghidangkan makanan membuat putraku muntah" kata edar, tanpa menarap gilang.
gilang meminta cinta untuk mengobati luka dion dan salah satu mengobati pak rudi. " sebenarnya apa yang terjadi ?" cinta. " tuan muda Al tidak sengaja memakan cake yang kami sediakan " penjelasan pak rudi.
" pak, tidak sepenuhnya salah Al saat ini memang tidak diperbolehkan makanan yang manis" kata cinta. " terima kasih nona, kami akan lebih berhati dalam mengolah makanan untuk tuan muda Al" seru pak rudi.
pak rudi meninggalkan cinta dan dion melanjutkan pekerjaannya, suster telah kembali ke kamar Alfatih.
" apa ini sakit, tuan edar pasti sangat kasar melukai anda" kata cinta, mengobati dion. " saya pantas menerimanya karena telah menghentikan tuan edar" kata dion, menghentikan tangan cinta ketika menhobatinya.
__ADS_1
" jika anda tidak menghentikannya pak rudi pasti terluka parah dan luna pasti ketakutan" kata cinta.
" sebenarnya aku bahagia karena luna dan sikembar sudah ada yang melindungi mereka " kata cinta, menatap sedih ke arah pintu kamar Alfatih.
Dion tiba saja memeluk cinta dan membisikan sesuatu membuat cinta tersenyum. " setelah tuan Al sembuh, maukah anda menerimaku" bisik dion, membuat cinta merona merah.
tanpa mereka sadari Gilang dan Ayu melihst semuanya dan tersenyum.
" Dokter, bagaimana keadaan putra kami" kata edar, dengan lirihnya. memeluk Alfatih. " tuan, nyonya sepertinya tuan muda Al juga mengalami luka dalam. dari saya lihat tuan muda Al merasakan sakit pada area tubuhnya" penjelasan dokter.
" terus apa yang dilakukan dok agar cucu kami tidak merasa kesakitan " kata daddy prabu, memeluk istrinya.
" maaf tuan, sebaiknya kamar tuan muda Al dipindahkan ke lantai satu agar tidak terjadi hal lain, dan pengobatan untuk tuan muda Al segera dilakukan" kata dokter.
" pak rudi kau dengar penjelasan dokter segera kau urus kamar dilantai bawah untuk cucu kami" kata tuan prabu, nemberi perintah.
" baik tuan besar, kami akan membersihkan kamar di lantai bawah " kata pak rudi, segera menghubungi pelayan untuk membersihkan kamar di lantai bawah.
__ADS_1
" edar ini yang kamu minta catatan nutrisi untuk Al dan beberapa larangan, dan sebaiknya Al jauhkan dari benda tajam juga barang di rumah di atur agar Al tidak terluka" kata gilang.
Edar menangguk sedih dan menenangkan Aidyen terus menangis.
sepergian gilang dan lainnya Edar, orangtuanya dan dion bicara mengenai keselamatan Alfatih.Luna dan aidyen menemani Al di kamar.
" mom, dad mengapa semua ini terjadi pada putraku" kata edar, menangis, mengusap wajahnya secara kasar.
" untuk sekarang ini kita ikuti saran gilang dan pengobatan yang telah dijadwalkan untuk putramu " kata tuan prabu, menepuk punggung edar.
" dad, ed apa perlu kita mencarikan perawat untuk mengawasi Alfatih. mommy takut hal ini terulang" kata mommy. " tapi momm edar tidak percaya pada orang lain untuk merawat putraku" tolak edar.
" tapi nak kamu sibuk di kantor dan luna tak aka sanggup merawat Al sendirian " kata mommy. " baiklah mommy edar akan membicarakan hal ini dengan luna" kata edar.
Edar meninggalkan orangtuanya dan menemani istri dan kedua putra kembarnya istirahat. edar menatap langit kamarnya. apakah ini hukuman baginya telah melukai seorang gadis dan sekarang menjadi istri yang sangat dia cintai.
Edar berjanji pada dirinya agar kejadia ini tidak akan terulang lagi. dia akan melindungi keluarga kecilnya dengan hidupnya.
__ADS_1