Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 70. PERKENALAN


__ADS_3

Sesuai rencana, setelah acara pernikahan Revan dan Zaskia, satu jam setelahnya adalah acara pertunangan Arya dan Kiara. Sambil menunggu acara tersebut berlangsung pengantin baru itu memutuskan untuk mengganti pakaiannya di kamar pribadi Revan yang memang sering dia gunakan kalau sedang ingin menginap di hotelnya.


Memang ada satu lantai di 3R hotel yang tidak semua kamar disewakan. Beberapa Kamar president suite di lantai itu khusus untuk pemilik hotel.


Aura kebahagiaan terpancar jelas diwajah Revan dan Zaskia. Sejak keluar dari ballroom menuju kamarnya, Revan tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Untuk sampai di kamarnya mereka menggunakan lift khusus dan hanya pemilik hotel dan orang tertentu yang bisa mengaksesnya.


Begitu masuk lift dan lift tertutup Revan segera menyerang Zaskia. Revan memepet istrinya ke dinding lift, tangan kirinya memegang tengkuk Zaskia sedangkan tangan kanannya meraih pinggang ramping istrinya. Zaskia yang terkejut dengan gerakan Revan yang tiba-tiba, langsung berpegangan pada jas yang dipakai suaminya. Belum sempat dia protes, Revan sudah terlebih dulu membungkam bibirnya dengan ciuman yang lembut.


Tak ada penolakan, perlahan Zaskia pun membalas ciuman mesra suaminya. Tangannya perlahan naik dan mengalung pada leher Revan. Ciuman mereka semakin dalam, tangan Revan oerlahan mulai naik mencari - cari sesuatu yang mulai saat ini akan menjadi mainan favoritnya. Namun baru saja dia menemukan apa yang dia cari, lift sudah berhenti dan terbuka.


Ciuman mereka terlepas, nafas mereka terengah-engah. Mereka tertawa bersama saat menyadari hal konyol yang mereka lakukan.


"Abang sih ga tau tempat. Untung ga ada orang." ucap Zaskia sambil memukul pelan dada suaminya. Revan tersenyum, lalu tanpa aba-aba dia membopong tubuh Zaskia keluar dari lift menuju kamarnya. Karna takut jatuh Zaskia refleks mengalungkan tangannya lagi ke leher Revan.


"Tapi kamu suka kan tadi. Abang sudah ga sabar buat nglanjutin yang tadi sayang. Cup!" ucap Revan sambil berjalan menuju kamarnya, sesekali dia mendaratkan kecupan mesra peda wajah istrinya.


"Abang... Malu kalau ada yang lihat." protes Zaskia.


"Gak ada orang sayang. Kartu aksesnya di saku, ambilin yang!" ucap Revan.


Zaskia mengambil kartu dari saku jas bagian dalam yang ada di dadanya. Kemudian mengarahkan cardlock pada kotak sensor pada pintu kamar.


Tak menyia-nyiakan kesempatan, Revan kembali menyerang istrinya saat sudah menutup pintu kamar mereka. Zaskia hanya pasrah menerima sentuhan suaminya. Bibir mereka hanya terlepas saat mengambil nafas. Saat ini Revan masih berada di sofa Dengan Zaskia berada di pangkuannya.


Tangannya sudah tidak dapat dikondisikan lagi, tubuh bagian depan yang masih tertutup kebaya itu sudah menjadi korban tangan nakal Revan.


Zaskia dibuat merinding tubuhnya bergejolak, sepertinya suhu di ruangan itu terasa panas, padahal ac tidak sedang dalam kondisi rusak.


Setelah ciuman panas mereka berlangsung lama, barulah mereka melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas yang terengah-engah. Zaskia merasa bibirnya terasa lebih tebal.


"Abang... bibir Kia bengkak." ucap Zaskia manja dengan posisi tangan masih melingkar di leher Revan.


Cup... Revan mendaratkan kecupan di bibir Kia.


"Maaf sayang, habis enak. Manis - manis gimana gitu." ucap Revan dengan tangan mulai meraba dada Zaskia.


Zaskia tak bosan-bosan memandangi wajah rupawan suaminya sampai dia tak menyadari jika suaminya sudah melepas satu persatu kancing kebayanya. Tangan Zaskia juga tak tinggal diam, jari lentiknya menelusuri wajah tampan suaminya. Mulai dari dahi, alisnya yang tebal, lalu turun pada hidungnya yang mancung bak prosotan. Kedua telapak tangannya mulai menangkup pipi suaminya. Pandangannya, tertuju pada bibir suaminya yang tadi menciumnya begitu rakus.


Cup...


Entah keberanian dari mana, tiba-tiba Zaskia mengecup bibir itu. Revan tentu saja sangat kegirangan saat istrinya berinisiatif menciumnya terlebih dulu, meski hanya kecupan singkat. Namun setelah itu dia menyembunyikan wajahnya di dada suaminya karna malu.


"Istriku sudah berani cium - cium ya ternyata. Cup cup cup." ucap Revan membalas pelukan Zaskia sambil memberikan kecupan bertubi-tubi pada kepala Zaskia yang masih tertutup hijab


"Kia malu." ucap Zaskia lirih


"Malu tapi mau kan? Sini lihat Abang!" ucap Revan sambil menegakkan tubuh Zaskia dan memegang dagunya agar melihat ke arahnya.


"Kita beneran udah sah kan sayang?" tanya Revan dengan tatapan mata yang mulai sayu.

__ADS_1


Zaskia hanya mengangguk, belum mengerti arah pertanyaan Revan.


"Adek nanti ganti baju kan?" Sekali lagi Zaskia hanya mengangguk.


"Abang bantu melepas jilbabnya ya?" tanya Revan kemudian membopong Zaskia menuju meja rias.


Setelah duduk di depan meja rias Zaskia terkejut saat menyadari bahwa dia sudah nyaris t*l*njang. Sementara Revan sejak tadi arah pandangannya menuju dada sintal milik istrinya.


Blush...


Wajah Zaskia langsung memerah, m3ngqoandia baru menyadarinya.


Astaga, mengapa sampai ga nyadar sih? Kapan abang nglepasnya? Tanya Kia dalam hati.


"Abang sudah boleh minta ini kan?" tanya Revan lagi setelah melepas atribut yang menutupi kepala zaskia.


Zaskia belum menjawab pertanyaan Revan, gadis itu masih malu-malu. Revan segera membalikkan tubuh istrinya yang masih menghadap ke cermin, kemudian melepas kebaya istrinya dan membiarkan teronggok di lantai.


Revan mengangkat tubuh zaskia dan membaringkannya di ranjang yang dihiasi oleh kelopak bunga mawar. Tangannya mulai menari-nari, meraba dengan lembut m*r*mas gundukan yang masih tertutup kain itu dengan pelan, tak lama tangannya mulai menyusup mencari biji kacang yang saat pertama dia lihat, dia sudah gemas sekali ingin menggigitnya.


Zaskia hanya bisa pasrah menikmati sentuhan suaminya. Tubuhnya mulai bergerak frustasi, hingga tanpa sadar dia malah membusungkan dadanya. Hal itu tidak disia-siakan oleh Revan, tangannya melepas pengait kain yang menutupi aset berharga istrinya.


Sadar bagian atas tubuhnya sudah tak tertutupi apa pun, tangan Zaskia mencoba menutupi dengan tangannya. Namun Revan segera menepis dengan lembut.


"Mulai sekarang ini milik Abang. Dan abang ingin menikmatinya setiap waktu. Boleh kan?" tanya Revan sambil memilin pucuk dada istrinya, kemudian tangan besarnya mulai mer*m*s-r*m*s dengan lembut bukit indah yang menantang di depannya.


Zaskia mengangguk lagi kemudian menggigit bibir bawahnya, agar suara-suara laknat itu tidak keluar dari mulutnya. Sungguh, jantungnya sudah menggila, tubuhnya rasanya semakin bergetar. Tubuh bagian intinya sudah berkedut. Dia tidak tahu, apa yang harus dia lakukan selain pasrah. Tak munafik, Zaskia juga pernah membayangkan saat Revan menyentuhmya. Dan saat ini dia benar-benar merasakannya.


Mereka sudah sama-sama tanpa memakai atasan, Revan sudah kembali menyerang bibir istrinya, dengan tangannya yang tak berhenti memainkan dua benda kenyal di dada Zaskia bergantian. Ciumannya turun ke leher dan membuat jejak kemerahan di sana. Setelah puas mencetak hasil karyanya di sana Revan menurunkan ciumannya di tempat tangannya memainkan squishy yang padat namun kenyal.


Zaskia mulai mengeluarkan suara-auara aneh, kadang aahhhh.... kadang eemmmmgggghhh, kadang menyebut nama. Kamar hotel itu teeasa semakin panas. Gerakan mereka semakin tak terkendali. Rok batik yang dipakai zahra juga telah dicampakkan begitu saja oleh Revan. Begitupun dengan Revan, mereka sama-sama hanya menggunakan kain segi tiga yang menutup masing-masing inti mereka.


Tok tok tok....


Suara ketukan pintu menyadarkan mereka. Mereka berhenti dari aktifitas mesra mereka dan saling memandang. Sedetik kemudian mereka tersenyum.


"Sampai lupa waktu ya, sepertinya perkenalannya cukup dulu. Adek mau mandi apa mau ganti baju aja?" ucap revan lembut kemudian menaikkan selimut untuk menutupi tubuh sazkia yang setengah t*l*n*jang. Sementara Revan sendiri memakai bathrobenya dan mulai turun dari ranjang.


"Jangan dibuka dulu pintunya, Kia malu kalau ada yang masuk." cegah zaskia saat Revan ingin berjalan menuju pintu.


"Paling cuma petugas hotel yang mengantarkan baju ganti kita sayang... Bentar ya, abang lihat dulu. Cup." sahut Revan menenangkan zaskia.


Revan bisa mengerti kegelisahan Zaskia. Dengan kondisinya saat ini, pastilah dia tidak mau kalau sampai ada orang yang memergokinya mesum di hotel meskipun itu bersama suaminya sendiri.


Ternyata benar, yang datang adalah petugas hotel yang mengantar pakaian ganti mereka. Namun tidak hanya pakaian ganti, petugas tersebut juga mengantarkan makanan dan minuman disertai notes.


"Biar saya sendiri yang membawanya masuk. Terima kasih." ucap Revan pada petugas hotel pria tersebut. Tentu saja dia tidak ingin orang lain melihat istrinya yang dalam keadaan seperti itu.


"Mau mandi ga yang? Ini baju ganti kita. Atau mau makan dulu? Mereka bawa makanan ini." ucap Revan yang terlihat sambil mendorong troli yang berisi aneka hidangan makanan dan minuman.

__ADS_1


"Ada bathrobe lagi ga bang? Masa Kia ga pake apa-apa?" tanya Kia yang merasa malu saat mau beranjak.


"Ah, iya. Bentar abang ambilin." Revan segera membuka lemari dan mengambil bathrobe dan handuk untuk Zaskia.


Zaskia tadi sedikit melihat, di dalam lemari banyak terdapat baju tidur dan dresa perempuan. Zaskia menerima bathrobe dengan menahan rasa penasaran. Daripada mengganjal, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa banyak pakaian perempuan bang? I... Ini kamar ini... Abang sering nginep di sini, sampai abang hafal tempat ini?" tanya Zaskia yang memang tidak tahu kalau hotel tempat dilaksanakan pernikahananya itu adalah milik keluarga suaminya.


Revan tersenyum, tangannya bergerak membantu Zaskia menggunakan bathrobenya.


"Iya, abang kalau lagi gabut sering iseng tidur di sini. Ini kamar abang, dan sekarang menjadi kamar kita. Abang sengaja menyuruh seseorang untuk menaruh beberapa baju tidur dan beberapa pakaian ganti yang lain buat adek. Biar kita kalau sedang nginep di sini tidak perlu memikirkan ganti." jelas Revan pada Zaskia.


"Kia boleh makan dulu ga, Kia laper. Abang juga makan ya." ucap Zaskia jujur. Tadi dia ga mau sarapan. Karena gugup akan menjadi pengantin membuatnya tak berselera untuk sarapan.


"Adek juga belum makan?" tanya Revan merasa bersalah karena tidak peka, ternyata sedari tadi menahan lapar.


"Ga nafsu makan tadi, habis kepikiran terus." jawab Zaskia


"Kok sama sih, ya udah kita makan dulu ya." ucap Revan sambil menuntun zaskia menuju sofa.


" Ada suratnya bang? Dari siapa?" tanjya zaskia saat melihat lipatan kertas di atas troli makanan.


"Buka aja sayang, paling bang Reyhan atau bang Reno." sahut Revan sambil mengambil makanan ke piring. Hari ini dia ingin melayani istrinya. Melakukan semua hal yang bisa membuat Zaskia seperti ratu.


Jangan diserang dulu istri lo! Ingat, kita masih ada acara setelah ini. Makan yang banyak biar lo kuat dan ga malu-maluin sebagai adek gue. Isi catatan pada jertas tersebut.


"Ah malunya...." terika Zaskia membuat Revan menjadi gemas. Revan segera duduk di samping Zaskia dan menyodorkan satu suapan ke mulut Zaskia.


"Kok jadi abang yang ambilin buat Kia. Harusnya kan Kia yamg melayani abang." ucap Zaskia merasa bersalah m


"Ga papa sayang. Hari ini istri abang yang jadi ratunya, dan abang rela jadi pelayannya." ucap Revan sambil tersenyum.


Zaskia menerima suapan suaminya itu. Dia semakin jatih cinta dengan sosok yang menurutnya sempurna itu. Bagaimana tidak, Laki-laki yang digilai banyak kaum hawa ini, selalu memperlakukannya secara Istimewa. Tentu saja Zaskia sangat bangga, apalagi saat laki-laki yang sudah bergelar suaminya itu selalu menatapnya dengan tatapan memuja dan seperti ingin melahapnya setiap saat mereka bersama.


"Abang manis banget sih, Kia makin jatuh cinta sama abang." ucao Zaskia sambil menatap manik hitam suaminya.


Revan jadi bertambah gemas, "Udah sayang, jangan godain abang, abang bisa makan kamu sekarang juga lho." goda Revan pada Zaskia.


Sedangkan Zaskia hanya bisa tersenyum malu. Zaskia jadi Ingat apa yang baru saja dilakukannya bersama dengan suaminya tadi. Wajahmya langsung memerah, dia malu karena tadi dia terlihat menikmatinya.


Setelah selesai makan, Zaskia dan Revan memutuskan untuk mandi karena tubuh mereka terasa lengket. Mereka kali ini menggunakan batik couple untuk menghadiri pertunangan sepupunya itu.


Mereka berjalan ke ballroom tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Jika tidak bergandengan pasti tangan salah satu dari mereka merengkuh pinggang pasangannya. Sungguh pemandangan yang bikin baper.


TBC...


Maaf ya semua othornya baru kehilangan semangat menulis, butuh semangat daei kalian


Jangan lupa tinggalkan komentar, bantu like dan fav juga ya.

__ADS_1


Makasih❤️❤️


__ADS_2