Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 6. TENTANG LAMARAN


__ADS_3

Bu Mala masih mengurung dirinya di kamar, kejadian hari ini bahkan belum dia ceritakan pada sang suami. Ah, untunglah suaminya itu tidak ikut  ke sini. Sudah bisa dipastikan, dia akan murka karna anaknya sudah membuat ulah dan mengecewakannya. Entah bagaimana besok dia akan menjelaskan pada suaminya. Ini adalah hal yang pasti memalukan jika sampai berita ini tersebar. Bagaimanapun juga suaminya adalah seorang pemimpin. Sudah pasti ini akan menjadi sorotan.


Bu Mala menerawang mengingat kejadian setahun yang lalu saat sang suami ada peninjauan pembangunan jalan di tepi jurang. Karna terpeleset ranting dan kondisi tanahbyang basah Pak Rudi suami bu Mala tergelincir namun tak sampai terperosok ke dalam jurang. Dia tersangkut pada batu dan berpegangan ranting pohon yang ada di atas tapi rantingnya menjuntai ke bawah. Meskipun orang-orang sudah mencari bahkan tim khusus sampai masuk ke jurang namun tidak bisa menemukannya. Sudah 2hari tapi belum ketemu, entahlah kalau di desa-desa pinggiran masih percaya, mungkin saat itu tubuhnya ditutupi makhluk gaib. (ini pernah terjadi ditempat othor ya gaes, orang hilang sampai berhari-hari, pada saat ditemukan dalam keadaan pingsan dan lemes ditempat yang orang-orang sudah lalui pada saat pencarian.)


Untunglah saat itu Sazkia yang sedang lewat mau berangkat kkerja menggantikan ibunya sayup - sayup mendengar orang merintih meminta tolong.


"Ada orang di sana?" tanya Kia memastikan pendengarannya


"Tolong... Tolong saya. Saya di bawah tertutup ranting." ucapannya tidak terlalu keras tapi bisa di dengar Kia.


"Astaghfirullaah... Bapak bertahan ya, saya cari bantuan dulu." belum begitu mengenali sosok yang ada di bawah.


Kia putar arah, tadi dia melihat segerombolan orang yang berseragam SAR, kemungkinan mereka tim yang sedang melakukan pencarian Pak Lurahnya.


"Pak, tolong... tolong..." teriak Kia saat melihat orang-orang tadi.


Mereka berbondong-bondong menuju ke arah Kia.


"Kenapa dek?" tanya salah satu orang dari mereka.


 "Di deket jurang ada orang minta tolong pak... Cepetan pak, sebelum benar-benar jatuh ke jurang." Kia berlari kecil sebagai penunjuk arah.


Mereka menuju tempat yang dimaksud. Dan benar mereka melihat ada bergerakan dibawah tempat mereka yang tertutup daun-daunan. Mereka segera melakukan penyelamatan.


Setelah itu mereka segera membawa orang yang mereka selamatkan yang ternyata memang target orang yang dicari selama beberapa hari ini ke rumah sakit. Sempat dirawat intensif selama beberapa hari. Sejal saat itulah Kia malai dekat dengan orang tua Andre, bahkan beberapa kali menjenguk pak Rudi.


Kejadian itu membuat Pak Rudi dan keluarganya merasa berhutang budi pada Zaskia, tak henti-hentinya mereka mengatakan pada anaknya ingin menjadikan Kia menantunya.


Saat itu Andre berusia 24th, sudah 2th dia bekerja di Jakarta.

__ADS_1


Andre sebenarnya anak yang patuh dan sayang dengan orang tua, dia menyetujui untuk melakukan pendekatan, Dia juga sudah meyakinkan dirinya, meskipun Kia bukan seperti mantannya yang lebih berpakaian terbuka dan seksi, tapi Andre yakin Kia gadis yang baik dan juga manis bahkan kan sangat terlihat mempesona jika dia bisa merawatnya. Meski hanya saling menyapa lewat dunia maya, saling mengikuti disetiap akun sosmednya, mereka semakin dekat.


Puncaknya 3 bulan lalu Andre melamar Kia, agar setelah lulus nanti bisa langsung menikahinya dan memboyongnya ke Jakarta.


"Pikirkanlah lagi mas, aku ga mau menjalani rumah tangga hanya karena keluarga mas merasa berhutang budi, dan mas terpaksa menyetujui ini." kata Kia waktu mereka saling berbalas pesan.


Waktu itu Kia sudah memperingatkan agar memikirkan kembali rencananya, karna Kia sadar siapa dirinya, jika sampai gagal berumah tangga maka ibunya pasti juga akan sedih. Sudah cukup ibunya bersedih karna ayahnya lebih memprcayai orang lain dbanding istrinya sendiri.


"Enggak Zas, aku yang memang ingin kita bersama, aku yakin dengan hatiku." Andre meyakinkan.


Tidak bisa dipungkiri, meskipun belum bisa disebut cinta tapi Kia tahu bahwa hatinya juga ada perasaan sayang pada Andre. Tidak munafik, siapa sih yang tidak mau punya suami tampan, mapan, keluarganya juga menyayanginya. 


Andre dan Kia hanya satu kali bertemu langsung, dan pada saat lamaran itu adalah yang ke dua kalinya.


Seusai lamaran, keesokan harinya Andre segera kembali ke Jakarta karena pekerjaan yang sedang sibuk-sibuknya sehingga tidak bisa berlama-lama di desa. 


"Belajar yang rajin ya, nanti kalau sudah lulus kita nikah terus ikut mas ke Jakarta." ucap Andre waktu akan kembali ke jakarta waktu sehabis lamaran.


" Pasti dong, jangan lupa kalo mas telpon atau vc langsung diangkat ya. "


" Ya ga bisalah mas, kalo pas lagi pelajaran ato pas lagi gantiin ibu kerja kan ga pegang hape mas." Sahut Kia manja membuat Andre jadi gemes. 


" Astaga, kamu gemesin banget sih, bawa sekarang boleh ga sih?" ucapnya sambil mengacak rambut Kia.


"Iiihhh... Berantakan kan? Udah sana berangkat, nanti ketinggalan kereta. Pejalanan ke stasiun lama lho, belum nanti biasanya macet banyak bus pariwisata." ucap Kia mengingatkan.


"Ck, jadi udah diusir nih? Bentar deh , masih kangen sayang. Boleh peluk gak sih?" ucap Andre mulai menggombal.


"Gak boleh, belum sah." Kia menunduk malu.

__ADS_1


"Jadi nanti kalo udah sah boleh ngapain aja kan?" Tanya Andre berbisik menggoda.


"Tau ah... Udah sana berangkat." Kia mendorong Andre agar segera jalan menuju kendaraan yang akan mengantarnya biar tidak ketahuan salting.


"Tar dulu, mau pamit ibu dulu?" Andre malah menggenggam tamgam kia.


"Tadi kan udah. Mas alasan aja ih." Kia merengut tau itu hanya alasan saja.


"Oiya ding, habisnya dari tadi deket kamu bikin deg-degan, ga fokus kan aku jadinya. Yaudah, mas berangkat ya. Jaga diri." pamitnya sambil mengusap kepala Kia.


"Iya mas, hati-hati." jawab Kia


Bukankah kisah mereka manis, namun sayang semua berakhir tragis, janji hanya tinggal janji. Mimpi tak kan jadi kenyataan.


Bu Mala sadar dari lamunannya saat ada yang mengetuk pintu.


"Bu... Andre masuk ya." tak menunggu jawaban dari dalam Andre membuka pintu, terlihat raut muka ibunya yang sendu menyiratkan kesedihan.


Andre bersimpuh didepan ibunya, "Maafkan Andre bu... Andre salah tidak bisa menjaga amanah ibu dan ayah. Andre mohon bu, katakan apa yang harus Andre lakukan. Sejujurnya Andre juga berharap bahwa kelak Zaskia lah yang akan menjadi istriku, ini karena kebodohanku bu, maafkan Andre."


Andre menangis sambil menenggelamkan kepalanya di pangkuan ibunya.


" Kita sudah menyakiti hatinya, seseorang yang sangat ingin ibu bahagiakan. Mengapa kita malah menggoreskan luka di hatinya. Ibu belum bisa membayangkan reaksi ayahmu nak. Ibu bingung..." Bu Mala mengusap air matanya, mencoba tegar dan kuat sambil berpikir bagaimana nanti menjelaskan pada suaminya itu. Masih merasa resah, memikirkan bagaimana kondisi Kia sekarang yang berjalan sendiri dalam keadaan tidak baik. Harusnya dia tadi memaksanya agar tetap tinggal agar bisa memastikan Kia dalam keadaan selamat.


"Menurutmu apakah Kia akan baik-baik saja, ibu khawatir nak. Harusnya tadi ibu menyusulnya."


Bu Mala mencoba mengungkapkan kegelisahannya.


"Andre akan mencarinya sekarang bu, mudah-mudahan belum jauh." ucap Andre yang juga tiba-tiba tersadar memikirkan Kia yang tidak kenal siapa-siapa di sini.

__ADS_1


Andre segera bergegas mengambil kunci mobil lalu keluar.


"Mau kemana Mas?"


__ADS_2