Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 102. SESERAHAN


__ADS_3

"Tante cantik... Nesha kangen!" ternyata si kecil Danesha yang pertama turun dan langsung berlari ke arah Zaskia.


"Danesh juga...!" Teriak Danesh yang juga berlari ke arah Zaskia.


"Tante juga kangen sama kalian. Sini peluk tante."


Mereka segera menghambur ke pelukan Zaskia.


"Sama Oom enggak kangen?" tanya Revan mengalihkan atensi mereka. Mereka berpindah memeluk Revan.


"Kangen juga, kami ada hadiah buat tante cantik. Bentar ya, ambil dulu di mobil." mereka berlarian kembali ke mobil.


"Mama... Papa...," ucap Zaskia sambil menyalami dan memeluk mertuanya. Terlihat sekali keakraban Zaskia dengan keluarga suaminya.


Pak Sutomo memberi isyarat pada sopir dan orang-orangnya agar menurunkn semua barang yanga dia bawa. Warga yang ikut menyambut pun dengan gercep ikut membantu.


Marni dibuat takjub dengan barang bawaan besan. Ada kulkas, mesin cuci, tv, dan lain-lain. Sedangkan yang lain berupa parcel. Tentu saja itu adalah barang branded semua. Tapi Marni mana tahu itu bermerek apa tidak. Dia punya tas seharga 500 ribu saja sudah jumawa. Sedangkan Gisela sedikit bisa tahu kalau itu semua pasti barang-barang mahal, meski tak tahu persis harganya.


"Abang ga dipeluk juga Ki?" tanya Reyhan setelah Zaskia menyalaminya dan beralih memeluk Siera.


"Nih peluk!" Revan yang menjawab dengan kepalan tangannya. Hal itu sontak mengundang tawa mereka yang ada di sana.


Sutomo dan istrinya beralih menghampiri besan dan keluarganya sebalum dipersilakan masuk.


"Kia... Ara kangen!" teriak Kiara dengan gerakan ingin memeluk Zaskia, namun tangan Revan sudah terlebih menarik istrinya ke dalam pelukannya.


"Lebay!" ucap Revan sambil menoyor kepala Kiara yang membuat adek sepupunya itu cemberut.


Namun tak berapa lama Revan tertawa dan membawa dua wanita itu kedalam ke dalam pelukannya.


"Hai bro... Tambah seger nih," ucap Arya sambil melakukan gerakan tos ala-ala pria kemudian memasukkan ponselnya ke saku.


Rupanya Revan juga menjadi target liputannya. Sebelumnya memang Arya sudah meminta izin dan Revan mengizinkannya. Tanpa aba-aba Arya menarik Zaskia juga ke dalam pelukannya. Sejak dia sering bertemu dengan sepupunya itu, mereka memang sudah tak merasa canggung lagi.


"Kenapa, ga boleh gue peluk adek gue?"


Revan yang tadinya ingin protes pun akhirnya hanya bisa pasrah. Ara dan Zaskia jadi tergelak melihat tingkah abangnya.


"Kamu Arya kan? Aku sering lho ikutin chanel kamu. Follow kamu juga." Mendadak Gisela mengeluarkan suara dengan semangat.


Arya hanya menautkan alisnya, sepertinya memang Arya tidak mengenalnya.


"Oh, aku Gisel. Kamu ga kenal aku? Aku sekarang jadi artis toktok lho, sering muncul di youtube juga."

__ADS_1


Arya dan Kiara mencoba mengingat-ingat, namun tetap tidak tahu. Gak terkenal mungkin, pikir mereka.


Arya menerima uluran tangan gisel sekilas dengan sikap datar. Namun Kiara menyambutnya dengan senyum. Bukan karena senang berkenalan, namun tersenyum karena Aryanya tak melirik gadis itu.


Mereka segera masuk ke dalam. Di sana sudah disambut dengan menu khas orang hajatan Gunungkidul. Nasi, bakmi, sambel goreng kentang, daging sapi, sambel goreng tempe, sandung lamur, telur, kerupuk dan buah.


Masakan para ibu-ibu ternyata sesuai dengan selera lidah keluarga besan. Nesha dan Danesh sendiri mau makan tanpa disuapi.


"Rey, ini bisa jadi menu pilihan di resto lho. Jarang kan cita rasa seperti ini di Jakarta. Nemu banyak masakan kayak gini, tapi rasanya beda, ga seenak ini kenapa ya?" tanya Papa Tomo penasaran.


"Kita bawa saja kokinya Yah. Nanti kita beli resepnya."


Jawaban Reyhan membuatnya menerima tabokan pelan dari istrinya.


"Bercanda mulu, ih!" protes Siera.


"Serius sayang... Itu kalau kokinya mau diculik, hahaha..." Reyhan masih saja bercanda. Tapi ucapan papanya memang harus diperhitungkan.


"Ayo Ki, Mbak dandanin. Acaranya jam berapa tante?" tanya Siera pada Laras.


"Lho, ga pake jasa salon? Kalau orang kaya kan biasanya pake MUA gitu?"


Pertanyaan Marni medapat tatapan horor dari keluarganya.


Jawaban Kiara berhasil membuat Marni terbungkam dan malu sendiri. Mereka tersenyum puas melihat itu.


Zaskia mengajak kakak iparnya itu ke kamarnya. Sedang para laki-laki berkumpul saling bertanya kabar dan pengalaman. Sedangkan para cewek sibuk juga dengan obrolan mereka.


Dinda dan Kiara nampaknya cocok. Baru beberapa menit yang lalu kenal, mereka sudah haha hihi ga jelas. Sedangkan Gisela mencoba mendekati Kiara. Dia belum tahu kalau Arya dan Kiara adalah pasangan. Yang dia tahu mereka sama-sama keluarga besan.


"Boleh gabung?" tanya Gisel pada Kiara yang ternyata sedang membuat konten bersama Dinda.


"Boleh aja, silakan!" jawab Kiara.


"Kamu konten kreator juga?" tanya Gisela kemudian.


"Iya, iseng-iseng. Eh, malah jadi keterusan."


Kiara menjawab sambil mengambil gambar candid Arya. Arya yang sadar kamera malah refleks memberi tanda love dengan tangannya.


Kiara tersenyum saat hasil jepretannya sempurna.


"Boleh kita saling follow?" tanya Gisel.

__ADS_1


"Boleh, cari aja kiara_ara." jawab Kiara singkat.


Kiara sendiri langsung membuka aplikasi ignya. Dia mengunggah foto yang tadi diambilnya dengan caption:


"Lagi di Syukurannya Abang @revan_da dan @zaskia_kia, ganteng banget sih kesayangan akoh @arya_rh❤️"


Up...


Komentar langsung ramai saat nama mereka di mantion di ignya.


Ada yang menanyakan kabar Revan dan Zaskia, ada yang bertanya kapan menyusul, ternyata mereka memiliki banyak fans yang mengawal mereka sampai halal.


Termasuk Mami dan Zahra yang saat itu langsung mengomentari postingan Kiara. Mereka meminta maaf karena tidak bisa hadir di acara Laras.


"Arya itu kakak kamu Ra? Udah punya cewek belum?"


Mendapatkan pertanyaan seperti itu Kiara menurunkan ponselnya. Sia tersenyum pada Arya.


"Kamu belum tahu kalau Arya itu sepupunya Zaskia? Dia itu keponakanya Om Abi, ayahnya Zaskia. Masa kamu ga tahu."


Jawaban Kiara membuatnya melotot. Apa ayah Zaskia sekeren itu? Pikirnya.


"Oh, aku tinggal agak jauh. Jadi kurang pahan," jawab Gisela menahan malu.


"Sekarang kan ada sosmed, salimg mengikuti lah! Jadi saudara itu harus saling tahu keadaan. Mana tahu saat kita sulit salah satu di antara mereka sedang dekat dengan posisi kita, kita tidak akan sungkan minta bantuan."


Komentar Kiara membuatnya salah tingkah. Memang selama ini dia terlalu cuek dengan saudara-saudaranya. Dia malah hanya fokus pada teman-temannya di sosmed, berlomba agar terkenal. Padahal kalau kita sedang kesusahan belum tentu juga mereka akan membela kita.


"Iya juga sih. Ya udah sekalian minta ig-nya mereka ya. Nanti biar aku kasih tau biae difollback."


"Barusan Ara mantion mereka dek... Langsung buka aja."


Kali ini Dinda yang menjawab. Dia puas karena Kiara sudah berani memberikan komentar yang mohonok. Kalau ga ngrasa, dia berarti memang ga punya perasaan.


"Berarti kamu adiknya Mas Revan, suaminya Zaskia? Kok kamu deket banget sama Arya?"


"Coba buka postingan Kak Ara dulu deh dek, baru nanti tanya. Nanti kamu akan tahu hubungan Ak Ara dan kak Arya." ucap Dinda santai sambil memainkan game di ponselnya.


Jadi mereka satu kampus, teman kuliah dan sudah bertunangan? Ck, gagal lagi dapet orang kaya. Batin Gisela nalangsa.


TBC...


Makasih semua untuk dukungannya

__ADS_1


Stay tune terus ya❤️❤️


__ADS_2