Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 75. BELANJA


__ADS_3

Belum puas mendapatkan sikap dingin dari Revan, Vera masih tak mau menyerah. Dia membuntuti dua pasang suami istri itu dengan mengendap-endap persis seperti penguntit.


"Kok elo bisa kenal cewek modelan begitu sih Van? Pedenya tingkat dewa." tanya Reno penasaran. Saat ini mereka sedang duduk di kursi tunggu dan membiarkan istri mereka bersenang-senang. Mumpung bisa jalan berdua katanya, mereka ingin berbelanja bersama.


"Ck... Tadi itu sepupunya Kia bang... Tapi kayaknya tadi ga ngenalin Kia deh. Kalau tahu Kia yang tadi sama gue, dia harusnya kalau ga menyerang Kia pasti mengatai Kia bang?" ucap Revan seolah ingin mengadu pada abangnya.


"Segitunya sama sodara? Kok bisa sampe ga kenal, sepupu macam apaan?" tanya Reno penasaran.


"Ga tau lah, dia itu jahat banget jadi cewek. Abang udah denger cerita awal mula gue ketemu Kia?" tanya Revan, yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Reno. "Dia sudah menikah dengan tunangan Zaskia. Ya.. Tapi Revan bersyukur sih karena akhirnya Zaskia bisa berjodoh dengan Revan, dan adek abang ini tidak menjomblo seumur hidup." jelas Revan singkat, sebenarnya masih seperti tidak rela jika istrinya selalu ditindas oleh sepupunya.


"Kalo gitu, lo harus jagain yang bener tuh bini lo. Ngomong-ngomong kita susul aja mereka ke dalem yuk." ucap Reno kemudian yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Revan.


Mereka mulai menelisik swalayan yang tadi dimasuki oleh Zahra dan Zaskia. Mereka menyusuri seluruh bagian swalayan dengan kepala yang terus menengok ke kanan dan kiri.


Sementara dua wanita cantik yang sedang dicari oleh suaminya ini sedang sedang asyik berada di deretan pakaian pria.


"Kamu beli banyak kaos Ki? Buat Revan?" tanya Zahra saat Zaskia memasukkan beberapa kaos ke dalam keranjang belanjaannya.


"Hehe iya mb, bisa buat gantian. Aku beberapa kali penjem kaos abang buat tidur, ransanya lebih nyaman daripada pake baju tidur biasa." ucap Zaskia yang sudah bisa sedikit terbuka dengan hubungan suami istri mereka. Bukan untuk mengumbar rahasia rumah tangganya, tapi untuk sharing saja, agar Zahra juga memberikan tips agar rumah tangga bahagia.


Zahra sedikit tersenyum mengingat saat pertama menginap di rumah Reno dia juga menggunakan kaos dan trining Reno tanpa dalaman. Wajahnya tiba-tiba terasa memanas dan berubah jadi kemerahan. Dia teringat pertama kali Reno memberikan sentuhan intim padanya.


"Iya sih, mbak juga pernah sekali. Pas pertama mbak jadi istri dadakannya bang Reno." sahut Zahra kemudian


"Eh iya, ceritain dong mbak. Kok bisa mbak tiba-tiba bisa nikah sama bang Ren, penasaran Kia. Kemarin sempet denger, tapi Zaskia belum puas. Terus mantan istrinya Bang Ren gimana sekarang?" tanya Zaskia antusias. Sementara Zahra hanya tersenyum mengingat kejutan termanis dari Reno.


"Sebenarnya mbak itu sudah dari masih remaja suka sama abang. Tapi saat abang menikah, mbak terpaksa menguburnya dalam-dalam. Bakan selama 7 tahun setelah itu, mbak ga pernah bertemu. Namun bukannya lupa, eh malah tambah dalam. Pas kejadian mbak mau dilecehkan itu sebenarnya pas tante Laras mau berangkat ke Jakarta bareng papi mami." zahra menjeda ceritanya sambil menarik nafas panjang. Meski dia bercerita namun tangannya tak berhenti Membolak balikkan barang-barang yang kira-kira dibutuhkan Reno. Seperti kaos, kaos dalam, celana kolor, boxer, dan juga celana d*lam.


"Waktu itu abang nyelametin mbak, dan selanjutnya mbak juga ga sadar. Sampai saat pagi mbak baru tahu ternyata mbak tidur di kamar abang dengan status sudah jadi istrinya. Ternyata pakde yang menikahkan kami." lanjut Zahra dengan semyum yang senantia mengembang.


"Ih... Senengnya, langsung malam pertama dong, hahaha..." ucap Zaskia gemas sendiri mendengar cerita Zahra.


"Sssttt... Jangan kenceng - kenceng Ki... Malu nanti kalau di dengar orang. Eemmm kalau masalah malam pertama ya ga langsung lah, orang mbak aja masih shock. Coba bayangkan saja, masa kita tiba-tiba jadi istri pria yang sudah punya istri juga. Padahal setahu Zahra abang tuh cinta banget sama Clara, mantannya abang." Zahra melanjutkan ceritanya.


"Iya juga sih mbak, terus selama ini mbak ga pernah ketemu sama si Clara-clara itu?" tanya Zaskia lagi.


"Nggak pernah. Ga bisa ngebanyangin sih, kalau tahu mantan suaminya jadi suami mbak. Dulu aja pas baru nikah, lihat mbak deket sama bang Reno, dianya sewot banget. Pernah ngancem mbak malah waktu itu. Mau bikin abang gila kalau aku ga jauhin abang." ucap Zahra sendu. Dulu dia pikir abangnya itu cinta mati sama clara. Kalau tahu ceritanya berbeda, Zahra pasti akan nekad melepaskan Reno dari jeratan Clara.

__ADS_1


"Ih, mbak jangan sedih. Saatnya sekarang memperjuangkan cinta kalian. Abang Reno itu kalau Kia lihat kayak bang Revan. Dia juga pasti sayang banget sama mbak dan manjain mbak Zahra, bener kan?" ucap Zaskia sambil memeluk Zahra. Zahra hanya mengangguk, membenarkan bahwa Reno memang memanjakannya dan sangat menyayanginya.


Setelah kebutuhan suami terbeli semua, mereka berpindah ke outlet perempuan.


"Mbak pernah kepikiran ga pake kayak gini? Kalau Kia sih geli. Setidaknya untuk saat ini, belum terbiasa kali ya." tanya Zaskia saat melewati deretan gaun yang seperti jaring ikan.


"Iya sama, mbak juga. Mending ga pake apa-apa sekalian. Hahaha." sahut Zahra.


"Sayang juga ya mbak, harganya mahal-mahal pula. Nggak bisa bayangin, baju 8 juta akhirnya cuma dirobek karna ga sabaran. Hahaha... Kan sayang, mending buat beli jajan." ucap Zaskia membayangkan suaminya yang nafsuan.


"Bener banget. Kalo bang Reno sih sejak dulu tipe-tipe romantis gitu. Tapi kalau bang Revan, aku ga nyangka lho bisa semanja itu sama kamu Ki. Mbak tuh ga pernah lihat dia kayak gitu, biasanya manja cuma sama mama. Keren lho kamu bisa nakhlukin bang Revan. Ceritanya gimana sih kalian belum lama kenal tapi bisa sedekat itu. Sampai bang Revan ngebet banget nikahin kamu. Padahal trima ijazah juga belum, udah ijab sah aja." tutur zahra panjang lebar diakhiri dengan penasarannya juga tentang kisah Zaskia dan Revan.


"Akhinya nemu juga, gimana bagus ga mb?" tanya Zahra saat menemukan model leging yang modelnya aneh.


"Kamu sengaja nyari begini. Ih kok kamu tahu ada celana model begini, hehehe." tanya Zahra sambil terkikik geli.


"Ga tau sih mbak sebenarnya. Tadi tuh bang Revan iseng, tanya ada ga ya model leging yang pantatnya ga ketutup. Sumpah cowok itu dikepalanya banyak mesumnya ya? Masak saat ditanya biar apa, dia bilang biar gampang, hahaha..." jawab Zazkia sambil memasukkan dua celana aneh itu ke dalam keranjangnya dua potong.


"Boleh juga sih, wajar lah kalau cowok itu mesum, kalau ga mesum ga jadi anak nanti. Asal mesumnya cuma ke istri ga masalah, hehehe... Mbak juga mau nyoba ah. Kamu cuma ambil dua?"


"Iya mbak, segitu dulu. Belum tahu juga, nyaman apa enggak dipakenya. Besok kalau nyaman bisa nyari lagi. Ngomong - ngomong ini keranjang aku udah mau penuh. Abang marah ga ya?" tanya Zaskia meminta pendapat Zahra.


"Sayang... Di sini ternyata. Abang nyariin dari tadi lho." ucap Revan yang baru saja datang dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


Zaskia sudah menebalkan mukanya. Dia hanya menerima perlakuan mersa suaminya yang tidak kenal tempat. Dilarang pun percuma, karna kalau suaminya ingin, tidak akan bisa dicegah.


Reno hanya terkekeh, namun tak urung dia juga merangkul pinggang istrinya mesra.


"Ga usah pamer, gue juga punya." kelakar Reno yang dihadiahi cubitan dipinggangnya oleh Zahra.


"Lanjutin belanjanya sama abang ya. Nanti ceritanya disambung lagi sama kakak ipar, ok! Biarin mereka juga mesra-mesraan." ucap Revan yamg langsung menggandeng istrinya tanpa mendengar tanggapan Zahra.


Zahra yang disebut dengan kakak ipar, hanya memanyunkan bibirnya. "Ga usah manyun, nanti abang cium lho." goda Reno pada istrinya.


"Abang..." ucap Zahra sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


Sementara Zaskia masih di seputaran under wear wanita.

__ADS_1


"Abang... Kia mau beli daleman. Abang ga malu ngintilin Kia?" tanya Zaskia manja.


"Enggak, adek pilih aja. Abang temenin, biar abang tahu model dan ukuran yang kamu pilih. Siapa tahu nanti kalau suatu saat abang disuruh beliin, abang bisa sendiri tanpa minta bantuan spg lagi kayak waktu itu." ucap Revan terkekeh geli mengingat kekonyolannya saat itu.


"Iya, kok waktu itu langsung kepikiran beliin baju lengkap segala sih bang. Yakin banget gitu bakal ketemu Kia." tanya Zaskia mengingat masa itu.


"Hahaha... Konyol ya? Abang cuma ga mau nglepasin adek lagi waktu itu, kalaupun adek menolak ya abang tetep bakal cari cara biar adek mau abang bawa pulang." jawab Revan jujur.


"Ih... Abang selalu saja manis. Gimana Kia nolaknya kalau gini. Makasih ya bang. Padahal waktu itu Kia benar-benar ga pede banget lho." ucap Zaskia sambil memasukkan pilihannya ke dalam kranjang lalu mendekat pada Revan dan memeluknya.


"Kenapa?" tanya Revan membalas pelukan istrinya. Tuh kan mereka lupa tempat lagi.


"Abang itu ganteng maksimal sedangkan Kia jelek, item, dekil. Jomplang banget bang, ya adek tahu diri lah." jawab Zaskia setelah mengakkan tubuhnya dan mengurai pelukannya.


Revan jadi gemas sendiri melihat ekspresi istrinya yang berubah-ubah. Tangannya bergerak membingkai wajah Zaskia.


"Abang kok ngliatnya ga gitu ya? Sejak awal abang kenal adek di rumah sakit, hati abang sudah tertarik dengan adek. Dan waktu tahu adek ke sini mau ketemu tunangan adek, jujur... Abang patah hati. Dan mungkin terkesan jahat, saat abang tahu adek gagal nikah, abang malah bahagia. Siapa bilang adek jelek, sini lihat di kaca. Tuh kan, istri abang cantik banget, tinggi, seksi, dan yang pasti abang yang pertama kali memiliki adek sepenuhnya." ucap Revan lagi.


"Abang... Pengen cium sedikit boleh ga?" ucap Zaskia dengan mata berkaca-kaca. Tanpa menjawab Revan langsung mendaratkan ciuman ke bibir istrinya sedikit menerobos kedalam mulut, namun tidak begitu lama karena ternyata sebagian pengunjung memperhatikan mereka. Revan mengakhiri cuimannya dengan mendaratkan kecupan di kening istrinya.


"Ya ampun... Pengantin baru ya Mas? Mesra banget... Semoga langgeng ya Mas." ucap seorang ibu-ibu yang menggandeng anaknya yang masih kecil. Revan tersenyum, dia merogoh dompetnya dan mengeluarkan 2 lembar uang merah dan memberikan pada anak ibu itu.


"Buat beli eskrim ya dek. Makasih doanya Mbak." ucap Revan kemudian. Kemudian dia menggandeng tangan istrinya dan pindah ke outlet yang lain.


"Makasih lho mas!" ucap ibu muda tadi karena mendapat rejeki tak terduga, meski nilainya tak seberapa menurut Revan. Zaskia hanya ikut tersenyum menanggapinya.


"Oiya sayang, kayanya untuk selanjutnya adek butuh baju-baju formal deh, sepatu sama tas juga. Kalau di kantor abang, istri ASN itu tergabung dalam darma wanita yang sering mangadakan pertemuan dan kegiatan. Adek bulan depan pasti otomatis dapet undangan juga. Sebenarnya ada sragamnya sih, cuma tidak setiap pertemuan memakai seragam. Masih ada waktu setengah jaman sebelum filmnya mulai, kita hunting yuk!" ucap Revan sambil menuntun istrinya mencari barang-barang yang dimaksud.


Vera yang sejak tadi diam-diam mengikuti mereka tentu tahu perlakuan Revan pada gadis muda itu. Mesti tidak jelas mendengar pembicaraan mereka, tapi Vera seharusnya bisa melihat, seberapa besar cinta Revan untuk istrinya. Tak jauh dari Vera berada, ternyata diam-diam Andre mengikutinya sejak dari rumah. Bahkan aktifitasnya hari ini berhasil direkam oleh Andre. Hal itu membuat Andre semakin yakin untuk segera berpisah dengan Vera. Hanya saja, apaka bisa menceraikan istrinya yang sedang hamil, nampaknya dia harus bertanya pada orang yang tepat, pikirnya.


Di sisi lain, hatinya sebenarnya merasa nyeri melihat kemesraan mantan tunangannya yang kini dia yakini sudah berubah status menjadi istri orang itu. Namun Andre tetap mendoakan agar Zaskia selalu mendapat kebahagiaan.


TBC...


Mohon dukungannya ya semua


Jangan lupa tinggalkan komentar dan likenya

__ADS_1


Makasih❤️❤️


__ADS_2