
Keadaan Farah Hospital menjadi tegang karena sudah seminggu Luna koma tapi belum juga menunjukan kesadaran, Edar sangat frustasi dengan ini sehingga dia tidak fokus pada perusahaannya dan kesehatannya.
Beruntung Daddy Prabu dan Dion dapat mengatasi keadaan Perusahaan yang sempat mendapat masalah dikarenakan Edar yang tidak hadir dalam pertemuan penting.
Sikembar hanya diam dan fokus pada adiknya Anindira karena Edar fokus pada Luna.
Kret pintu terbuka masuklah mommy farah bersama Daddy prabu, mereka terkejut melihat cucu perempuannya menangis sikembar terus menenanhkannya tapi tak berhasil.
Daddy menatap tajam melihat Edar hanya melamun disamping Luna tanpa menghiraukan putrinya.
Plak Daddy Prabu menampar keras putranya membuat mommy farah terkejut. " Daddy apa yang kau lakukan" kata Mommy farah.
Daddy Prabu mencekam kerah Edar dia menatap tajam. " Edar apa yang kau lakukan lihar putrimu terus menangis putra kembarmu sulit mendiamkannya. Jika istrimu tahu keadaanmu seperti ini dia pasti merasa bersalah Edar, bangkitlah nak lihat anak- anakmu mereka membutuhkanmu" kata Daddy, menatap sedih.
Edar tersentak memang sudah seminggu ini dia mengabaikan anak-anaknya, dia hanya fokus pafa Luna bahkan melupakan anak- anaknya.
__ADS_1
Edar bangkit mendekati anak- anaknya dia melihat sikembar hanya tertunduk sedih dan putrinya terus menangis. Edar mendekati Boks putrinya kemudian dia gendong Anindira.
" Putri cantik daddy , maafkan daddy sayang yang telah mendiamkanmu" kata Edar, memeluk putrinya sehingga tangisan Anindira berhenti.
" Kalian mau kan memaafkan daddy yang hanya fokus pada mommy" kata Edar, pada sikembar. Aidyen dan Alfatih menatap Edar yang sudah menangis mereka berdiri dan memeluknya dengan erat.
" Maafkan daddy sayang, kalian adalah hidup daddy" kata Edar. Sikembar hanya memeluknya dengan erat dan menanggukan kepala.
Mommy farah dan Daddy Prabu pun merasa lega karena putranya sudah bangkit. Sekarang Edar mengajak putrinya bicara sedangkan sikembar dengan lucunya mengajak adiknya tertawa.
Tok,tok
" Dion apa terjadi sesuatu?" Daddy Prabu. Edar dapat mendengarnya walau dia menemani anaknya. Dion menatap Edar kembali menatap tuan Prabu.
" Tuan besar terjadi permasalahan dalam proyek pembangunan perumahan di daerah xx, karena bahan pembangunan ada ya sabotase" kata Dion.
__ADS_1
" Dion coba selidiki siapa dalang dari semuanya jangan lupa periksa semua bahannya, setelah itu beritahu padaku semuanya" kata Edar, membelika susu pada Anindira.
Dion menatap tuan Prabu yang tersenyum dan menanggukan kepalanya. " Baik tuan akan segera saya kabarkan secepatnya" kata Dio, keluar dan menghubungi anak buahnya untuk menyelidikinya.
" Om, tante keadaannya sudah membaik" kata Gilang. momy dan Daddy menanggukan kepalanya.
" Gilang jika ingin memeriksa Luna cepatlah" kata Edar. " uh baiklah sepertinya keadaannya kembali normal, daripada hanya murung" bisik Gilang. Dia
hanya diam mengengar bisikan Gilang.
" Keadaan Luna stabil teruslah ajak dia mengobrol kak" kata Gilang. Dion menanggukan kepalanya.
" Gilang apa tidak bisa Luna dirawat di rumah jika aku ke kantor ada perasaan khawatir dan sikembar harus sekolah" kata Dion.
" Baiklah kak akan kuurus semuanya jika semua sudah siap secepatnya akan kukabarkan" kata Gilang. Orangtua Edar juga sependapat jika Luna dirawat di rumah banyak yang menjaganya.
__ADS_1
Untuk Anindira juga terbaik untuk keadaannya jika terus di rumah sakit dia akan mendapatkan virus dari bau obat- obatan.
Gilang segera mengurus kepindahan Luna dari peralatannya sampai suster yang akan merawst Luna di kediaman keluarga Perkasa.