Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 149


__ADS_3

Nandhu terus mengawasi keadaan untuk mencari kesempatan agar dapat membawa Luna padanya, dia menatap tajam pada Vino yang sudah berdiri tegak di depan anak buahnya. Dia tahu bahwa Vino bukanlah orang yang dapat dia remehkan terlihat dari Vino meelawan anak buahnya yang mengejarnya.


" Akhirnya kau keluar juga cepat serahkan wanita dalam mobilnya" kata musuh. Vino menatap sunis pada mereka di hadapannya.


" Jangan harap kalian dapat membawanya sebelum melangkahiku" kata Vino dengan dinginnya, dia harus mengulurkan waktu sampai Edar datang.


" Cepat serang dia kita tak memiliki waktu lagi karena bos sudah menunggu " kata temannya.


Vino tersenyum smirk san bersiap untuk melawan musuh yang sudah bergerak.


" Sepertinya aku harus bermain disini dulu sebelum tuan datang, sudah lama aku tak bermain" kata Vino.


Akhirnya terjadi pertarungan abtara Vino dan anak buah Vino. Luna tak berani melihat pertarungan yang terjadi dia hanya memeluk putrinya sambil berdoa.


Kediaman Perkasa.


Orangtua Edar dan sahabat Luna merasa khawatir sudah seharian belum mendapat kabar dari Edar menengai Luna.

__ADS_1


Gilang juga berada di kediaman Perkasa dia langsung kesana setelah Ayu memberi kabar padanya.


" Sayang, apa kalian sudah mendapat kabar? " Gilang baru datang dan langsung duduk di samping istrinya setelah menyapa orangtua Edar.


" Belum mas sekarang sudah sore kami belum mendapat kabar, mas Ayu khawatir dengan Luna dan Anindira mereka pasti ketakutan" kata Ayu, menangis dalam pelukan Gilang.


Gilang memeluk istrinya sambil menenangnya, sedangkan Cinta menangis dalam dia tidak ingin keadaan semakin tegang.


" Aunty dimana mommy? " Alfatih ternyara sudah di depan Cinta. Membuat mereka terkejut karena tak menyadari bahwa sikembar sudah di hadapan mereka.


" Oma, Opa kapan mommy dan aduk pulang" ?" Audyen dengan sedihnya, dia mengerti dengan keadaan saat ini.


Sikembar menanggukan kepalanya dan duduk antara opa dan omanya.


Edar dan Dion masih dalam perjalanan menuju lokasi yang diberitahu oleh Vino.


" Dion, apa masih jauh? " Edar dengan tak sabarnya. " Benar tuan lokasi kita dengan lokasi nyonya masih jauh" kata Dion.

__ADS_1


Edar mengusap wajahnya dengan kasar dan meminta Dion agar lebih cepat lagi. Dion segera menambah kecepatan mobilnya.


Vino masih melawan musuhnya dengan sendirian tak ada rasa lelah yang dia rasanya tapi dua merasa senang seperti mendapatkan permainan yang seru.


" Dia hebat juga" kata Abimana, menanggumi Vino melawan anak buah Nandhu. Nandhu masih menatapnya dengan tajam dia hanya menatap ke arah mobil dimana Luna berada.


Zidan masih mematau keadaan melalui CCTV dia tak ingin mengacaukan keadaan walau dia sudah tahu keberadaan Nandhu, dia melihat bahwa Edar hampir sampai pada Luna karena tugasnya ganya memamatau keadaan.


" Sepertinya Vino tak membutuhkan bantuan" kata Zidan, ketika dia akan menghubungi temannya. malah asyk menonton pertarubgan yang terjadi.


Nandhu melihat jeadaan dan seowrtinya inilah saaatnya memvawa kabur Luna dari Edar, dua melihat Vino sangat sibuk dengan abak buahnya.


" Abi tetaplah dimobil aku akan menjemput Luna dan membawanya pergi dari negara ini" kata Nandhu, dengan senyuman yang penuh dengan kemenangan.


Abimana hanya menangggukan kepalanya sambil melihat Nandhu keluar dari mobil dan mendekati mobil Luna.


" Dia apa yang dilakukannya" kata Zidan dengan tegang terlihat jelas dari CCTV Nsndhu mendekati Luna.

__ADS_1


" Tuan cepatlah datangnyonya dalam bahaya" seru Zidan. Nandhu penuh dengan senyuman mendekati Luna, Vino menjadi khawatir melihat Nandhu akan memvuka pintu mobil dua sempat melihat dari jauh ada mobil yang mengawasi mereka.


" Jauhkan tanganmu"


__ADS_2