Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 113


__ADS_3

Ditaman


Luna sedang menjalani Fisioterapi yang ditemani oleh ahlinya, Cinta dan sikembar bermain dengan Faiz.


" Sayang ambil air untuk mommy kalian agar lebih rileks" bisik Cinta. " Biar Aidyen yang mengambilnya " kata Aidyen. Ketika dia mengambil air tanpa sengaja dia mendengar ucapan daddynya membuatnya marah.


Edar pergi ke taman untuk melihat keadaan Luna sebelum dia pergi menyelesaikan masalah ini. Dia melihat istrinya berusaha berjalan menggunakan alat bantu berjalan.


" Sayang mas berjanji akan mengurus wanita itu agar tidak ada lagi menanggu kebahagiaan kita" ucap Edar.


Edar dengan berat hati meninggalkan kediaman keluarganya. " Tuan gawat" kata Dion, ketakutan dengan kabar yang akan disampaikan pada bosnya.Edar menatapnya tajam.


" Tuan wanita itu kabur ketika dalam perjalanan menuju ke markas mobil yang dibawanya di hadang oleh beberapa mobil dan mereka tidak sanggup melawannya, mereka tewas dan wanita itu ada yang membawanya tuan " kata Dion.


Edar menahan amarahnya sambil memejamkan matanya. " Ayo kita ke markas sekarang" kata Edar, dengan aura pembunuh.


" Kakak mau kemana?" Gilang. " Gilang untuk sementara ini tinggalah disini bersama keluargamu, temani Luna dan anakku aku harus mengurus masalah ini"kata Edar, tanpa memandang Gilang.

__ADS_1


Gilang menanggukan kepalanya dan Edar meninggalkan kediaman keluarga Perkasa.


" Semoga daddy dapat menemukan wanita itu agar daddy kembali bersama mommy" kata Aidyen, sedihnya. Ternyata Aidyen mendengarnya.


Tiba saja dada Luna menjadi sesak hingga dia melepa pegangannya dari alat terapinya." Mas Edar" kata Luna, dengan lirihnya.


" Luna, Bunda" teriak Cinta dan anak-anak. " Noba Luna baik saja maaf saya tidak menegang anda" kata suster, menemani selama Luna terapi.


" Luna kamu kenapa sampai keringat gini" kata Cinta, menghapus kerungat Luna. " Mommy" kata Alfatih.


" Daddy kalian dimana?" Luna. " Daddy ada pekerjaan mom tadi pergi bersama om Dion" kata Aidyen.


"Baiklah saya permisi dulu" kata Dokter, merapikan alat fisioterapi dan kembali ke rumah sakit.


Luna dan lainnya duduk di ruang tengah sambil memperhatikan sikembar bermain bersama Anindira dan Faiz.


" Luna, kamu masih memikirkan tuan Edar. Baiklah aku hubungi mas Dion" kata Cinta, menghubungi Dion tapi sibuk. " Sepertinya mereka sedan metting teleponnya sibuk" kata Cinta, merebahkan kepalanya di sofa.

__ADS_1


Markas besar Edar


Edar dan Dion sudah sampai di markasnya dan disambut oleh bawahannya. " Selamat datang tuan" kata Vino, merupakan tangan kanan Edar di markasnya.


" Cepat katakan bagaimana ceritanya wanita itu bisa lepas" kata Edar, dengan dinginnya. ' Kami sudah menemukan CCTV di tempat kejadian, tuan" kata Vino.


" Tunjukan " kata Edar. Vino segera ke tempat penyintai disana banyak komputer, Vino menunjukan hasil CCTV tadi siang.


Disana terlihat jelas bodygoard yang menjaga Dilla begitu mudahnya mereka habisi dan Dilla dibawa oleh mereka. Edar terus memperhatikan wajah orang yang membawa Dilla tapi tidak ada dia kenali.


" Mereka ini siapa dan apa hubungannya dengan wanita itu?" Edar, menatap tajam pada layar komputer.


" Kalian selidiki mobil itu milik siapa" kata Edar, menatap nomor plat mobil yang terekam oleh CCTV. Vino dan dion segera mencari tahu nomor plat yang terekam.


Edar masuk di dalam kamar di markasnya memang Edar memiliki kamar untuk dia istirahat. " Sayang sabarlah sebentar lagi mas akan menemukan wanita itu dan memberinya pelajaran" kata Edar, memandang fotonya bersama Luna taklama dia tertidur.


Luna berada di kamarnya yang ditemani oleh anak-anaknya dia tidak bisa tidur karena memikirkan Edar.

__ADS_1


" Maafkan Luna mas" kata Luna, dengan lirihnya akhirnya ikut bersama anaknya.


__ADS_2