
Pagi itu seorang gadis mengamuk, saat mendengar kabar orang yang sangat dia benci dan ingin dia hancurkan dilamar oleh pujaan hatinya. Gadis itu adalah Vera. Dia adalah anak dari kakak permepuan Bu Laras, ibunda Zaskia. Tidak ada yang tau mengapa Vera sangat membenci Kia, padahal tak ada kelebihan yang dimiliki Kia sampai harus membuatnya iri. Dulu ia tau bahwa buleknya itu menikah dengan pria kaya, setelah itu dia tinggal bersama suaminya. Kesempatan bagi bu Retno untuk menguasai tanah peninggalan orang tua mereka. Padahal mereka sudah mendapat bagiannya masing-masing, tapi karna kesrakahan sang kakak, tanah bagian adiknya ia jual untuk membeli barang-mewah.
Pada waktu itu ada laki-laki yang mencari bu Laras, karna saat itu memang dia tidak ada di desanya maka bu Retno mengatakan tidak tau.
"Maaf pak, Laras adik saya sudah menikah dengan orang kota dan sudah lama dia tidak pulang kampung. Malah kemarin dia menelpon saya, minta tolong untuk jualin tanah. Saya juga tidak tau untuk apa."
"Memangnya dimana tanah yang akan dijual, tanya laki-laki itu?" kecewa tidak bisa menemukan orang yang dicarinya, bahkan tanahnya mau dijual. Artinya dia sedang keadaan terdesak kebutuhan dan kemungkinan tidak akan kembali ke desa ini.
"Bapak berminat? Mau saya tunjukkan? Saya bisa mengantarnya." jawab bu Retno antusias.
"Baiklah sepertinya saya berminat." jawab orang itu tanpa basa basi. Jika ia memiliki tanah di sini kemungkinan suatu hari nanti dia masih bisa bertemu dengan laras, pikirnya.
Bagai mendapat durian runtuh, sebentar lagi dia bisa beli mobil, emas, mesin, cuci tv baru, dan bisa shopping sepuasnya. Pikirannya mulai mengabsen barang-barang yang akan dia beli saat nanti tanahnya dibayar.
"Laki-laki ini sudah ganteng, tajir juga ternyata. Boleh ga sih ganti suami?" pikirannya mulai ngelantur
Laki-laki itu apakah benar-benar tertarik untuk membeli tanah Laras atau karna kasihan dengannya karna sampai harus jual tanah. Bukankah dia mencari Laras, artinya dia juga kenal dengan Laras. Sayangnya laki-laki itu tidak mau mengatakan ada hubungan apa dengan Laras sampai mencarinya kemari. Masa bodo yang penting dapat duit pikir Bu Retno.
Kesepakatan terjadi, semua tanah milik bu Laras sudah terjual, menyisakan sepetak tanah yang ada bangunan tak terurus di atasnya. Kalau sampai itu dijual pasti bulek-buliknya akan curiga, pikirnya.
Setahun kemudian bu Laras datang dengan anak perempuan yang berusian 5th, dua tahun lebih muda dari Vera. Mengetahui tanah miliknya telah djual sang kakak membuatnya marah, tapi apalah daya Laras tak mungkin bisa melawan kakaknya.
Akhirnya Bu Laras hanya bisa pasrah. Dia menempati rumah usang peninggalan orang tuanya, dan hidup di desa sebagai buruh tani kadang buruh cuci. Yang penting bisa menghidupi putri tercinta.
__ADS_1
Waktu itu Vera semakin membenci Kia saat tau kabar lamarannya malam itu, apalagi dia semakin panas saat melihat adegan pamitan yang romantis siang itu. Vera bersumpah bagaimanapun caranya dia akan merebut Andre dari Zaskia.
"Sudah sayang, jangan seperti ini. Kamu masih bisa bersama Andre. Kamu pasti bisa merebutnya dari anak sialan itu." ibunya yang juga ingin panjat sosial malah menasehati yang tidak benar pada anak perempuannya itu. Bagaimana tidak, kalau didesa itu status Lurah termasuk orang yang berpengaruh, apalagi lurahnya ini adalah orang kaya dari lahir.
"Bagaimana caranya bu, Andre kerja dikota sementara Vera di sini." Vera masih frustasi.
"Justru itu bagus, gunakan kesempatan untuk mendekati Andre tanpa Kia tahu." nampak seringai licik dari bibirnya.
"Hubungi andre, bilang kamu sepupu Kia dan butuh pekerjaan. Kamu bisa kan cari tahu nomornya Andre?"
Vera memang hanya lulusan SMA, tidak mau kuliah karna sudah ga mau pusing mikir pelajaran katanya.
Jika hanya nyari tau nomor hape Andre saja tidak akan sulit karna Andre anak yang populer saat itu. Vera banyak mengenal teman-teman Andre, dua yakin bisa mendapatkannya.
Hari berikutnya Vera segera menghubungi Andre, "Assalamu Alaikum Mas Andre... Ini saya Vera kakak sepupunya Zaskia."
"Dapet dari Kia kak, tapi dia bilang agar aku tidak mengatakan kalau dia yang ngasih **** ke aku. Katanya takut kalau Mas Andre marah." jawab Kia berbohong.
Sementara di sebarang telpon, Andre aenyum-senyum sendiri membayangkan wajah manis calon istrinya itu.
" Maa, aku butuh pekerjaan. Si tempat mas ada lowingan ga?"
" Ada sih tapi operator produksi, mau?" jawah Andre cepat karna memang di sana sedang membuka lowongan kerja.
__ADS_1
"Iya mas mau, kalau begitu aku berangkat besok ya mas. Baiknya naik apa ya?"tanya Vera karna belum tau daerah sana.
" kalau naik kereta, jarak rumah dengan stasiun jauh, sori, aku ga bisa jemput besok. Sebaiknya naik bus saja, nantk turunnya ga jauh dari rumah."
" Iya deh mas. Kalau begitu kirimkan alamatnya ya mas.. " Vera bersorak dalam hati, pucuk dicinta ulam pun tiba.
Setelah sampai d Jakarta Vera langsung naik ojek seperti yang diarahkan Andre. Karna saat sampai, dia masih di pabrik shift malam. Vera langsung masuk setelah tadi diberitahu letak kuncinya. Diotaknya sudah dipenuhi rencana- rencana kotor.
Setelah mandi dia sengaja memakai hot pant dan tengtop saja, bisa beralasan panas nanti seandainya ditanya Andre.
Merebahkan diri di sofa sambil menunggu kepulangan Andre.
Ternyata yang tadinya hanya berniat tiduran ternyata tidur beneran.
Meskipun Andre sudah tau di dalam rumah ada tamu tapi Andre tetap terkejut mendapati wanita yang berpakaian terbuaka seperti itu. Meski hal itu sudah biasa dilihat, tapi untuk orang tang berasal dari desanya, menurutnya itu sangat fulgar. Namun Andre tak menghiraukan, tal ingin ikut campur juga.
Hal itu membuat Vera merasa tertantang untuk lebih memggoda Andre.
Kesokan harinya sesuai rencana, Andre mengantarkan Vera melamar pekerjaan. Tetap melalui prosedur meskipun pada akhirnya Andre bisa mengajukan rekomendasi karyawan pabrik yang ada di bawah kepemimpinannya.
Benar saja beberapa hari setelahnya ada pengumuman hasil lamaran kerja. Vera diterima, dan mulai bekerja pada keesokan harinya.
"Mas, aku kan udah diterima kerja, tapi sambil cari kos aku boleh ga disini dulu sampai aku gajian. Takut uang aku juga ga cukup sampai nanti gajian kalau aku harus bayar kos juga." Vera berusaha meyakinkan Andre.
__ADS_1
Sebenarnya Andre bisa saja mencarikannya kontrakan, tapi dia tidak mau repot.
"Ya udah ga papa. Nanti aku laporan sama pak RT. Kalau ada yang tanya bilang saja kamu saudaraku. Itu juga yang akan kukatakan pada pak RT." ucap Andre datar, dia juga menyadari gelagat Vera yang selalu menggodanya meski secara tidak lamgsung. Andre laki-laki normal, dia bisa saja khilaf jika disuguhkan pandangan yang erotis setiap hari. Tapi Andre mencoba melawan nafsunya dwngan menghindarinya.