Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 98. MENJENGUK MANTAN CALON MERTUA


__ADS_3

Setelah acara kumpul-kumpul dengan temannya, Zaskia mengajak Revan ke rumah mantan calon mertuanya. Tadi dia mendengar kalau Pak Lurah kemarin masuk rumah sakit karena serangan jantung. Zaskia jadi kepikiran dan ingin menjenguknya. Lagi pula Zaskia tahu, orang tua Andre itu sangat menyayanginya. Mungkin kalau dia ke sana bisa mengobati rasa bersalah ayah Andre padanya.


Tentu saja Revan tak keberatan mengantarkan istrinya itu. Moment ini bisa dia manfaatkan untuk menunjukkan bahwa Zaskia kini sudah menjadi miliknya. Apapun keadaannya Zaskia akat tetap mwnjadi milik Revan.


Tak lupa, saat perjalanan dia mampir ke toko kue dan toko buah untuk membeli oleh-oleh.


"Assalamu 'alaikum..." Zaskia mengucapkan salam saat melihat Pak Lurah sedang duduk di teras samping rumah.


"Wa' alaikum salam. Alhamdulillah anakku ke sini. Bapak kangen nduk. Kenapa nggak pernah kesini?" tanya Pak Rudi sambil mendekap kepala Zaskia yang sedang posisi sungkem padanya.


Bu Mala yang mendengar seperti ada mobil berhenti di halaman dan mengucap salam pun tergopoh-gopoh keluar rumah masih sambil membawa serbet, entah tadi dia sedang apa. Dia langsung setengah berlari menghampiri Zaskia.


"Sayang, kamu pulang Nak. Ibu kangen banget Nduk. Maafkan Ibu, seharusnya waktu itu Ibu tidak membiarkan kamu pergi sendirian."


"Zaskia sehat Pak, Bu. Nih Kia baik-baik saja kan. Ga terjadi apa-apa sama Kia."


Zaskia melepaskan pelukan Bu Mala dan berdiri. Dia merentangkan tangannya sembari berputar agar kedua orang itu percaya kalau dirinya baik-baik saja.


"Iya, kamu tambah ayu yo Nduk. Bapak dengar kamu sudah bertemu dengan ayahmu, apa benar?" tanya Pak Rudi.


"Iya Pak, semua karena Abang. Astagfirullah... Sampai lupa. Kenalin Pak, Bu... Ini Bang Revan. Dia yang udah membantu Kia ketemu ayah. Abang... Kenalin ini orang tuanya Mas Andre."


Revan tersenyum dan mendekat. Dia menyalami mereka dengan takzim.


"Jadi kamu suami Zaskia? Zaskia itu juga anak Bapak. Bapak harap, kamu menjaganya dengan baik. Meski harapan Bapak untuk menjadikannya menantu tidak kesampaian, Bapak harap kamu tidak menjauhkan dia dari kami, Nak!" ucap Pak Lurah yang terdengar pilu.


"Tentu saja saya akan berusaha semampu saya untuk menjaga dan membahagiakan Zaskia Pak, Bu. Jika Bapak menganggap Zaskia anak Bapak, maka Bapak juga wajib menganggap Revan anak Bapak juga. Bapak tenang saja, Zaskia akan tetap menjadi anak Bapak," jawab Revan sopan.


Pak Rudi tersenyum lalu mengangguk sambil menepuk bahu Revan. Sejenak Pak Rudi mengingat kejadian saat ingin membahas kelanjutan rencana pernikahan Andre dan zaskia, tiba-tiba ada seorang wanita muda yang mengaku istri Andre dan mengaku hamil anaknya.


"Lancang sekali kamu mengaku dihamili anakku? Jika pun iya, pasti kamu yang telah menjebaknya kan," tuduh Pak Rudi pada wanita yang tak lain adalah Vera.


"Tidak Pak, saya tidak menjebaknya. Pokoknya saya tidak terima diceraikan. Ini adalah cucu Bapak, tolonglah saya Pak."


Dada Pak Rudi mendadak terasa nyeri. Namun dia mengabaikannya.


"Aku tidak akan sudi menerimamu sebagai menantu apalagi mangakui anak di perutmu itu sebagai cucuku. Aku hanya ingin Zaskia yang menjadi menantuku, bukan orang lain," ucap Pak Rudi sambil memegangi dadanya.


"Tolonglah Pak, jika Bapak tidak mau menolong saya, maka jangan salahkan saya kalau saya akan menghancurkan nama baik bapak. Saya akan katakan kalau anak bapak sudah memperkosa saya dan anda sudah mendukungnya untuk tidak bertanggung jawab. Saya tidak main-main Pak."

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, dia berlalu begitu saja tanpa pamitan. "Dasar perempuan tidak punya sopan santun, dia ingin aku mengakuinya sebagai menantu, jangan mimpi!"


Dada Pak Rudi tiba-tiba semakin nyeri. Bu Mala yang dari warung membeli gula pun terkejut saat suaminya duduk dilantai sambil memegangi dadanya dengan keadaan sulit bernafas. Segera Bu Mala mencari sopir untuk mengantarkan ke rumah sakit.


"Jadi benar Andre sudah menghianati Zaskia, Bu? Mengapa Ibu tidak pernah cerita? Apak benar anak itu anaknya Andre?" tanya Pak Rudi lemah saat dia telah sadarkan diri.


"Maaf Pak, Ibu hanya takut Bapak akan sakit. Andre memang sudah menghianati Zaskia tapi untuk ayah dari bayi itu, Ibu juga tidak yakin. Pernikahan Andre nyatanya tidak bahagia Pak, wanita itu bukan wanita baik-baik. Andre telah menalaknya kemarin dan langsung memulangkan wanita tidak tahu malu itu. Andre akan pulang hari Selasa depan, apakah Ibu perlu menyuruhnya pulang sekarang saja? "


"Tidak Bu, aku tidak peduli keadaan Andre. Yang Bapak pikirkan bagaimana keadaan Zaskia. Apakah Bapak benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuk menjadikannya menantu."


Pak Rudi meneteskan air mata saat mengingat Zaskia, wanita tulus dan baik yang dia impikan jadi menantunya sepertinya akan kandas. Seandainya Andre bercerai dari Vera belum tentu Zaskia mau kembali padanya.


"Maaf Pak, Ibu salah karena tidak memberitahukannya lebih awal. Ibu ga tahu kejadiannya akan seperti ini."


"Kapan kejadiannya Bu?"


Pak Rudi maaih berusaha mengendalikan emosinya.


"Bapak ingat saat Andre tiba-tiba menyuruh Ibu ke Jakarta? Ternyata karena Andre ingin menikah dengan wanita itu. Dan pada saat selesai ijab qobul, tiba-tiba Kia datang. Ibu sebenarnya sangat merasa bersalah saat itu Pak. Dia tidak mau ibu tahan agar jangan pergi. Seharusnya Ibu menemaninya pergi dari rumah Andre. Ibu tidak bisa tidur kepikiran hal itu Pak. Bapak selalu bertanya mengapa Ibu kalau malam tidak bisa tidur. Sesungguhnya itu karena Ibu masih kepikiran Zaskia dan merasa bersalah. Ibu takut Zaskia membenci kita Pak. Ibu takut."


Dengan lugas Bu Mala menceritakan kejadiannya. Pak Rudi semakin tergugu, menyalahkan dirinya yang tak bisa mendidik anaknya.


Perkataan Pak Rudi terdengar pilu, nampak di mulai memegangi dadanya lagi.


"Bapak tenang dulu ya. Nanti sesek lagi. Kondisi Zaskia baik. Ibu sudah pernah menghubunginya untuk meminta maaf. Hubungan Andre dan Zaskia juga sudah baik. Kita doakan saja agar Zaskia mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah meskipun bukan dengan Andre Pak."


"Jika hubungan mereka baik, apakah itu artinya dia masih mau kembali pada Andre dan menikah dengannya? Beisa kan Bu?"


Bu Mala mendesah. Jika boleh meminta, diapun ingin agar Zaskia mau kembali pada Andre. Namun Zaskia sudah menemukan sandaran hidupnya. Bu Mala tak mau egois.


"Zaskia sudah menemukan pengganti Andre Pa. Bapak ikhlaskan saja ya. Doakan agar Zaskia mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab. Yang bisa melindunginya dan membahagiakannya. Sebenarnya Zaskia sudah menikah. Andre baru saja mengirimkan foto mereka. Bapak mau lihat?"


Pak Rudi memejamkan matanya. Yang dibilang istrinya benar, bukankah yang terpenting adalah kebahagiaan Zaskia. Tak lama Pak Rudi mengangguk. Dia melihat ponsel istrinya, meski tidak terlihat jelas wajah yang ada di foto itu, tapi dilihat dari bahasa tubuhnya, sepertinya laki-laki itu sangat mencintai Zaskia.


"Apa Zaskia tidak bisa dihubungi Bu? Bapak ingin mendengar suaranya," ucap Pak Rudi terdengar memohon.


"Ibu coba ya."


Bu Mala melakukan panggilan pada Zaskia, namun sampai beberpa kali panggilan tidak diangkat juga.

__ADS_1


"Sedang sibuk mungkin Pak. Besok lagi ya."


Pak Rudi mengangguk pasrah. Dia mulai merapalkan doa untuk Zaskia dalam hatinya.


"Kenapa hanya di luar? Ayo masuk dulu Sayang. Ajak suamimu."


Mendengar perkataan istrinya, Pak Rudi pun tersadar dari lamunannya. Dia segera mengajak masuk Zaskia dan Revan.


"Kia tahu ga, saat Bude kamu ke sini bilang kalau kamu bakal jadi istri simpenan. Ibu jadi kepikiran terus, kalau sampai bener itu terjadi, Ibu pasti ga akan bisa maafin diri Ibu sendiri."


Bu Mala menceritakan sambil bersungut membuat Zaskia terkekeh.


"Jadi gosip itu sampe sini juga Bu? Kalau yang difoto itu memang Kia Bu, tapi Kia bukan istri simpanannya. Masa suami Kia ganteng gini pilih jadi aimpanan papanya. Bisa diamuk mama mertua saya Bu. Hehehe," ucap Zaskia masih sambil terkekeh.


"Jadi Bapak-bapak itu mertua kamu?" tanya Pak Rudi penasaran.


"Iya, Kia memang sangat dekat dengan mereka. Alhamdulillah mereka menerima Kia dan sangat menyayangi Kia. Jadi Ibu sama Bapak tidak usah berpikir macam-macam," ucap Kia lagi sambil menyodorkan buah jeruk yang sudah dia kupas untuk Pak Rudi.


"Ya, kamu memang pantas mendapatkannya. Sekarang Bapak dan Ibu bisa tenang," jawab Bu Mala sambil tersenyum.


Perlakuan Zaskia yang tidak berubah terhadap Pak Rudi membuat mereka bahagia.


"Sambil diminum Nak Revan. Ini kacang rebus dari kebun. Kebetulan hanya ada itu."


Bu Mala menyajikan kacang rebus yang masih mengepul.


"Abang mau? Kia kupasin ya?" ucap Zaskia menawarkan diri melayani suaminya.


"Boleh yang, dikit aja. Masih kenyang soalnya," sahut Revan sambil mengelus perutnya.


Dengan telaten Zaskia mengupaskan kacang sekaligus menyuapkan pada mulut suaminya. Revan juga meraih kacang di tangan Zaskia dan ganti menyuapkan pada Zaskia. Interaksi mereka tak luput dari perhatian suami istri paruh baya itu. Mereka tersenyum lega, karena sepertinya Zaskia benar-benar bahagia menikah dengan pria ini.


TBC...


Bantu dukung karyaku ya gaes


Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote.


Makasi❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2