
Diana masih berusaha keberadaan Laras. Untungnya saat itu Laras segera meninggalkan kampung halamannya, karena sore harinya, anak buah Roy berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal Laras.
"Di, ada sesuatu yang harus kamu tahu." ucap Roy yang tiba-tiba datang.
Diana hanya mengernyitkan dahinya, tanda tidak mengerti.
"Staf yang menangani bagian perizinan, orang yang sok tidak butuh duit itu adalah orang yang sama yang dikejar Lucia. Kamu inget kan Lucia itu suka sama orang yang bekerja sebagai ASN?" tanya Roy.
"Iya, aku inget. Jadi dia adalah orang yang menolak menerima suap dari kita. Lalu apa rencana kamu?" tanya Diana balik.
"Lucia harus membantu kita. Lucia harus bisa mendekatinya. Kita bisa menjebak orang itu dengan memanfaatkan Lucia. Apa kau bisa membaca maksudku?" tanya Roy sambil menyeriangai.
Selalu mendapatkan kebahagiaan dengan jalan merampas kebahagiaan orang lain membuat mereka seakan tahu isi pikiran satu sama lain.
"Apa kita akan berhasil?" Diana nampak mulai bimbang.
"Harus! Dia adalah kunci satu-satunya saat ini. Dia akan hancur jika sampai rencana kita gagal. Kita akan membuat dia dipecat biar jadi gembel sekalian!" umpat Roy menyumpahi.
Ddrrrtttt... Ddrrrtttt...
Roy mengambil ponselnya yang bergetar, termyata panggilan dari anak buahnya.
"Ada apa?"
"Ada pergerakan Bos!"
"Dimana? Ikuti terus! Jangan sampai lolos. Kirimkan lokasinya, aku akan segera ke sana!"
"Baik Bos."
Tutttt...tutttt... Panggilan berakhir
"Siapa?"
"Anak buah kita melihat Abimana keluar dari mansion, sekarang mereka masih mengikutinya. Aku pergi dulu." ucap Roy tanpa mendengar jawaban dari Diana.
"Dasar laki-laki cacat, kenapa ga mati sekalian aja sih. Nyusahin aja sih." Diana menyumpahi Abimana.
Tak lama datanglah Lucia yang datang dengan membawa paperbag.
"Dari mana? Apa itu?" tanya Diana.
"Gaun dong Ma. Aku udah tahu dimana Revan biasa nongkrong. Tapi aku tuh kesel, ternyata dia udah punya cewek. Awas aja cewek itu bakalan Luci bikin nangis-nangis karna merebut cowok yang udah aku suka." ucap Lucia geram.
"Baiklah, mama akan bantuin. Tapi kamu juga harus bantuin mama." ucap Diana.
Lucia yang tadi mau masuk kamar, kini beralih duduk di samping Diana.
"Mama ga bohong kan? Apa yang bisa Luci bantu?" tanyanya kemudian.
"Revan itu adalah staf yang mengurus perizinan usaha yang akan mama dan om Roy dirikan, namun sampai saat ini perizinan yang kami perlukan belum juga turun. Sepertinya mereka tahu ada beberapa dokumen kita yang tidak sah. Anak buah Om Roy berusaha membujuk petugas yang menangani masalah ini dengan menawarkan imbalah, tapi mereka menolak. Tugas kamu adalah mendekati Revan, kalau bisa merayunya. Kalau ga bisa terpaksa Kita melakukan cara kotor dengan menjebaknya. Mama bisa mendapatkan dukungannya dan kamu bisa memiliki orangnya. Gimana?" ucap Diana memberikan penawaran.
"Ok, Lucia mau Ma. Lucia harus apa sekarang?" tanya Lucia kemudian.
__ADS_1
"Seperti yang Mama bilang tadi, tugas kamu memdekatinya dan merayunya, setidaknya dia mau berteman denganmu dulu. Jangan terburu-buru. Setelah berhasil, Mama akan memberikanmu instruksi." ucap Diana.
"Ok, Luci akan mulai hari ini. Biasanya kalau Sabtu kan libur sementara aku tak tahu rumahnya. Tapi ceweknya kerja di kafe, Lucia akan ke sana saja. Siapa tahu nanti Luci akan ketemu Revan." ucap Luci sambil berpikir.
Sementara Roy setelah mendapatkan lokasi keberadaan anak buahnya segera menyusul ke sana.
"Bagaimana?" tanya Roy saat sudah sampai lokasi.
"Mobilnya masuk area parkir VIP Bos, kami hanya bisa mengawasinya dari sini, karena tidak punya akses ke sana."
"Jadi mobilnya belum keluar? Ada urusan apa Abimana ke hotel ini? Apakah dia sudah menemukan Laras dan menginap di hotel ini?" gumam Roy.
"Baiklah kalian ada yang harus ke dalam mencari informasi yang lain menunggu di sini. Jangan sampai kita kehilangan jejaknya." perintah Roy pada anak buahnya.
"Baik Bos." jawab mereka kompak.
$$$$$$
Beberapa hari sejak kejadian di Mall itu, Vera terlihat urung-uringan. Pasalnya Andre semakin dingin sikapnya. Kalau dulu dia bisa mempengaruhi Andre untuk menuruti kemauan calon bayinya. Namun sekarang Andre hanya memberikan uang saja pada Vera, karena Vera memutuskan untuk berhenti kerja.
"Sebenernya Andre itu kenapa sih, sudah jelas - jelas Zaskia itu sudah jadi sugar baby masih saja dipikirin." gumam Vera.
"Bu, bantuin Vera dong gimana caranya agar Andre itu perhatian ke Vera. Perempuan itu sungguh bikin aku makin membencinya. Masa gara-gara ketemu dia di mall, Andre sikapnya jadi dingin." ucap Vera saat menghubungi Ibunya.
"Maksudnya bagaimana sih. Jadi Zaskia itu masih di Jakarta. Ibu pikir kemarin dia langsung pulang kampung ngadu ke ibunya. Coba nanti ibu cari informasi." ucap Bu Retno menenangkan anaknya.
Mereka memang tinggal di dusun yang sama, namun dusunnya bersebelahan. Bu Retno ikut dengan suaminya, rumahnya malah berdekatan dengan adik dari kakeknya Vera dan Zaskia. Namun karena sifat Retno yang tamak, buleknya itu tidak menyukainya dan malah membela Laras saat mereka berselisih.
"Ya ga tau, tapi aku rasa Laras ga mungkin deh sebar berita itu. Ya pastinya kan malu anaknya ditinggal nikah, tapi kalau mereka tahu Andre menikah sama kamu, nama kamulah yang akan buruk. Karna kamu dianggap merebut tunangan Zaskia." jawab Retno.
"Ah ya sudah, Vera punya rencana. Vera akan kirimi ibu video dan sebarkan ke semua orang kalau Kia itu jadi simpanan laki-laki tia di kota, makanya Andre memilih menikah denganku. Bagaimana ideku Bu. Mantap kan?" ucap Vera.
"Ya, biar Bu Mala juga tahu, perempuan yang selalu di banggakan itu tidak sebaik yang dia kira, jadi dia akan balik mendukungmu untuk bersama Andre. Dan Laras juga akan kehilangan muka di depan tetangganya yang menganggap Laras orang baik." ucap Retno dengan semangat.
"Tapi memang bener, Zaskia jadi simpanan orang? Jadi kaya dong dia. Pasti sebentar lagi dia akan pulang dan membeli banyak barang-barang mewah. Ah, jadi kesaing dong Ibu. Ya sudah Ibu tutup dulu. Ibu mau ke rumah Laras cari info dulu. Jaga kandungan kamu baik-baik. Anak itu akan menjadi senjatamu kelak. Karna dia adalah pewaris harta Pak Lurah." ucap Retno memperingatkan.
Pertama yang akan dituju adalah rumah Pak RT. Mengapa? Tentu saja karna dialah yang selama ini dekat dengan Laras dan anaknya. Setelah dari sana dia akan ke rumah besannya.
"Jadi ada apa sebenarnya Bu Retno datang ke sini? Karena saya yakin, Bu Retno tidak akan datang ke sini jika tidak ada hal yang penting?" tanya Pak RT saat Retno berkunjung ke rumahnya.
"Eh, begini Pak. Saya hanya ingin bertanya Laras ada di mana? Soalnya lampu di teras masih menyala tapi pintunya terkunci dari luar." tanya Retno basa-basi.
Tadi pagi Pak RT pagi-pagi memang sudah ke sawah memasang jaring untuk jebakan burung yang saat ini memang meresahkan petani. Sebab setiap harinya harinya ada banyak burung emprit yang bergerombol dalam jumlah banyak memakan padi di sawah.
"Apa ada maasalah? Tumben sekali Bu Retno mencari Laras." tanya Pak RT heran.
"Iya Pak... Ini tentang Zaskia anaknya. Nih Pak, lihat! Di kota dia jadi simpanan pria beristri." ucap Bu Retno sambil memperlihatkan foto dan video Zaskia bersama Papa Tomo.
Pak RT malah tersenyum simpul saat menyaksikannya. Dia senang karna ternyata Pak Tomo sedekat itu dengan Zaskia. Detik berikutnya Pak Tomo hanya geleng-geleng kepala melihat Retno yang sangat antusias ingin menjatuhkan nama baik Zaskia.
Namun hal itu disalahartikan oleh Retno. Dia berpikir bahwa Pak RT sudah terhasut olehnya.
"Tuh bener kan Pak? Makanya Pak RT harus menegur warganya agar tidak mengganggu rumah tangga orang dan menjadi simpanan. Memalukan saja." ucao Retno sambil bersungut.
__ADS_1
"Ah, sebenarnya orang ini beberapa hari yang lalu sudah ke sini Bu. Dia memang melamar Zaskia..." ucap Pak RT, namun ucapannya terpotong saat akan menjelaskan bahwa Pak Tomo melamar Zaskia untuk anaknya.
"Apa? Astaga... Jadi dia melamar Zaskia? Jadi istri ke berapa Pak? Ah, pasti cuma dijadikan istri simpanan. Ya, pasti itu. Secara dia tidak mungkin mendapat izin dari istri sahnya kan? Lalu kemana sekarang Laras Pak?" tanya Retno kemudian.
"Laras juga ikut ke kota. Mereka membawa laras juga." hanya itu jawaban yang diberikan Pak RT dan membiarkan Retno berasumsi sendiri.
Jangan-jangan Laras juga akan jadi istri simpanannya yang lain. Wah, bisa jadi gosip hangat ini. Batin Retno.
"Kalau begitu saya pamit saja Pak, terima kasih atas infonya. Kalau ada informasi lain kabari saya ya Pak. Bukankah berita ini harus disampaikan juga pada keluarga Bulik? Mari Pak, assalamu alaikum." ucapnya lalu berdiri dan pergi dengan terburu-buru.
Pak RT tidak habis pikir, mengapa ada seorang kakak yang tega menyakiti adiknya sendiri.
Bu Retno yang tadi memang hanya menggunakan sepeda motor akhirnya sampai di rumah Bu Mala.
Terlihat di sana Pak Lurah dan istrinya akan bepergian. Bu Mala yang melihat kedatangan Retno menjadi panik. Masalahnya dia memutuskan untuk tidak memberitahukan pernikahan putranya. Karna dia pikir ini tidak akan lama. Paling lama 9 bulan, jadi untuk menghindari kemarahan suaminya, dia berpikir lebih baik tidak memberitahukan saja.
Retno sendiri juga sudah diancam agar jangan sampai memberitahukan hal itu pada suaminya. Karena sejak terakhir kejadian terjatuh hampir ke jurang itu, kesehatannya tak begitu baik.
"Assalamu alaikum. Ternyata kedatangan saya tidak tepat waktu. Bapak dan Ibu sepertinya mau tindakan (bepergian) nggeh?" ucap Retno karna melihat merekabyang berpakaian rapi.
"Bapak duluan ke mobil saja. Bu Retno ini memang ada urusan sama saya. Ya kan Bu?" ucap Bu Mala.
"Ah iya benar Pak. Maaf saya mau mengganggu waktunya sebentar." ucap Retno tak ingin membuat gaduh dengan melawannya.
"Ada apa?" tanya Bu Mala to the point.
"Ah begini bu. Saya ingin memberikan berita yang sangat penting, siapa tahu ini bisa membuat Bu Mala mempertimbangkan hubungan Andre dan Vera ke depannya." ucap Retno.
"Berita apa? Bu Retno tidak mengada-ada kan?" ucap Bu Mala.
"Ini tentang Zaskia, sia beberapa hari yang lalu sudah menerima lamaran seseorang dari kota. Ini Bu orangnya, mungkin mau djadikan istri simpanan. Karena kan dia sudah tua. Saya yakin istri sahnya tidak tahu." ucap Retno.
"Tidak mungkin, Bu Retno jangan memberikan informasi palsu ya." sanggah Bu Mala kemudian.
"Saya serius Bu, kalau tidak percaya Bu Mala bisa tanyakan langsung oada Pak RT yang menjadi sakti waktu lamaran itu. Saya rasa itu saja yang mau saya sampaikan. Mungkin Andre memang sudah ditakdirkan menjadi istrinya Andre. Saya rasa kita sebagai orang tua harus mendukung." ucap Retno lagi.
Bu Mala masih diam. Dia nelum mempercayai apa yang disampaikan Retno. Jika benar, maka dia merasa sangat bersalah pada Zaskia. Karena secara tidak langsung, dialah yang sudah mendorong Zaskia untuk melakukan hal itu.
Melihat Bu Mala tidak bereaksi, Retno berpikir usahanya untuk mempengaruhi Bu Mala sudah berhasil. Dia segera pamit melihat Bu Malanyang masih terdiam. Sementara Bu Mala segera menyusul Pak Lurah ke mobil setelah sadar dari lamunannya. Namun di sepanjang jalan Bu Mala hanya berdiam diri, masih mempertanyakan kebenarannya. Besok dia harus mencari kebenaran berita tersebut, pikirnya.
TBC...
Selamat menunaikan ibadah puasa ya...
Jangan lupa
Komen
Like
Favorit
Makasih❤️❤️
__ADS_1