
Mereka masih mengobrol hampir menjelang makanan siang. " Mom boleh tidak Luna ke kantor mas Edar, Luna ingin mengantar makanan siang: kata Luna, dengan malunya. Mommy farah merasa terharu mendengarnya meski dia belum sehat dia tetap perhatian pada putranya.
" Tapi sayang mommy cemas kondisimu sekarang ini belum pulih" kata Mommy mengelus hijab Luna. " Luna tidak kenapa mom disana ada mas Edar, Luna bisa diantar oleh supir" kata Luna terus membujuk.
Mommy Farah tidak tega menolak keinginan Luna untuk menemui putranya. " Baiklah sayang tspi mommy akan menghubungi Edar untuk memberitahunya bahwa kamu ingin ke kantornya" kata Mommy Farah. Luna menanggukan kepalanya sedangkan mommy Farah mencoba menghubungi Edar tapi tidak aktif.
" Apa dia sedang rapat hingga telponnya tidak aktif?" Mommy Farah, menghubungi Edar sekali lagi tetap tidak aktif
" Tidak apa mom biar Luna ke kantor mas Edar dengan pak supir, sekaligus memberikan kejutan untuk mas Edar. Luna akan mempersiapkan bekalnta dulu" kata Luna, mendorong kursi rodanya dan memanggil pelayan. Mommy hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat semangat menantu kesayangannya.
Setelah semua sudah siap bibi memberikan bekalnya pada Luna. " Nona ini bekalnya" kata pelayan. " Terima kasih bi, letakan saja di atas meja luna bersiap dulu dan mengajak Anin" kata Luna, pergi kekamarnya dan menggendong putrinya.
" Sayang kamu juga bawa Anin" kata Mommy Farah dengan bingungnya." Ya mom Anin tidak mau ditinggal" kata Luna, tersenyum.
Mommy Farah menanggukan kepalanya tidak lupa dia memanggil bodygoard untuk membantu Luna.
Di Perusahaan Perkasa Group terjadi keributan setelah karirnya hancur oleh Edar Dilla tetap meminta asistennya untuk mencari pekerjaan tapi tidak ada agensi pun menrimanya.
Sudah enam bulan berlalu sejak karirnya hancur Dilla yang tidak merasa terima dia menghampiri Perusahaan Edar.
" Nona ada mau kemana" kata satpam, yang melihat penampilan Dilla yang berantakan. " Saya ingin menemui Edar beraninya dia menghancurkan karirku" teriak Dilla.
__ADS_1
" Maaf nona anda tidak boleh masuk tuan Edar sedang sibuk" kata resepsionis, merasa kasihan melihat satpam yang berusaha agar Dilla tidak masuk.
" Hei kamu siapa, kalian tidak menengalku aku adalah wakil dari perusahan ZT Group sekaligua artis terkenal" ucap Dilla dengan sombongnya.
" Saya paham nona Dilla tapi saat ini tuan Edar tidak dapat diganggu" kata resepsionis." Minggir saya harus menemuinya" kata Dilla, mendorong resepsionis hingga terjatuh.
pertepatan dengan mobil Luna yang masuk ke Perusahaan dan berhenti di depan kantor, Supir mengeluarkan kursi roda untuk Luna Bodygoard membantu Luna untuk menggendong Anindira kemudian Luna duduk di kursi rodanya di bantu oleh supir, kemudian Anin diserahkan pada Luna tidak lupa dengan bekalnya.
" Maaf mbak mengapa kalian diluar?" Luna melihat kedua resepsionis kantor suaminya diluar dengan cemas. Mereka membalikan badannya dan terkejut melihat Luna.
" Nyonya, anda sudah sadar" kata resepsionis 1. dengan terkejutnya. Luna hanya tersenyum melihat terkejutan karyawan suaminya.
Tanpa mereka sadari bahwa Dilla masih berada disana dia melihat kedatangan Luna sebelum menaiki Life.
" Mari kita sambut wanita yang membuat tuan Edar menolakku" kata Dilla, menahan amarahnya. Dengan sombongnya Dilla mendekati Luna.
" Selamat siang nona kenalkan saya Dilla, saya rekan kerja tuan Edar saya mengucap selamat atas kesembuhan anda" kata Dilla senyuman penuh arti.
" Terimakasih nona Dilla" kata Luna dengan sopannya. " Wah putri anda cantik sekali" kata Dilla. Ketika dia akan menyentuhnya tiba- tiba Anin menangis.
" Cup..., Cup..., sayang putri mommy kenapa menangis" kata Luna khawatir melihat putrinya menangis.
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa nak bukankah kita ingin temui daddy" bujuk Luna, menenangkan putrinya. " Sepertinya putri anda masih mengingatnya ketika saya memukulnya dengan ini" kata Dilla, menunjuk tangannya.
" Nona hentikan jangan menanggu nyonya dan noba kami" kata Bodygoard bersama Luna. " Wah lihat ternyata dia membawa bodygoard" kata Dilla, dengan mengejek
" Maksud anda apa ?" Luna. Bodygord mencoba untuk menghentikan Dilla tapi suara Luna menghentikannya.
Luna masih menatap Dilla dengan penuh tanya. " Kamu tahu nona selama kau koma tuan Edar sering menghabiskan waktunya bersamaku" kata Dilla, memfitnah Edar.
Dilla tersenyumbmelihat reaksi Luna yang telah menangis atas hasutannya.
Dalam ruang rapat
Edar sangat emosi karena bawahannya tidak benar mengurus korupsi yang terjadi di pembangunan proyek terbarunya.
" Tuan" kata resepsionis, dengan nafas yang tersengal. ketika Dilla bicara denhan Luna dia langsung menemui bosnya.
" Ada apa?" Dion, dia tahu saat ini bosnya sedang emosi dengan permasalahan yang terjadi.
" Tuan nyonya Luna ada dibawah dan saat ini nona Dilla juga ada, saat ini mereka sedang bicara" kata resepsionis dengan gugupnya.
Edar terkejut mendengar bahwa istrinya berada disini dan mengambil HPnya ternyata banyak panggilan tak terjawab dari mommynya.
__ADS_1
" Dion kita temui istriku sekarang" tekan Edar.