Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 32. VERA MEMBUAT ULAH


__ADS_3

Andre masih mengisi waktu senggangnya dengan penyesalan. Seandainya waktu bisa diputar kembali.... Penyesalan memang selalu di akhir, kalau di awal namanya proposal.


Tak bosan dia mengirim pesan kepada Kia untuk memohon maaf. Tiba-tiba matanya membola saat iseng membuka status, ternyata Zaskia baru saja mengupload sebuah foto dengan caption yang sangat mengusik hati Andre


"Apakah kamu sudah melupakanku Zas? Secepat ini?" ucap Andre lirih.


"Kamu pasti hanya sedang memanas-manasi aku kan Zas? Kamu masih sakit hati kan, makanya kamu ingin membalasnya? Lakukan sepuasmu Zas, asal kamu akan memaafkanku dan kembali padaku." ucapnya bermonolog.


" Mas... Susu hamil aku habis. Temenin aku jalan-jalan ya. Ini anakmu lho yang minta." ucap Vera yang tiba-tiba masuk ke kamar Andre.


"Baiklah, mumpung aku libur." ucap Andre datar. Biar bagaimanapun dia harus tetap mengutamakan kepentingan bayinya meski tidak menginginkan ibunya.


Tak bisa diceritakan bagaimana senangnya Vera saat ini bisa jalan berdua dengan suaminya.


Setelah memasuki area mall dia tak melepaskan tangannya pada lengan Andre. Sekarang dia tahu bagaimana meluluhkan Andre, asal dia bilang anaknya yang ingin pasti Andre akan mengabulkan.


Mereka memasuki swalayan di mall tersebut, memilih susu lalu mencari camilan, sayuran dan buah. Tak lupa Vera masukkan beberapa dress hamil yang seksi.


"Mas, habis ini sekalian nonton ya. Anak kamu tiba-tiba aja pengen." ucap Vera manja.


"apakah harus hari ini, tidak bisakah ditunda?" jawab Andre membuat penawaran.


"Orang ngidam mana bisa ditunda mas..." Vera sedikit memaksa dengan cemberut.


"Baiklah setelah belanja kita ke atas." Andre akhirnya mengalah.


Ketika sedang berburu buah, Andre melihat dua wanita cantik yang sedang bercanda sambil memilih sayur segar. Dan sepertinya andre kenal salah satu dari mereka...


"ZASKIA..." guamnyaa lirih. Dia mematung, saat telah memastikan bahwa benar yang dia lihat adalah mantan calon tunangannya.


Dan sekarang gadis itu tampak sepuluh kali lebih cantik, tak ada terlihat beban di wajahnya.


Andre masih terpaku di tempatnya mendengar obrolan mereka, sedang Vera entah dimana.


"Mbak, aku mau nyetok buat seminggu aja deh kalau buat sebulan takutnya nanti kebanyakan dan cuma terbuang."


"mau cari apa saja, sini biar aku bantu. Belanjaanku sudah aku titip di kasir. Bos Revan memang the best, akhirnya aku bisa beli sepatu incaran aku. Meski tidak semahal punya kamu, hahaha."


"Emang beneran banyak Abang kasihnya, sampai mbak Rita ga mikir 2 kali beli sepatu yang harganya 2 jutaan gitu?" Kia memastikan.


"Iyalah, 10 jeti gaes... Gemuk mendadak kan rekeningku." Mbak Rita menjawab dengan antusias bahkan dia lupa kalau sedang di tengah banyak orang.


"Makanya doakan biar Abang rejekinya ngalir terus dan bisa bagi-bagi lagi." ucap Kia.


"Aslinya 8 jeti, yang 2 jeti bonus sama dengan karyawan lain. Kamu juga dapet kan?" Rita merinci pemberian Revan


" Aku kan belum punya rekening mbak... Aku sih bonusnya lebih besar, hahaha... Kan ambil sendiri sesukanya."


"Mau aku temenin ke bank buka rekening? Sepertinya kamu juga bakal butuh rekening pribadi deh." tawar Rita.


"Iya mbak aku mau. Mudah-mudahan nanti ga begitu antri. Eh mbak itu ikan seger deh kayaknya. Besar-besar lagi, kalu segini durinya sedikit." ucap Kia memilih ikan segar


"kamu bisa masak ikan gede-gede gitu?" tanya mbak Rita penasaran.


"Bisa dong, abang suka banget ini tapi dia ga bisa misahin durinya, hahaha..." jawab Kia teringat waktu makan ikan bakar.


"Oya? Dia kalau si rumah gimana sih? Ga suka marahin kamu kan? Udah dibawa ketempat orang tuanya belum? Kalau belum harusnya kamu minta dikenalin dong, itu kalau dia serius." ucap Rita panjang lebar. Kia hanya geleng-geleng kepala.


"Udah cukup ini. Pindah buah yuk! Abang mana mungkin galak, Kamu ga akan percaya kan kalau aku bilang dia itu manja?" ucap Kia sambil tersenyum saat mengingat dia yang suka nempel-nempel manja.


"Masa? Cowok dingin kaya dia bisa manja?" ucapan Rita meninggi karna merasa tidak percaya.

__ADS_1


Kia hanya tersenyum. Dengan cekatan dia mengambil beberapa sayur dan bumbu.


"Kemarin aku udah dikenalin kok sama Papa dan Mama, malah kemarin aku diajakin jalan sama mereka. Ini sama ini dibelikan Mama kemarin." ucap Kia menunjuk tas dan sepatunya.


"Beneran? Astaga gercep juga pak bos." Rita tak kalah antusias.


Karna tidak memperhatikan jalan, teoli yang Kia dorong menabrak troly lain


Brak...


Untung tidak begitu keras jadi tidak ada yang tumpah.


"Zaskia..." ucap Andre lirih menahan sesak di dadanya. Dia tahu kemana arah pembicaraan dua wanita tadi. Ada yang bergemuruh di dadanya yang sejak tadi dia tahan.


Deg...


"M.... Mas Andre...!! Mas Andre di sini? Sedang belanja juga?" ucap Kia tersenyum mencoba bersikap biasa saja.


Andre mendadak tak bisa menelan ludahnya sendiri. Dia ingin merengkuh Zaskia ke palukannya, namun Zaskia pasti menolaknya, dia tak mau membuat keributan di tempat umum.


"Siapa Zas?" Rita menyadari nada bicara Kia yang tak biasa.


Belum sempat Kia menjawab, Vera sudah datang dan langsung bergelayut manja pada Andre.


"Mas, aku udah selesai, ayok kita ke atas!" ucapnya dibuat semanja mungkin.


Andre tak bereaksi, Andre masih terpaku pada Zaskia.


Vera mengikuti arah pandang Andre.


Ck... Sial perempuan itu kenapa ada di sini sih. Gimana kalau Andre ngajak balikan. Batin Vera.


"Kia duluan ya Mas." ucap Kia memutus kecanggungan.



......Zaskia Maharani......



...Revandaru Zalvan Abidin...


"Siapa tadi Ki?" tanya mbak Rita setelah sampai di food court area. Masih penasaran dengan pria yang menyapa Kia tadi.


"Mantan tunangan aku, yang cewek istrinya. Sepupu aku." ucap Kia lirih. Meski sebenarnya dia belum siap ketemu dengan Andre. Namun sungguh, rasa sakit itu telah hilang. Sudah tidak ada rasa benci di hatinya, hanya saja Kia butuh waktu untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.


"Beneran? Cewek model ondel-ondel begitu jadi saingan kamu? Si Andre itu matanya sudah katarak sih aku rasa." ucap Rita merasa gregetan.


"Sssttt... Udah ah, aku juga udah ga papa. Ya mungkin perjalanan hidup aku harus bertemu dengan orang yang salah dulu." ucap Kia bijak.


"Ah.... Salut bener deh Ki sama kamu!" ucap Rita sambol memeluk.


Drrrttt... Drrrttt...


Ponsel Kia bergetar, dia melihat id penelepon, Bang Revan Ganteng.


Kia tersenyum, ternyata video call.


"Assalamu Alaikum Abang..." sapa Kia.


"Wa alaikum salam Sayang... Jadi ke mall nya?" tanya Revan.

__ADS_1


"Ini aku habis belanja. Tapi nanti Kia langsung pulang aja ya Bang, soalnya Kia blanja sayuran sama daging dan ikan juga. Takutnya nanti jadi basi kalau ga langsung masuk kulkas." ucap Kia menjelaskan.


"Ya udah ga papa, tapi nanti Abang agak telat ya pulangnya. Kalau bosen, nanti minta temani Ara aja, oke!" ucap Revan. Sengaja pamit pulang telat karna Revan memutuskan untuk konsultasi ke dokter tentang hal yang tidak biasa yang terjadi padanya.


Saat ini Revan sepertinya perlu untuk memeriksakan diri, mengingat kelak pasti akan berinteraksi lebih banyak orang terutama keluarga Zaskia. Revan tak mau nantinya akan terkesan sombong dan tidak mau berbaur dengan keluarga besarnya.


"Abang ga usah khawatir, tenang saja. Kia bisa masak atau bikin kue biar ga bosen. Abang fokus kerja aja, ok!" ucap Kia menenangkan Revan.


"Kalau gitu Abang lanjut kerja ya Yang. Hati-hati pulangnya, Assalamu alaikum."


"Wa alaikum salam."


Baru saja memasukkan ponselnya, tiba-tiba lengannya ditarik kasar.


"Heh, kamu! Ga usah bermimpi Andre bakalan balik lagi sama kamu ya, kamu pikir aku tidak tahu kalau sekarang kamu sekarang menjadi sugar baby...." ucap seorang wanita dengan nada tinggi, membuat penghuni area food court itu seketika menoleh ke arah Kia.


Kia memejamkan matanya, sambil menarik nafas dalam. Sepertinya Vera mau membuat ulah.


"Dengar ya semua yang ada di sini. Dia..." ucap Vera berapi-api sambil sambil menunjuk muka Kia.


"Dia itu adalah simpanan pria beristri, jadi semua yang ada di sini, harap jaga suami kalian masing-masing. Jangan sampai perempuan j*l*ng ini merayu suami kalian." ucapnya lagi sambil tersenyum menyeringai.


Tadi memang selesai belanja, Andre membatalkan untuk nonton. Vera merasa kesal dan pura-pura pamit ke toilet, namun di sinilah vera sekarang berada. Dia sengaja ingin mempermalukan Kia di depan umum.


"Apa buktinya kalau aku sugar baby?" tanya Kia berusaha tenang. "Memangnya nya kamu siapa sampai niat sekali ingin mempermalukan aku?" lanjutnya dengan nada sinis.


"Apakah saat ini kamu ingin mengakui bahwa kamu memang wanita bayaran? Ah, aku tahu. Tunanganmu meninggalkanmu dan menikah denganku pasti karna dia tahu bahwa kamu suka jual diri kan?" Vera semakin memprovokasi.


Kamu tidak akan menang melawanku, sampai kapan pun tak kan kubiarkan kamu bahagia. Batin Vera.


"Jadi, apakah kamu merasa tidak bahagia setelah merebut tunanganku? Hey, aku ikhlas lho. Aku juga tidak berniat ingin mengambil lagi bekasmu. Seharusnya kamu berkaca dulu sebelum mengatai orang." Kia berkata dengan santainya, lalu menatap orang-orang yang sudah mengerumuni tempat itu.


"Maafkan jika ini mengganggu kalian, saya tidak akan membela diri, karna itu semua tidak penting. Maaf, saya juga tidak beminat untuk menjadi simpanan, karna saya sudah punya calon suami." ucap Kia mempedlihatkan cincin berlian yang melingkar di jarinya.


"Dan calon suami saya masih single. Bukan suami orang. Terima kasih." lanjutnya diakhiri dengan membungkukkan badannya.


"Kurang ajar, rasain ini...!" vera mengambil vas bunga di sudut meja dan mengarahkan ke kepala Kia dengan cepat.


Aaaaaa....!!!!


Semua orang di sana mendadak histeris


Kia....


Tante Laras.....


Brak....!!!


Seseorang berhasil menarik Kia ke dalam pelukannya dan melindunginya dari pukulan benda itu.


Sedangkan nasib pot bunga itu sudah hancur membentur lantai.


Kia memejamkan matanya, tidak merasakan sakit, tapi kini dia ada dalam sekapan seseorang. Sesaat kemudian dia membuka matanya lalu melepaskan diri.


"Kakak siapa? Terima kasih telah menolong saya." ucap Kia tulus, namun masih menyimpan banyak perranyaan di otaknya. Kalau tidak salah, tadi pria ini menyebut nama bundanya.


TBC...


Jangan lupa tinggalkan komentar.


Kalau suka tekan 👍 dan❤️ ya...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya ❤️❤️


__ADS_2