
Berlin Hospital
Rumah sakit Berlin terjadi kehebohan dan kepanikan karena kedatangan Edar Perkasa seorang Pengusaha nomor satu di London. Siapa yang tidak menengalnya seorang CEO yang berkuasa di dunia bisnis.
Para dokter berhamburan melihat Edar yang menggendong Luna yang sudah pendarahan hebat dan wajahnya terlihat pucat.
" Tuan mari ikut saya ke ruang operasi, kita harus melakukan operasi sekarang" kata Dokter wanita, memanggil suster untuk mempersiapkan semuanya.
Sekarang mereka sudah berada di ruangan operasi Luna harus menjalani operasi besar untuk menyelamatkannya dan anaknya.
Orangtua Edar yang mendapat kabar dari Gilang segera menuju Berlin, mereka sangat mengkhawatirkan vucunya dan menantunya.
Gilang dan Dion menemui Edar setelah memastikan keadaan istri mereka saat ini sudah mendapatkan perawatan.
" Kak tenanglah Luna dan bayinya pasti sehat saja, Gilang sudah memberitahu om dan tante. Mereka dalam perjalanan saat ini" kata Gilang.
__ADS_1
Dokter yang merawat sikembar berlarian mencari Gilang. " Maaf Dokter anak yang kembar anda bawa salah satunya terus menjerit" kata Dokter spesialis anak.
" Siapa yang anda maksud, dokter" kata Edae, dengan seraknya." Apa yang bernama Alfatih" seru Gilang. Dokter menanggukan kepalanya sedangkan Aidyen masih belum sadarkan diri karena pengaruh bius.
" Edar biar kami yang melihatnya" kata Tuan Prabu. Tuan dan Nyonya perkasa yang sudah datang ke Berlin. Daddy Prabu menenangkan putranya dan mommy farah menangis dalam pelukan putranya.
Dokter mengajak mereka ke bangsal anak untuk menemani cucu mereka.karena Edar harus menemani Luna di ruangan operasi.
" Dion, bagaimana keadaan istrimu?" Edar, menatap lurus ke pintu ruang operasi. " Keadaannya hanya mendapat luka ringan dibagian kepala dan kandungannya selamat" kata Dion. Gilang juga menanggukan kepalanya mengerti dari tatapan Edar.
" Dokter bagaimana keadaan istri dan anak kami?" Edar. Dokter berusaha untuk tenang dan menyampaikan kabar yang akan dia bawa.
" Tuan Edar anak anda berhasil kami keluarkan dan berjenis perempuan, karena istri anda mengalami kekerasan dan pendarahan hebat yang mengakibatkan putri anda lahir belum waktunya. Sehingga kami harus melakukan perawatan intensif di NICU" kata Dokter.
Ada perasaan lega mendengar bahwa putrinya lahir dengan selamat tapi kenapa harus putrinya yang mengalami hal ini.
__ADS_1
" Terus istri saya bagaimana, Dok" kata Edar dengsn lirihnya.Dia menunggu jawaban dokter sangat jelaa bahwa dokter gugup.
" Cepat katakan istri saya bagaimana" tekan Edar. Dokter menghela nafasnya mencoba mengatur nafasnya. Edar harus mengetahui tentang ini.
" Mohon maaf tuan karena istri anda mengalami pendarahan hebat dan mendapat perlakuan yang diterimanya. Itu membuat istri anda koma " kata Dokter.
Bug Edar terjatuh dan mengusap wajahnya dengan kasarnya. " Luna" kata Edar dengan lirihnya.
" Dokter terus sampai kapan keadaan Luna begitu?" Gilang, mewakili Edar untuk bertanya. " Mohon maaf dok gilang keadaan seperti ini tidak dapat kami perhitungan, nona Luna sangat banyak kehilangan darahnya " kata Dokter.
" Sekarang nona Luna sudah kami pindahkan ke ICU agar kami lebih mengawasi dengan intensif. Kami permisi" kata Dokter. meninggalkan mereka terlihat sedih.
Edar terasa dunianya sudah hancur bahkan putrinya yang baru saja lahir harus dirawat di NICU sekarang istrinya koma.
" Dion Gimana wanita itu?" Edar. Menunjukan wajah dengan tatapan pembunuh. " Wanita itu di ruang bawah di Villa, tuan muda" kata Dion.
__ADS_1
Edar merapikan jasnya dan meminta Gilang untuk menjaga keluarga dia dan Dion pergi ke tempat Shinta berada. Gilang hanya menanggukan kepala dia tahu bahwa kakak sepupunya dalam keadaan amarah yang besar.