
Dilla mulai membuka matanya dia heran berada dimana apakah ini tempat persembunyian Edar, dia berjalan didekat jendela dilihatnya pepohonan yang banyak.
tret pintu terbuka masuklah Nandhu dengan dinginya. " Anda sudah bangun nona" kata Nandhu.
Dilla membalikan badannya merasa takut dia melangkahkan kakinya ke belaksng. " Apakah snda temannya Edar yang menangkapku" kata Dilla, yang ketakutan.
Nandhu tanpa ekspresi berjalan dengan tangannya dimasukan ke dalam sakunya. " Nona saya tidak ada satu pautnya dengan orang itu, saya hanya menolong seseorang yang sedang di culik" kata Nandhu.
Dilla memikirkannta jadi dia sudah ditolong tapi siapa orang ini. " Maaf anda ini siapa?" kata Dilla.
" Akhirnya anda bertanya juga" kata Nandhu, tersenyum tipis. " Saya Nandhu yang menolong anda yang diculik baiklah jika anda sudah membaik keluarlah" kata Nandhu, pergi dari kamar itu.
Dilla masih dalam kebingungan apakah dia benar menolongku atau hanya ada sesuatu. Dilla bertanya dalam hatinya benar aku harus bertanya apa tujuannya untuk menolongku.
Setelah bertarung dalam fikirannya Dilla keluar dan disambut oleh pelayan. " Nona silahkan tuan sudah menunggu anda" kata pelayan membawa Dilla ke ruangan tengah. Nandhu melihatnya datang hanya tersenyum tipis.
" Silahkan duduk nona Dilla" kata Nandhu. Dilla terkejut dengan ini darimana dia tahu nama ku.
" Nona jangan terkejut aku mengetahuinya dari mana, silahkan makan dulu nanti kita bicara aku akan menunggu anda di sana" kata Nandhu.
Dilla menikmati makanannya karena dia sudah kelaparan, setelah kenyang dia menuju ke tempat Nandhu.
" Tuan apa tujuan anda menolong saya, anda padti ada sesuatu?" kata Dilla. " Nandhu ternyata dia peka juga" kata Abimana tang baru saja datang.
" Baiklah saya akan langsung saja Edar , anda pasti menengalnya dan tujuan kita sama balas dendam" kata Nandhu.
__ADS_1
" Maksudnya?" Dilla. " hahaha, nona anda pasti mengerti maksud saya kerja sama" kata Nandhu, tertawa.
Dilla merasa mendapatkan jakpot mungkin dengan kerja sama dengan ini balas dendamnya terhadap Luna dan Edar akan berhasil.
" Baiklah saya setuju" kata Dilla, the to point. Mereka saling berjabat tangan dan memulai menyusun rencananya.
Markas
Edar marah besar sudah seharian penuh tapi mereka belum juga menemukannya. " Kalian ini mencarinya atau bermain Ha, mencari sastu wanita saja tidak bencus" teriak Edar.
" Tuan rekaman CCTV hanya merekam sampai mobil yang membawanya menuju terowongan" kata Vino.
" Kalian selidiki sekitar terowongan " kata Edar, menatap layar. Vino segera keluar dan mengajak bawahannya ke area terowongan.
Di sekolah
Aidyen dan Alfatih terlihat murung selama proses belajar membuat Reyhan temannya menjadi bingung. " Kalian berdua mengapa dari tadi hanya diam" kata Wali kelasnya si kembar.
tapi sikembar tidak menjawab membuat gurunya menghampirinya. " Kalian berdua kenapa?" guru, dengan lembutnya.
" kami tidak kenapa bu" kata Alfatih, tapi tertubduk sedih. Guru tahu bahwa siswa banggaannya ada masalah.
" Kalian ikut ibu ya dan untuk kalian selesaikan soal ini setelah itu boleh istirahat, Reyhan tolong awasi temanmu" kata guru. Reyhan menanggukan kepalanya.
Guru mengajak sikembar untuk ke ruangannya. " Silahkan masuk nak" kata Guru. setelah masuk sikembar tetap diam membuat guru bertanya- tanya.
__ADS_1
Guru mencoba menghubungi orangtua sikembar tapi tidak di angkat, akhirnya dia menghubungi Cinta yang sering mengantarnya ke sekolah.
Farah Hospital
Cinta yang sibuk dengan pasiennya terdengar suara HP berbunyi. Cinta heran melihat nama yang tertela di panggilannya.
" Halo bu ada apa, apa sikembar membuat masalah"
.....
" Baiklah saya akan kesana segera"
Cinta segera mencari penggantinya dan menuju ke sekolah. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit Cinta tiba di sekolah.
tok tok. Guru membuka pintu dan mempersilahkan Cinta masuk.
" Kalian kenapa?" Cinta pada keponakannya. Sikembar hanya diam. " maaf bu Cinta sejak pagi mereka hanya diam dan tidak memperhatikan pelajarannya. Jika mereka ada masalah sebaiknya diselesaikan itu tidak baik untuk mereka apalsgi menanggu pelajarannya" kata Guru.
" Baiklah bu saya mengerti kalau begitu saya akan membawa mereka pulang" kata Cinta. Setelah menyalami guru mereka menuju ke mobil.
" Aunty tahu kalian memikirkan masalah mommy dan daddy tapi kalian terlalu kecil untuk memikirkannya, lebih baik kalian berdoa agar mereka berbaikan" kata Cinta, tersenyum melihat ke belakang.
Sikembar menanggukan kepalanya." Sebaiknya kita ke mall bermain, kita sudah lama tidak bermain bersama aunty akan memberitahu orang rumah dulu" kata Cinta.
Sikembar tersenyum Cinta menghubungi orang di kediaman Perkasa. Setelah itu menuju ke mall.
__ADS_1