
"Kamu masih marah? Sori banget ya yang kemarin. Aku yang salah, kamu boleh balas kalau perlu. Ya?" bujuk Zian pada Rita.
"Ck, makanya kalau mau nuduh pastikan dulu. Jangan asal, untung kamunya ga aku cakar-cakar. Dasar Om-om nyebelin." sahut Rita sambil cemberut.
Zian malah tersenyum saat melihat muka Rita yang cemberut, bagi Zian itu terlihat lucu, dan imut.
"Jadi dimaafin ga nih? Jangan marah-marah terus, nanti hilang manisnya." rayu Zian pada Rita yang memang saat ini gadis itu terlihat manis.
"Emang kalau udah dimaafin mau apa? Ngaruh emang?" tanya Rita masih berlagak cuek. Padahal kata-kata Zian yang manis dan lembut itu telah berhasil menggetarkan hatinya.
"Ya ngaruh lah. Kalau udah dimaafin pengen nglamar kamu, boleh ga?" tanya Zian sambil tersenyum memandang Rita.
"Ga lucu. Ga usah baperin aku deh. Cowok kalau minta maaf emang gitu ya? Suka baik-baikin, terus tar nyakitin lagi." ucap Rita lagi sambil memalingkan mukanya. Rita tak mau Zian sampai tahu kalau dia sedang tersipu.
"Ga juga. Aku sih seringnya jadi pihak yang disakiti, jadi ga pernah ngrayu-ngrayu biar dimaafin. Jadi gimana? Dimaafin kan? Alhamdulillah... Oke deal, besok aku lamar kamu." ucap Zian sambil menjabat tangan Rita.
"Eh, aku belum maafin ya. Ga usah pede. Lagian aku ga mau dilamar sama kamu. Udah tua." ucap Rita tanpa mau memandang wajah Zian.
"Sembarangan, aku belum tua ya. 30 tahun itu dewasa, matang, bukan tua. Selisi 3 tahun doang sama Mas Revan. Kamu ga lihat aku masih ganteng gini?" tanya Zian sambil memegang dagu Rita agar melihat ke arahnya.
Wajah Rita terlihat bersemu. Saat ini pasti Zian tahu kalau Rita hanya gengsi saja mengakui ketampanannya.
Astaga, kenapa aku jadi gemes sekarang lihat wajahnya. Dia memang ganteng sih. Jauh sih sama si kacrut itu. Batin Rita mulai berperang.
"Jangan deket-deket, nanti ada yang marah." lirih Rita yang mulai melunak.
Zian menegakkan tubuhnya. Dia menengok ke kiri dan kanan.
"Kamu dah punya cowok? Sori lagi. Aku bener-bener ga tahu. Ah, padahal tadi aku udah semangat banget karena ketemu jodohku." ucap Zian lemes.
"Siapa yang bilang aku udah punya pacar sih. Justru Om Zian yang mungkin dah punya pacar. Sok-sokan ngrayu cewek." ucap Rita sambil terkekeh.
"Mana mungkin aku punya cewek. Ini aku lagi usaha... Boleh kan aku deketin kamu? Kamu ga lagi ada komitmen sama orang lain kan?" tanya Zian serius sambil meraih tangan Rita.
__ADS_1
Rita jadi salah tingkah, diperlukan manis seperti ini rasa marahnya jadi menguap. Rita tidak menjawab pertanyaan Zian. Bagaimana bisa salah paham berujung suka? Rita malah berdiri dan menarik tangan Zian menuju meja prasmanan.
"Om Zian makan dulu ya. Pasti belum makan kan tadi?" tebak Rita.
Zian pun tak banyak protes. Dia mengekor di belakang Rita.
"Bisa ga sih, jangan panggil Om. Berasa lagi ngedate sama anak-anak deh." protes Zian karena Rita terus memanggilnya om.
"Rita kan cuma ikutan Kia." jelas Rita.
"Kalau Non Kia mah bebas, mau dipanggil kakek pun aku rela." jawab Zian sambil menerima piring dari Rita.
Rita bahkan belum tahu kalau Zaskia berasal dari keluarga kaya. Yang dia tahu, zaskia sudah bertemu dengan ayahnya. Itu saja.
"Memang Om kenal Kia di mana. Kenapa panggilnya Non?" tanya Rita polos.
"Astaga Ta, jangan panggil Om kenapa sih. Apa perlu aku berdiri sejajar dengan temen-temen bos kamu itu biar kamu lihat kalau aku belum setua itu." ucap Zian dengan muka cemberut yang malah membuat Rita tertawa.
Saat ini mereka sedang duduk di sudut taman menikmati makanan mereka.
"Bolehlah daripada Om." sahut Zian.
"Jadi?" Rita masih penasaran.
"Aku asisten ayahnya Non Kia. Kamu belum tahu kalau Zaskia sudah ketemu ayahnya?" tanya Zian.
"Asisten? Tunggu, memang ayahnya Kia orang kaya ya? Biasanya kan kalau di novel-novel itu yang punya asisten itu petinggi perusahaan gitu atau artis. Ga mungkin kan kalau ayah Kia seorang artis? Aku tahunya Kia memang sdh ketemu sama ayahnya, tapi aku ga tahu ayahnya siapa. Seminggu belakangan ini kami jarang ketemu, tapi kemarin tiba-tiba ada yang mention dia udah sah aja, katanya. Kaget kan aku." ucap Rita panjang lebar.
Zian tertawa, dia baru tahu ternyata Rita anaknya rame dan supel. Gampang akrab dengan orang baru.
"Jangan-jangan kamu juga ga tahu, kalau bos kamu itu juga salah satu ahli waris perusahaan besar di depan kafe kamu." tebak Zian yang membuat mata Rita melotot.
"3R GROUP? Hah, serius? Pak Revan anaknya yang punya kantor gede itu? Kia... Hidup kamu beruntung banget sih. Jalan Tuhan begitu indah." ucap Rita histeris membuat orang-orang mengalihkan atensinya.
__ADS_1
"Sori gaes... ada kecoak tadi, hehehe...!" ucap Rita sambil cengengesan meminta maaf pada semuanya. Sedangkan Zian hanya tertawa melihat tingkah gadis itu.
"Yang tadi beneran Kak?" kali ini Rita bertanya sambil berbisik.
"Beneran lah. Masa bohong. Kalau ayahnya Non Kia juga ga kalah tajir. Hanya saja dulu mereka terpisah karena kesalahpahaman. Untung Nyonya dan Non Kia berhati lapang dan hati mereka tidak benar-benar meninggalkan ayahnya. Bersyukur sekarang bisa berkumpul kembali." ucap Zian sambil menerawang.
Sedikit banyak Rita pun bisa merasakan jika pria di depannya ini sedang terharu dengan kisah hidup keluarga bosnya itu.
"Pertama aku ketemu Kia, aku juga langsung trenyuh dangan kisah hidupnya. Aku langsung bisa menilai kalau dia gadis yang baik, makanya aku tanpa ragu langsung mengajaknya pulang ke rumahku. Dan aku sebenernya belum rela Kia maafin gitu aja, itu laki-laki yang sudah menyakiti hatinya." ucap Rita sambil mengarahkan dagunya pada Andre yang sedang terlibat pembicaraan dengan teman-teman Revan.
Zian mengerutkan keningnya. Masih bertanya-tanya dalam hati, apa mungkin orang yang bersamanya tadi adalah orang yang sudah menghianati putri tuannya? Tapi mengapa tadi mereka bersikap baik-baik saja. Zian masih belum mengerti.
"Maksudnya, Andre? Dia mantan tunangan Zaskia?" tanya Zian ragu.
"Lah, masa kamu ga tahu? Kata Kia sih, dia udah ga menyimpan dendam. Justru akhirnya dia bersyukur, kalau saja dia tidak ditinggal nikah, pasti sekarang dia tidak akan bersama dengan bos Revan. Begitu katanya. Tapi harusnya, si Andre itu harus dikasih pelajaran dulu karena udah nyakitin hati Kia. " ucap Rita sambil bersungut.
"Ga boleh gitu, kalau ga karena peristiwa itu, belum tentu juga Non Kia bisa bertemu dengan ayahnya kan? Kita doakan saja, semoga semua akan mendapatkan yang terbaik." ucap Zian sambil mengusap kepala Rita.
"Jadi gimana, aku udah dikasih izin belum buat deketin kamu?" tanya Zian, menggoda Rita.
Zaskia sengaja mengenalkan Rita pada Zian. Itu artinya gadis itu memang baik, makanya Zian oun tak menolak jika Rita bersedia untuk dijodohkan dengannya.
Malam semakin larut. Mereka seolah melebur menjadi satu saudara. Hubungan yang renggang menjadi dekat. Mereka pasti akan merindukan momen-momen seperti ini. Semoga bos mereka ini, akan sering-sering mengadakan acara seperti ini.
TBC....
Jangan lupa dukungannya ya bestie...
Vote
Like
Komen
__ADS_1
makasih ❤️❤️