
Byur...
Salah satu napi mengguyur Diana dengan air comberan. Pagi itu para napi mengikuti kegiatan sosial juga membersihkan lingkungan lapas.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Diana saat tiba-tiba dia menjadi korban penyiraman.
"Sori, sengaja. Ga tau Kenapa ya, kalau lihat elu tuh tangan gue gatel pengen nampol elo," sahut si pelaku dengan cueknya tanpa merasa bersalah.
"Brengsek. Lo ga tahu siapa gue?" Diana berteriak karena jawaban yang tidak masuk akal itu.
Bug bug...
Bukannya menjawab, wanita itu malah memukul kepala Diana. Diana ambruk ke tanah karena serangan dadakan itu.
"Mau tahu ga, kenapa gue dipenjara? Denger baik-baik. Gue dipenjara karena berusaha membunuh suami dan selingkuhannya. Ah, bagusnya dia tidak mati, tapi akan tersiksa seumur hidupnya, hahahah...."
Wanita yang diketahui bernama Sena itu mencengkeram krah kaos yang dipakai Diana.
"Terus apa hubungannya dengan gue, brengsek! Lepasin gue!" seru Diana lagi.
Sena malah tertawa terbahak-bahak.
"Mereka itu biadab, sudah mengambil milik gue, harta gue. Mereka juga mau menjual anak gue, bahkan tanpa segan menyiksanya. Dan sekarang.... Ada jal*ng seperti kamu yang berperilaku sama. Di mana otak kamu, jahanam!"
Bug...
Kali ini Sena menendang Diana tepat diperutnya. Semua yang menyaksikan itu tak ada yang berani mendekat. Perempuan muda itu tampak tak punya rasa takut.
Perasaannya sudah mati saat menyaksikan anaknya merenggang nyawa karena terjatuh dari tangga akibat didorong oleh selingkuhan suaminya. Dia menjadi kalap. Perempuan yang sedang bersama suaminya itu dia tarik dan dia lempar juga dari lantai atas. Sempat koma beberapa minggu, tapi akhirnya dia selamat, tapi dinyatakan lumpuh seumur hidup. Sedangkan suaminya yang saat itu sedang panik, berusaha kabur. Namun Sena segera melempar guci tepat di kepala suaminya. Dia pun terguling dari tangga menuju lantai bawah.
Saat melihat napi yang masuk lapas karena terlibat eksploitasi anak dan pernah menjadi pelakor tiba-tiba jiwa iblisnya kembali lagi. Ada dorongan kuat yang mengatakan kalau dia harus membalaskan rasa sakit orang tua yang anak-anaknya mereka siksa. Dia sudah tak peduli lagi dengan hidupnya. Seandainya di harus berakhir dengan hukuman mati pun dia rela.
"Jangan! Tolong, sudah cukup! Aku mohon!" Diana berusaha mengiba.
"Orang sepertimu itu golongan orang-orang yang curang. Dan aku benci dengan wajahmu itu. Dengar, jika sampai kamu tidak dijatuhi hukuman mati, maka aku sendiri yang akan membunuhmu. Ingat itu."
Sena meninggalkan Diana yang masih terkapar. Dia dengan tenangnya melenggang, melewati petugas yang berada di sana.
"Auw, ah... Sakit. Tolong saya!" teriak Diana saat tidak kuat untuk menegakkan badannya.
Semua orang hanya memandangnya tanpa ada yang berniat menolongnya. Mereka satu per satu bahkan mulai pergi meninggalkan tempat itu.
"Ah... Sialan! Aw..... Aahhhh!" lagi-lagi dia mencoba berdiri namun gagal.
__ADS_1
"Kenapa Roy belum datang? Bukankah seharusnya dia tahu aku tertangkap. Perempuan sialan itu pasti sudah merencanakan semuanya. Brengsek!" Diana masih terus mengumpat.
"Bukankah mereka bilang kalau polisi berhasil membekuk komplotan Dady, tp mengapa tak satu pun aku bertemu dengan mereka di tempat ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" Diana bergumam mulai curiga dengan keadaan ini.
Tak lama datang petugas yang membantu Diana.
Sementara Roy sendiri saat ini sedang dalam pengawasan. Setiap gerak-geriknya selalu di awasi. Bukan hanya kasus suap, Roy Arkatama ternyata juga menjadi target buronan karena dicurigai menjadi bandar narkoba. Dengan kelicikannya, dia selalu saja lolos dari polisi. Pihak berwajib belum menemukan bukti apapun. Sementara banyak informasi yang memberikan keterangan bahwa Roy memang salah satu sindikat pengedar bahkan dia adalah seorang bandar.
Zian sudah gerak cepat memasang penyadap di ponsel Roy. Riyana bertugas untuk memancing Roy agar bisa selalu melibatkannya dalam setiap pekerjaannya. Riyana semakin melenggang setelah berhasil membuat Roy menandatangani pengalihan kekayaan yang dia miliki atas pabrik baru dan beberapa aset yang lain dari hasilnya menipu Abimana.
Sepertinya Zian memang layak mendapat penghargaan.
Semenjak ditangkapnya Diana, Roy seolah kehabisan ide untuk melangkah mewujudkan cita-citanya menggulingkan Bilarz Corps. Selama ini Dianalah yang memang paling banyak memberikan ide-ide kotor yang pernah mereka lakukan. Setelah semingguan tak mendengar kabarnya, Roy lebih bertindak random.
"Pak, malam ini Roy akan ke pelabuhan. Sepertinya ini bukan urusan kantor." Begitu, isi pesan yang ditulis Riyana lewat chatnya.
"Ok. Akan diteruskan pada yang terkait. Hati-hati." balas Zian dalam pesannya.
Zian bahkan berani menjamin kesejahteraan keluarga Riyana. Selama Riyana mau bekerja sama dan setia, perusahaan tentu akan memikirkan kembali untuk mempekerjakan suaminya yang diketahui hanya lulusan SMA yang kata Riyana sekarang berprofesi menjadi padagang keliling.
"Ingat... Apapun yang terjadi, utamakan keselamatan." tambahnya dalam menulis pesan.
Zian tersenyum puas. Semoga ini akan segera berakhir, Roy harus mendapatkan karmanya.
******
"Jangan bergerak!" seru polisi saat pengepungan menangkap basah aksi Roy bertransaksi narkoba di pelabuhan.
Roy dan semua yang ada di sebuah gudang yang mereka jadikan tempat untuk transaksi selama ini terkejut. Ingin lari pun tidak bisa, tempat sudah dikepung. Yang bisa mereka lakukan adalah melawan namun beresiko terluka bahkan mati, atau menyerah. Menyerah pun mungkin akan beresiko menerima hukuman mati.
Roy yang berada di dekat pintu darurat mulai melirik ke arah pintu.
"Tangkap mereka semua. Jangan ada yang lolos. Amankan barang bukti." ucap pemimpin penyergapan.
Semua bergerak dengan cepat. Tentu saja, banyak dari mereka yang mencoba melawan. Ketika semua sedang sibuk, Roy langsung menembakkan senjatanya tepat pada petugas yang berlari ke arahnya untuk menangkapanya.
Dor dor...
Roy segera membuka pintu dan berlari dari sana, diikuti beberapa temannya yang berinisiatif untuk ikut serta Roy melarikan diri.
"Ada yang kabur menuju jalan tikus. Segera kondisikan!" seru petugas lewat handy talkynya.
Mereka dengan cepat mengejar Roy sambil balas melalukan serangan. Aksi kejar-kejaran tak berlangsung lama saat melewati ujung gang. Disana sudah ada rombongan polisi yang menghadang.
__ADS_1
Dengan cepat Rou memanjat pagar yang berada di bawah pohon besar.
DOR DOR DOR...
Terpaksa polisi menembak Roy ditempat karena berusaha kabur lagi.
Roy jatuh tak berdaya saat kaki dan pundaknya menjadi sarang peluru. Dia mengerang kesakitan. Polisi segera membawa komplotan yang melarikan diri itu ke rumah sakit sebelum diperiksa lebih lanjut.
"Akhirnya... Misi selesai. Briyan! Tetap awasi Baj*ng*n itu agar tidak melarikan diri. Sepertinya kita akan segera menikah setelah ini. Lo juga udah bosan menjomblo kan?" seru Zian pada Briyan yang ikut mengawal langsung proses pembekukan itu.
"Sayangnya gue baru saja putus bro! Dia lebih memilih pria bule," jawab Briyan tanpa beban.
"Masa? Kok muka lo biasa aja? Gak ada sedih-sedihnya."
Zian menelisik wajah sahabatnya itu. Briyan malah tertawa mendengar perkataan Zian.
"Katanya dia itu toxic, gue harus pikirin ulang kan? Kasihan juga emak gue. Ternyata selama ini tuh perempuan suka meres nyokab buat beliin ini itu. Sedangkan kamu tahu kan, nyokab gue ga tegaan orangnya. Kalau dia pergi sendiri tanpa gue yang putusin kan itu adalah berkah bro."
Briyan segera berdiri dan masuk ke dalam mobil diikuti Zian.
"Kalau ternyata dia tidak bahagia dan minta balikan gimana?" tanya Zian.
.
"Masih banyak yang lebih baik, ngapain balikan sama mantan. Mantan itu ibarat barang bekas. Sekali dibuang masa mau dipungut lagi. Lo sendiri udah dapetin incaran lo? Pastikan dulu dia bukan cewek seperti mantan lo! Jangan sampai nantinya lo jadi trauma dan memilih menjomblo, hahahaha... "
Ucapan Briyan praktis mendapat tabokan dari Zian.
"Sialan lo! Mana ada gue trauma. Gue juga pengen kali, merasakan surga dunia. Tunggu saja kabar selanjutnya. Gue akan segera menikah!" seru Zian tidak terima dibilang trauma.
"Ck... Ubah selera lo. Kalo masih sama kayak yang dulu. Gue anggap lo belum move on," ucao Briyan seperti meragukan Zian
"Astaga... Serah lo deh!" Zian hanya pasrah. Orang kepercayaan Aditama ini paling bisa membuat jengkel.
"Hahahaha....."
TBC.....
Sori agak selow ya gaes....
Rencananya mau up yang Sweet Affair dulu
Doakan authornya masih waraa dan bisa membuat cerita baru.
__ADS_1
Tetap stay tune❤️