
Cahaya matahari memasuki kamar dimana sikembar dan Anindira tidur.
tok, tok, tok.
Pelayan yang ditugaskan untuk menjaga sikembar yang diminta oleh tuan Prabu.
" Pagi nyonya maaf saya kesiangan" kata pelayan, melihat mommy Farah sudah di depan pintu kamar.
" Tidak apa bi apa mereka belum bangun, bi" seru mommy Farah. " Kalau begitu saya permisi nya" kata pelayan.
Mommy Farah menanggukan kepalanya dan masuk ke dalam melihat cucunya tidur saling berpelukan.
" Nak cepatlah sadar kasihan mereka yang masih membutuhkanmu" kata Mommy Farah, duduk disamping cucunya.
" Oma" seru Alfatih dengan suara serak yang masih mengantuk. " Sebaiknya Al sekarang mandi oma akan membangunkan Aidyen" kata mommy Farah.
Alfatih segera bangun segera ke kamar mandi sedangkan mommy Farah membangunkan Aidyen untuk berangkat ke sekolah.
Ayu dan Cinta masih berada di rumah kediaman Perkasa menyiapkan makanan untuk lainnya. Tak lama dikembar dan orangtua Edar datang.
__ADS_1
" Selamat pagi om, tante sayang" kata Ayu, meletakan nasi goreng di atas meja. " Hari ini aunty yang akan mengantar kalian ke sekolah" kata Cinta, setelah menikmati makanannya.
" Tapi kami tak ingin sekolah aunty, kami ingin bertemu mommy" Seru Aidyen. Yang lainnya hanya tersenyum.
" Ya sayang kita akan menemui mommy tapi sebelumnya kalian harus ke sekolah, jika mommy tahu kalian libur pasti mommy akan sedih" bujuk Mommy Farah.
Akhirnya Aidyen dan Alfatih diantar oleh Cinta kesekolah sedangkan Ayu menjaga anaknya dan putra Cinta. Orangtua Edar pergi ke rumah sakit fi antar oleh supir keluarga.
Farah Hospital
Gilang memeriksa Luna terlebih dahulu sebelum di pindahkan ke ruang rawat VVIP.
Dengan bantuan Edar membawa Luna ke ruangan VVIP dimana ruang rawat Luna. Gilang kembali memasang alat ke tubuh Luna.
" Kak tadi Dion menitip ini" kata Gilang menyerahkan berkas pada Edar. Dion sebelum ke kantor menyerahkan berkas ke Gilang untuk ditanda tangani.
" Ya tadi aku menghubunginya karena aku untuk sementara akan bekerja di rumah sakit, aku tak ingin meninggalkan Luna" kata Edar.
Gilang menanggukan kepalanya kemudian permisi karena dia harus memeriksa pasien lainnya.
__ADS_1
Drt, drt, drt
" Halo dad" Ternyata yang menghubungi Edar adalah orangtuanya bertanya dimana ruang Luna, ketika di ruang ICU ternyata kosong.
" Sayang dimana kalian kenapa ruang ICU tempat Luna kosong, apa terjadi sesuatu? " Daddy Prabu khawatir.
" Nggak dad Luna sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP 1 lantai tiga" kata Edar.
: Baiklah daddy dan mommy akan ke sana sekarang".Daddy Prabu mengajak istrinya ke ruangan VVIP dimana Edar berada.
" Sayang syukurlah Luna tak lagi di ruang ICU" kata Mommy Farah, setelah datang bersama daddy Prabu.
" Tapi Luna masih koma mom, dad" kata Edar tertunduk sedih. " Nak bersabarlah kamu harus kuat demi keluargamu" kata Daddy Prabu.
" Ini Daddy dan mommy membawa pakaian ganti" kata Daddy Prabu meletakan tas atas meja. Sebrlum ke rumah sakit meteka sempat meminta pelayan untuk menyiapkan pakaian untuk putranya.
.Edar mengambil stelan pakaiannya ke kamar mandi sejak kemaren dia belum membersihkan tubuhnya, Mommy Farah menuju ke brankar melihat Luna dia mengelus hijab Luna.
" Dadd bagaimana anak? " Edar sudah keluar dari kamar mandi. " Sikembar diantar oleh Cinta ke sekolah sedangkan Anindira bersama Ayu dirumah" kata Daddy Prabu.
__ADS_1