
" Jika kau berani mencelakai mereka sedikit saja aku takkan melepaskanmu" Teriak Edar. " Ha,ha,ha, tuan Edar, kau saja tidak dapat berbuat apapun" tekan Yuni, kembali meremas perut Luna.
" Mas Edar tolong anak kita, hiks, hiks" Luna menangis hidteris karena bayinya terus menendang ditambah Yuni terus meremas perutnya.
Alfatih menatap Luna dengan lurus masih dalam tatapan kosongnya, tiba saja dia terbayang kata - kata Edar untuk menjaga adiknya.
Tiba saja Alfatih berdiri dan mendorong Yuni dari mommy. " Aw, hei anak kecil beraninya kau mendorongku" kata Yuni.
Alfatih menatap tajam Yuni dan mengalihkan pandangannya ke Luna. " Adik jangan nakal nanti mommy kesakitan" kata Alfatih memeluk perut luna. Luna tersenyum dan membelai rambutnya menatap sedih ke Edar.
Edar merasa teriris hatinya dia harus menyelamatan istrinya. " Kalian selamatkan istri kalian, tolong bawa Aidyen ke rumah sakit" kata Edar.
" Oh tidak semudah itu sayang jika kalian melangkah sedikit saja, lihat apa yang akan kulakukan padanya" kata Shinta, akan meninjak Alfatih. Alfatih terus memeluk luna, Luna ganya menggelengkan kepalanya.
" Shinta apa yang kau lakukan, Ha" teriak Edar, Edar memberi kode pada Dion untuk memberi serangan.
__ADS_1
Dion dengan hati mendekati Shinta dan mengeluarkan senjatanya. " Kalian serang mereka" kata Yuni, tidak sengaja melihat ada gerak aneh dari Dion.
Terjadilah perkelahian Bug, Brak Edar dengan kejamnya terus melakukan serangan pada mereka. Gilang menembak mereka jika ada yang mendekatinya. Dion berusaha mendekati Cinta yang terikat dengan dinginnya dia mematahkan tangan lawannya.
Dor. Dor
Edar menembak Yuni yang mana kakinya berada diatas Alfatih, membuatnya terjatuh karena edar tepat menembak jantungnya dan dia meninggal seketika.
Shinta yang melihat kemarahan Edar membuatnya ketakutan dan tubuhnya gemetaran. Gilang yang sudah sampai ke Ayu dia menangis melihatnya pingsan.
Dion yang masih melawan musuhnya berusaha melindungi Gilang dari musuhnya. " Tuan sebaiknya segera bawa nona Ayu ke rumah dan kalian berdua bawa tuan muda Aidyen dan Alfatih ke rumah sakit" kata Dion, melihat anak buahnya sudah berdatangan.
Mereka segera membawa Ayu dan sikembar ke rumah sakit. Edar tersenyum smirk melihat Shinta yang sudah pucat melihat anak buahnya yang sudah dihabisi oleh anak buah Edar.
" Sekarang giliranmu Shinta" kata Edar, mengarahkan pistol ke Shinta. Shinta yang ketakutan hanya bisa pasrah tidak ada yang bisa dia harapkan lagi.
__ADS_1
" Mas Edar, anak kita. Aw sakit" teriak Luna kesakitan bagian perutnya. Edar sadar bahwa luna kesakitan.
Dion sudah sampai pada Cinta membuka ikatannya dan menggendongnya untuk dibawa ke rumah sakit.
" Kalian bawa wanita gila ini ke tempat biasa" kata Edar. Anak buah Edar segera membawa Shinta ke ruang bawah tanah yang berada di Villa.
" Sayang, maafkan mas" kata Edar, memangku kepala Luna. " Mas anak kita harus selamat " kata Luna, dan mulai memejamkan matanya karena kesakitan dan pendarahan yang dia alami.
" Tuan muda mobilnya sudah siap" kata salah satu bawahannya. Edar yang sudah tak dapat menahan tangisannya segera menggendong Luna membawanya ke rumah sakit.
Dalam mobil.
Edar terus berbicara agar Luna membuka matanya, supir di depannya juga merasa sedih melihat tuan mudanya terlihat rapuh.
" Sayang bangunlah, anak Daddy kuatlah sayang tolong jaga mommy" kata Edar, dengan lirihnya. Dia dapat merasakan tendangan kuat dari perut Luna.
__ADS_1
" percepat jalannya " teriak Edar. Supir yang juga merasa ketakutan menuruti perintah Edar. Tak lama mereka sudah sampai di rumah sakit.