Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 145


__ADS_3

Vino berhasil mendapatkan hadil rekaman CCTV bahkan lebih dari apa yang dia butuhkan, ternyata sudah beberapa hari ini Nandhu mematai Luna selama di rumah sakit.


Tapi sejak Vino menjadi pengawal Luna dia tidak lagi muncul tapi orang lain.


" Sebaiknya ini kuberikan pada tuan muda nanti" kata Vino, menyimpan rekaman itu dalam kantongnya dan kembali ke tempat Luna.


Dion juga sudah mendapatkan rekamana CCTV acara kemaren, dia tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkannya karena tuan Irgi langsung mengizinkannya tanpa curiga sedikit pun.


Bahkab dia hanya mambutuhkan waktu tiga hari untuk mengumpulksn semuanya menengai Nandhu ketika kuliah, kebetulan dia memiliki kenalan yang bekerja disana sebagai admin kampus hingga memudahkannya untuk mencaritahu tentang Nandhu. " Syukurlah semuanya sudah kudapatkan, sekarang akan kuberikan ini pada tuan secepatnya" guman Dion.


Dion segera menemui Edar di kantornya karena dia sudah menrnukan petunjuk menengai Nandhu.


Luna hari ini pergi ke butik karena sudah dua hari dia tidak berkunjung ke sana, hari ini dia berniat memeriksa laporan dan membuat beberapa desain baru, dua berniat tahun ini dia membuat desain bertema anak-anak.


Luna diantar oleh Vino sambil membawa Anindira yang terus merengek tidak mau ditinggal.


" Putri mommy ini kenapa terus menangis" kata Luna, menimang putrinya.

__ADS_1


,


hiks, hiks, hiks Anindira terus menangis sampai hidungnya merah. " Bibi Anin ken add pa dari tadi dia terus menangis" kata Luna , pada pelayan di sampingnya.


" Mungkin nona kecil tidak mau berpisah dengan nyonya" kata Pelayan dengan hati-hati. Luna tersenyum pada putrinya yang terus terisak.


" Baiklah putri mommy ini akan menemani mommy ke butik" kata Luna, sambil mencium seluruh wajah Luna.


" Bibi tolong persiapkan barangnya Anin, aku akan membawanya ke butik" seru Luna. " Baik nyonya" bibi segera mempersiapkan barang Anin.


" Sepertinya hari ini nona kecil ikut" kata Vino. " Ya dari radi dia terus rewel, Vino pelan saja" kata Luna takut putrinya terganggu karena dia sudah tenang.


" Baik nyonya" kata Vino, menjalankan mobilnya ke LK butik.


Tanpa disadari mobil mereka diikuti oleh beberapa kendaraan, Vino melihat ke spion ada yang mengikutinya. Dia harus tetap tenang karena ada Luna dan Anindira.


Mobil yang di kendarai oleh Luna semula pelan menjadi cepat membuat Luna terkejut.

__ADS_1


" Vino ada apa ?" Luna, memeluk putrinya karena mobilnya berjalan kencang. " Nyonya mobil kita diikuti berpeganglah dengan kuat" kata Vino yang terus melajukan mobilnya.


Mobil terus melaju dengan cepat entah seperti susah ada yang mengaturnya hingga perjalanan sangat sepi, hingga tidak ada yang terganggu dengan ini.


Di sekolah


Sikembar tidak merasa tenang mereka tiba memikirkan mommy dan adiknya, hingga selama pelajaran yang disampaikan oleh guru mereka tidak fokus.


" Ai dari tadi Al terus memikirkan mommy dan adik Anin, dan kenapa guru ini lama" kata Al, yang menatap jendela wajahnya terlihat gelisah.


Sikembar tidak fokus sampai pelajaran selesai sedangkan Reyhan terus memandang sahabatnya, dia tanpa ada niat pun mengannggu sahabatnya.


Taklama Bel berbunyi sikembar berlari ke parkir mereka harus cepat sampai ke rumah, mereka sangat mengkhawatirkan Luna.


" Pak ayo cepat pulang" kata Aidyen, pada supirnya. Supirnya menanggukan kepalanya dia hanya menuruti perintah tuan mudanya yang terlihat tegang.


Setelah pamit pada Reyhan mereka segera menuju ke kediaman keluarga Perkasa.

__ADS_1


__ADS_2