
Revan dan Zaskia tiba di Jogja menjelang maghrib. Sudah ada sopir dari 3R Hotel yang menjemput. Dan selama di sini mobil itu yang akan menemaninya beserta sopir. Tadinya Revan ingin membawanya sendiri. Tapi Zaskia melarang dengan alasan takut kecapean dan belum tahu medan.
Ah, Zaskia belum tahu skill menyetir Revan rupanya. Namun karena tak ingin berdebat dengan istrinya, Revan pun memilih untuk menuruti permintaan istrinya.
"Mampir hotel dulu ya, maghriban. Sekalian ada titipan dari Bimo." ucap Revan saat sudah di jalan dan lokasinya saat ini sudah dekat dengan hotel.
Beruntung juga tidak menyetir sendiri, Revan jadi bisa nempel-nempel bahkan leluasa memeluk istrinya. Sang sopir dianggap tidak ada.
"Boleh aja sih, Kia kan anak baik. Jadi patuh dong sama suami, hehehe..." jawab Zaskia sambil terkekeh.
"Udaranya ga panas kayak di Jakarta ya Yang? Syahdu, enak buat ngopi-ngopi cantik di teras nanti." ucap Revan yang masih setia menyandarkan kepalanya dengan manja di pundak Zaskia.
"Udah Kia bawain jaket hoodie juga biar ga dingin nanti. Pak Diman nanti bawa jaket juga ya. Disana dingin." ucap Zaskia pada Revan dan beralih pada sopirnya.
"Iya non, Bapak selalu sedia. Tapi sebenernya kalau bapak mah sudah tahan banting kalau cuma hawa dingin." jawab Pak Diman.
"Sip."
Pak Diman membelokkan mobilnya dan berhenti di depan loby hotel untuk menurunkan bosnya. Pihak hotel tentunya sudah diberitahu oleh Bimo kalau Keluarga pemilik hotel akan berkunjung dan kemungkinan menginap di hotel. Revan sendiri sambil kuliah S2 di Jogja juga sudah membantu bekerja di hotel itu, tentu pegawai senior juga sudah mengenalnya.
Revan menuju resepsionis untuk mengambil card lock kamar president suite miliknya. Bukannya aji mumpung, namun efek viral nya Revan dan istrinya di sosmed, mereka pun ingin memanfaatkan sosmed untuk media promosi. Zaskia menjauh sebentar dari suaminya untuk mengambil foto Revan yang sedang berbicara dengan resepsionis. Sementara di belakang mereka terdapat tulisan besar 3R HOTEL JOGJAKARTA.
Cekrek Cekrek...
"Perfect!"
Zaskia langsung merangkul lengan Revan lagi. Para karyawan dan tamu dibuat baper oleh pasangan itu. Yang menyadari kalau mereka adalah pasangan yang sedang trending, mereka pun tak segan-segan untuk meminta foto. Namun karena sedang mengejar waktu, Revan dan Zaskia tidak bisa berlama-lama melayani mereka.
Mereka menggunakan lift khusus untuk petinggi dan owner hotel itu.
"Langsung maghrib aja ya By, Kia wudlu duluan." ucap Zaskia saat memasuki kamar mereka.
"Iya sayang, habis ini kita ketemu manager hotel sebentar ya. Ga papa kan? Kemalaman ga nanti?" tanya Revan kemudian sambil menunggu Zaskia untuk bergantian wudhu.
"Ga papa By, nanti habis isya sekalian. Takutnya nyampe rumah keburu ngantuk bisa langsung tidur." jawab Zaskia yang sudah selesai bersuci.
Mereka pun melaksanakan sholat dengan khusyuk setelah wudhu. Zaskia mengajak ke ruangan manager untuk menyerahkan titipan Bimo.
"Eh, Pak Revan... Sudah lama sampai Pak? Maaf tadi tidak bisa menyambut." ucap manager yang sedang menyambut kehadiran Revan.
Waktu membantu papanya mengurus hotel ini, Revan sangat disegani. Meskipun masih tergolong muda saat itu, namun Revan memiliki aura kepemimpinan yang kuat. Dia tegas dan keputusan yang diambilnya selalu tepat.
"Santai saja Pak, saya hanya mau menyerahkan ini. Titipan Bimo, katanya Pak Edi mengusulkan perluasan pembangunan hotel? Ini sudah direview, namun sepertinya Papa ingin membahasnya secara langsung. Untuk waktunya kapan, akan diinfokan besok Pak. Yang jelas minggu ini." jelas Revan yang tadi masuk tanpa Zaskia. Tadi dia bilang ingin melihat-lihat di sekitar sana dulu.
__ADS_1
"Oh, baiklah Pak. Tidak masalah, itu malah bagus. Kalau ada kendala bisa dibicarakan langsung." jawab Pak Edi.
Membangun perusahaan dan lingkungan kerja yang nyaman itu tidaklah mudah. Butuh proses agar memiliki karyawan yang loyal. Semua harus dimulai dari bawah sampai atas. Bukan hanya menuntut agar mereka bekerja dengan baik, namun kesejahteraan mereka pun harus dipenuhi. Itulah yang selalu ditanamkan Revan saat memegang kekuasaan dulu.
"Kalau begitu saya pamit dulu Pak, saya cari istri saya dulu." pamit Revan pada Pak Edi.
"Ah iya sampai lupa belum mengucapkan selamat. Selamat menempuh hidup baru ya Pak, semoga bahagia dunia sampai akhirat. Dan cepat diberikan momongan."
"Aamiin... Makasih doanya Pak." jawab Revan menyambut uluran tangan Pak Edi sambil berpamitan.
Sementara itu Zaskia saat ini sedang bersama bawahan Pak Edi. Zaskia memintanya untuk menemaninya mengambil beberapa foto.
Di lantai itu ada 2 jenis kamar, standard room dan deluxe room. Bukan sekedar mau pamer, tapi juga untuk promosi.
Waktu di kafe, Bimo sedikit membicarakan tentang perluasan hotel dan pembangunan hotel baru. Masih belum tahu, mana yang akan didahulukan. Jadi Zaskia berinisiatif untuk mencuri start.
Di lorong agak jauh, Zaskia seperti melihat seorang wanita yang dia kenal sedang diseret oleh seorang pria berumur.
"Dira..." ucap Zaskia lirih.
"Kenapa Mbak?" tanya karyawan yang menemaninya.
"Itu yang tadi sama bapak-bapak itu seperti teman saya. Tolong bantu dia... Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja Mbak." ucap Zaskia panik.
"Kenapa sayang?" tanya Revan yang tiba-tiba sudah ada diq belakang zaskia.
"Baiklah, kita akan ke sana. Mbak tolong panggilkan keamanan dan ambilkan kunci cadangan untuk Jaga-jaga." perintah Revan.
"Baik Pak." jawab karyawan itu patuh. Dia setengah berlari menuju lift untuk meminta kunci pada resepsionis dan memanggil keamanan.
Revan dan zaskia menuju kamar yang dimaksud istrinya. Revan mengetuk pintu berulang kali, namun tak mendapat jawaban.
Zaskia melakukan hal yang sama. Beberapa saat kemudian pintu dibuka dari dalam.
"Ada apa? Kalian siapa?" tanya pria yang tadi menyeret teman Zaskia.
"Maaf Om, tadi saya melihat Om membawa teman saya. Saya ingin bicara dengannya, Om." ucap Zaskia.
"Saya tidak ada urusan dengan kalian dan saya tidak mengizinkan siapapun menggangguku."
"Kami tidak ingin cari ribut. Istri saya hanya ingin memastikan temannya baik-baik saja. Mohon kerja samanya sebelum saya berbuat kasar." ucap Revan menggertak pria paruh baya itu.
"Tidak! Kamu yang akan saya laporkan pada pihak hotel karena telah mengganggu privasi tamunya. Pergi sana." ucap pria itu sambil berusaha menutup pintu.
__ADS_1
Namun sebelum pintu tertutup, kaki Revan mengganjal pintu agar tidak tertutup. Revan segera menarik krah baju yang di pakai orang itu dan menyeretnya keluar. Zaskia segera masuk ke dalam.
"Dira... Mengapa kamu seperti ini?" teriak Zaskia saat melihat tubuh Dira terikat dan mulutnya dilakban.
Zaskia segera mendekat dan dengan cepat melepaskan ikatan pada tubuh Dira. Dira sedikit terkejut saat melihat orang asing menolong dan mencemaskan dirinya. Namun lebih terkejut lagi saat dirinya menyadari siapa orang yang telah menyelamatkannya.
"Zaskia... Kamu Kia kan? Maaf kalau aku pernah jahatin kamu. Tolongin aku Ki... Tolong bantu aku lepas dari pria tua itu Ki... Aku mohon!" ucap Dira oenuh permohonan.
"Tenanglah kamu akan aman. Iya, cepat keluar dari kamar ini." jawab Kia sambil menuntun Dira melangkah menuju pintu.
Di luar tampak suaminya yang sudah membekuk pria tadi, petugas keamanan nampak baru saja tiba. Mereka dengan sigap membantu.
"sebenarnya ada apa?" Tanya Zaskia saat mereka sudah berada di salah satu ruangan yang dipinjamkan oleh pihak hotel.
"Ayah tiriku ingin menjualku untuk menutup hutang-hutangnya berjudi. Dan orang tadi yang membeliku. Tolong aku Kia." jawab Dira yang kini sudah jauh lebih tenang.
"Astaghfirullah... Lalu sekarang apa rencanamu?" tanya Zaskia lagi.
"Aku mau pulang ke tempat Embah. Tapi aku ga tahu gimana caranya. Maafkan semua kesalahanku Ki, aku sudah jadi orang yang jahat tapi kamu masih mau nolongin aku." ucap Dira menyesali kasalahannya.." ucap Dira.
"Ya sudah. Aku yaki ayahmu akan mendapat hukuman yang setimpal. Kalau kamu mau pulang ke tempat Embah kamu, nanti bareng aku aja." ucap Zaskia.
Tak lama datanglah Revan yang tadi pamit ke kamarnya untuk mengambil tas istrinya.
"Ini tas kamu Sayang. Mau cari makan sekalian?" tanya Revan lembut.
"Nanti aja di Wonosari mampir ke bakmi jawa ya By, Kayaknya seger dingin-dingin makan bakmi jawa." jawab Zaskia sambil mengekspresikan bayangan saat menikmatinya.
Revan mengusap kepala Zaskia yang terlapisi jilbab dengan sayang.
"Ayo Dir, kamu kuat kan jalan?" ucap Zaskia yang sejak tadi terbengong melihat pria tampan tang memperlakukan Zaskia dengan mesra.
Setelah ujian, Ponsel Dira diminta oleh ayah tirinya kemudian dijual untuk judi. Jadi dia tidak tahu berita apapun. Untuk informasi dari sekolah, dia memilih bertanya pada Silvi ke rumahnya. Selama ini memang hanya dialah teman dekatnya.
"Dir!" ucap Zaskia sambil melambaikan tangannya di depan muka Dira karena sejak tadi tidak menyahut.
"Oh... Eh, iya aku baik-baik saja kok. Ayo." jawab Dira yang telah mendapatkan kesadarannya kembali.
Revan meraih tangan istrinya dan berjalan memuju loby sambil bergandengan. Dira seperti tidak mengenali Zaskia. Bukan hanya wajahnya yang tampak lebih cantik dan bersinar. Tapi mengapa Zaskia sekarang bersama pria lain, bukannya dia adalah tunangan Andre, anak Pak Lurah?
TBC..
Jangan lupa tinggalkan komen ya gaes...
__ADS_1
Vote, like juga....
Makasih❤️❤️