
Ruangan VVIP dimana Luna di rawat sangat berisik selain datangnya sikembar juga orangtua Edar, sahabat Luna juga sudah datang.
Ayu dan Cinta sengaja mempercepat pekerjaannya demi menjenguk Luna.
" Luna kami senang sekali melihat sydah sadar, rumah sakit tak asyk tak ada dirimu, bahkan asistenmu di butik sering sekali bertanya tentangmu hampir telingaku tuli olehnya" kata Cinta, memeluk Luna.
" Luna bagaimana keadaanmu?" Ayu. Luna tersenyum melihat keantusiasan sahabatnya.
Mereka disana hanya menggelengkan kepalanya melihat ketiga wanita itu mengobrol.
" Sayang lihat mamimu sampai melupakan kita" kata Gilang, menggendong putranya. " Mas jangan berisrik lihat Dion sangat tenang menggendong putranya" tunjuk Ayu pada Dion berdiri di dinding sambil menggendong putranya.
" Kalian tidak nakal kan selama mommy di rawat" kata Luna, pada sikembar, yang duduk disampingnya sedangkan Anindira d as lam gendongan Edar.
"Nggk mom bahkan kami menjaga adik Anin agar tak rewel" kata Alfatih. " Kalian putra mommy yang dapat diandalkan" kata Luna, memeluk putranya.
" Nak mommy dan daddy senang melihatmu dudah kembali kasihan suamimu sejakmu koma dia terus menjagamu" kata Mommy Farah, mencium kening menantu kesayangannya sedangkan daddy Prabu mengelus hijab Luna.
__ADS_1
" Maafkan Luna mom, pasti mereka nerepotkan kalian" kata Luna tertunduk sedih. Edae menghapus airmata istrinya.
" Kita tak merasa repot malah senang karena mengurus ketiga cucu kami, benarkan dad? " mommy Farah.
" Nak apabyang dikatakan oleh mommymu benar. Baiklah sebaiknya kita pulang biar Luna iistirahat kalian ingin disini atau ikut opa pulang? " Daddy Prabu pada cucunya.
Sikembar tersenyum dan menggelengkan kepalanya. " kami masih disini opa" kata Aidyen, memeluk Luna diikuti oleh Alfatih bahkan Anindira memeluk leher Edar.
" Baiklah sepertinya Anin juga ingin disini, nanti mommy minta pak Rudi untuk mengantar barang kalian" kata Mommy Farah.
Kemudian mereka keluar dari ruangan Luna dan pergi ke tujuan masing-masing, sedangkan Dion menuju perusahaan karena masih ada pekerjaan.
Luna juga senang mas karena dapat berkumpul bersama lagi" kata Luna, membalas pelukan suaminya.
Taklama Pak Rudi datang bersama pelayan mengantar barang sikembar juga Anindira bahkan makanan. Kemudian mereka pamitan karena tugasnya sudah selesai.
" Sayang ayo makan mommy bawa sop hangat" kata Edar, memberikan makanan pada Luna. Sikembar juga mengambil makanannya sedangkan Anindira disuapi oleh Edar.
__ADS_1
Luna bersyukur karena dia dapat melihat kebahagiaan dari keluarga kecilnya.
Kediaman perkasa.
Dari rumah sakit mommy Farah langsung meminta pada pak Rudi untuk mengantar barang cucunya dan makanan untuk mereka.
" Daddy, mommy bahagia sekali karena menantu kita sehat, mommy tidak sanggup melihat putra kita seperti kemaren, dia seperti kehilangan semangatnya" kata Mommy Farah.
" Sudahlah momm sekarang kita berdoa agar menantu kita dapat kembali pulang dan berkumpul bersama lagi" kata Daddy Prabu, menenangkan istrinya.
Selesai menghabiskan makanan Edar menyuruh snaknya untuk tidur.
" Mas biar Anin bersama ku" kata Luna. " Tapi sayang kamu masih sakit, nanti Anin menengai infusmu, bagaimana? " Edar.
" Mas tak apa biar Anin bersamaku ksmu pasti lelah mas dari tadi menggendong Anindira" kata Luna merentangkan tangannya agar Edar memberikan putrinya.
Edar memang merasa lelah dengan hati dia meletakan putrinya didekat Luna. Kemudian dia memibdahkan putra kembarnya dibrankar samping istrinya sedangkan dia tidur di bawah.
__ADS_1
Edar sempat memibta Gilang agar menyediakan satu kasur lagi.