
Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang Luna terbangun dan senyum melihat anak-anaknya tidur di sebelahnya.
" Mas edar, tidur di sana" kata Luna, terkejut melihat Edar tidur di sofa. Luna turun dari tempat tidurnya secara perlahan agar anaknya tidak terganggu.
Luna menyelimuti Edar sambil tersenyum ketika Luna menuju ke kamar mandi, tangannya di tarik oleh Edar hingga jatuh ke pangkuan Edar.
" Mas edar" jerit Luna. " Ups sayang nanti mereka terbangun" kata Edar. Mereka saling menatap Edar tersenyum melihat wajah istrinya tersipu malu, dia menatap bibir mungil Luna yang terlihat manis.
Edar mencium bibir istrinya dengan manis Luna membalasnya, mereka hanya berciuman tanpa hasrat karena Luna menghentikannya.
" Sayang" kata Edar dengan seraknya, Luna tersenyum, mengusap wajah tampan Edar. " Mas kita sholat dulu, mas harus ke kantor dan anak- anak harus sekolah" kata Luna.
" Baiklah, sayang" kata Edar, dengan lemahnya pergi ke kamar mandi. Luna tersenyum melihat tingkah suaminya.
Luna membangunkan putra kembarnya. " sayang ayo bangun" kata Luna, mengusap rambut putra kembarnya. " Mommy" kata si kembar dengan khas baru bangun.
__ADS_1
" Sekarang kalian harus bersiap untuk ke sekolah, mommy akan memasak untuk kalian" kata Luna. Sikembar keluar dari kamar Luna menuju kamar mereka untuk bersiap ke sekolah.
Luna menuju dapur ternyata sudah ada Ayu, Cinta dan mommy farah, mereka tersenyum melihat kedatangan Luna.
" Sayang kenapa kemari kamu harus istirahat" kata Mommy Farah. " Luna sudah sehat mom" serunya.
" Yang dikatakan tante Farah itu benar Luna, kamu harus istirahat karena kakimu baru saja sehat jadi tidak boleh berjalan terlalu lama" kata Ayu, membawa Luna ke ruang makan.
Luna hanya menghela nafasnya. Tak membutuhkan waktu yang lama masakan sudah masak, Edar dan lainnya sudah bersiap dengan pakaian rapi.
"Mommy Al ingin omelet" katanya, menunjuk omelet isi daging. " Ai juga ingin sayang?" Luna.Aidyen menggelwngkan kepalanya , Aidyen mengambil nasi goreng di hadapannya.
Setelah menikmati sarapan mereka pergi ke tempat tujuan mereka masing, Ayu dan Gilang mengantar si kembar ke sekolah karena Edar belum mendapatkan bodygoard yang tepat untuk anaknya.
Tinggalah Cinta dan Luna di rumah sedangkan mommy Farah dan daddy Prabu pergi karena ada pertemuan dengan teman lama mereka.
__ADS_1
" Luna, apa yang kamu fikirkan?" Cinta. Luna menghela nafasnya menatap Cinta dengan sendunya.
" Aju hanya merasa bersalah dengan mas Edar karena tidak mempercayai ucapannya" kata Luna. Cinta mengerti apa yang membuat Luna cemas.
"Luna sekarang lupakan semua itu sekarang kanu harus lebih mempercayai ucapan tuan Edar, itu pasti terbaik untuk kalian" kata Cinta.
Cinta tersenyum melihat Luna melamun. " Luna bagaimana kamu beri kejutan untuk tuan Edar?" Cinta.
" Itu ide bagus tapi nanti siang mas Edar mengajakku ke rumah sakit" kata Luna, terlihat bingung.
" Um bagaimana kamu membuat sesuatu untuk tuan Edar, sebelum jam makan siang kita ke sana dan memberinya kejutan" kata Cinta.
Luna memikirkan sesuatu, dia tersenyum. " Cunta dimana mesin jahitku" kata Luna. " Ada di sebelah ruang kerja tuan Edar karena selama kamu koma dia selalu membersihkan barangmu, memangnya kamu ingin membuat apa Luna waktu kira tidak cukup" kata Cinta.
" Masih sempat kita memiliki waktu dua jam Luna akan memberikan dasi yang indah " kata Luna, dengan semangatnya menarik Cinta ke ruangan dimana mesin jahitnya berada.
__ADS_1
Luna membuat dasi untuk Edar walau sudah lama dia tidak menggunakan mesin jahitnya, tapi keahliannya tidak hilang.
Akhirnya dasinya sudah siap mereka menuju ke Perusahaan Perkasa Group