
Edar berada di kamar bersama Luna sejak kamar Luna dipindahkan ke lantai bawah dia juga memutuskan untuk pindah ke bawah menemani Luna.
" Sayang cepatlah bangun dan lihatlah putrimu dia cantik seperti dirimu dan sikembar sibuk menemaninya mereka bshkan melarang pelayan untuk membantu" kata Edar, mencium pipi Luna.
" Sayang aku merindukanmu" kata Edar, ikut terlelap karena besok dia harus mengurus putra kembarnya ke sekolah.
Keesokan harinya terdengar suara adzan subuh mengkumandang sampai terdengar dalam kamar. Edar membuka matanya tersenyum melihat Luna di sampingnya.
" Sayang aku sholat dulu kemudian lihat anak- anak kita" kata Edar. pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya dan melaksanakan ibadah.
Setelah berpakaian rapi dia menuju ke kamar sikembar dan putrinya, dia melihat pelatan yang baru keluar.
" Tuan muda" kata pelayan. " Bagaimana mereka?" Edar. " Tuan Aidyen dan Alfatih sudah rapi tuan, mereka bersiap sendiri kalau nona Anindira sedang minum susunya" kata Pelayan.
" Kamu boleh melanjutkan pekerjaan" seru Edar. " Permisi tuan" kata pelayan, memberi hormat. Edar membuka pintu terlihat anak - anaknya tersenyum padanya.
Edar tersenyum. " Kalian sudah siap untuk ke sekolah" kata Edar. " Sudah daddy tadi malam kami persiapkannya" kata Aidyen, memasang sepatunya.
__ADS_1
" Daddy kami ke sekolahnya sama siapa?" Alfatih memakai tasnya. " Mulai sekarang kalian diantar daddy, tapi nanti kali ini di jemput Aunty Dewi atau aunty putri daddy ada rapat siang nanti" kata Edar.
Sikembar menanggukan kepalanya. " Kalian turyn kebawah dulu opa dan oma sudah menunggu di meja makan, daddy mau melihat adik kalian" kata Edar.
" Baik dad, ayo Ai kita kebawah" ajak Alfatih. Sikembar sudah menuju ke meja makan dimana opa dan oma menunggu.
Edar tersenyum melihat putrinya yang sudah menghabiskan susunya, Edar menggendingnya dan mencium pipinya yang chubby.
" Ternyata putri daddy ini sudah wangi Anin mau menemani daddy ke kantor?" Edar. Dengan senangnya Anin menggoyangkan kakinya dan memukul Edar dengan tangan mungilnya.
" Baiklah kita ke meja makan temui kakak kembarmu" kata Edar.
" Bibi tolong siapkan barangnya Anin Edar akan mengajaknya ke kantor" kata Edar. " Baik tuan" ucap pelayan.
" Edar kamu akan membawa putrimu ke kantor" kata Daddy Prabu. Edar hanya menanggukan kepalanya sambil makan roti bakar.
" Tapi nak kamu pasti kerepotan nanti, biar putrimu bersama mommy" kata Mommy Farah. " Tidak mom hari ini Edar yang akan mengurus mereka sendiri" kata Edar, meyakinkan orangtuanya.
__ADS_1
Daddy Prabu melarang mommy farah untuk bicara lagi.
" Baiklah jika itu keputusanmu, Daddy dan mommy akan mendukungmu" kata Daddy Prabu, menenangkan istrinya yang khawatir.
" Tuan ini semua yang dibutuhkan oleh nona Anin" kata Pelayan, meletakan tas di samping Edar. Edar menanggukan kepalanya.
Taklama Dion datang bersama Cinta karena dia ada praktek di rumah sakit.
" Selamat pagi Tuan, Nyonya" kata Dion. Mereka hanya menanggukan kepalanya. " Cinta, apa nsnti bisa menjemput mereka ke sekolah karena nanti siang kami ada rapat" kata Edar.
" Bisa tuan kebetulan hari ini Cinta hanya ada praktek pagi hari, sayang nanti setelah pulang sekolah tunggu aunty ya" kata Cinta.
" Baik aunty, Daddy kami juga ingin ke kantor nanti" kata Aidyen, mengelap bibirnya. " Baiklah jika Cinta tidak keberatan" kata Edar.
" Saya tidak keberatan tuan sebenarnya hari ini jadwalku pemeriksaan kandungan nanti siang, jadi Cinta juga ingin mas Dion menemani" kata Cinta, dengan hati.
" Tuan jika anda keberatan saya bisa". " Dion kamu bisa menemani Cinta ke dokter setelah mengantar mereka ke kantor biar Maya yang menemani di rapat nanti" kata Edar.
__ADS_1
" Terima kasih tuan" kata Dion. Akhirnya mereka berangkat bersama dengan Anindira dalam pangkuan Edar. Terlebih dahulu mereka mengantar sikembar ke sekolah kemudian Cinta.
Dan melanjutkan perjalanan ke Perusahaan Perkasa Group. Anin sangat tenang dalam pangkuan Edar sampai tiba.