
Postingan yang viral tentang Revan dan istrinya, ternyata juga membuat heboh seisi kantor tempat Revan bekerja. Bukan karena berita pernikahannya, namun karena terkuaknya fakta baru. Sebelumnya memang tidak ada yang tahu latar belakang keluarga Revan. Ternyata dia adalah seorang crazy rich. Pantas saja Revan tak pernah perhitungan masalah uang dan traktir mentraktir.
Biasanya orang yang kaya lingkar pertemanan dan pekerjaan juga dari kalangan yang sekelas. Namun Revan berbeda, bahkan dia setiap ke kantor hanya menggunakan mobil biasa. Sikapnya yang selalu menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda itu perlu menjadi panutan bagi semua orang-orang kaya di luar sana.
Zaskia sampai di kantor suaminya 30 menit sebelum jam pulang kantor. Revan menjemputnya di parkiran. Banyak karyawan terutama wanita mengintip dari jendela kaca di ruangan mereka. Suasana menjadi heboh saat melihat sikap Revan pada suaminya, sontak kejadian itu membuat mereka yang masih jomblo menjadi histeris.
Revan mengulurkan tangannya setelah membukakan pintu untuk istrinya dan membantunya turun. Revan bahkan lupa kalau saat ini mereka masih dilingkungan kerja, suasana parkir memang masih sepi tapi revan sepertinya tidak menyadari banyak mata yang memperhatikannya.
"Cantiknya istri Abang. Cup!" ucap Revan lalu mengecup kening Zaskia setelah turun sempurna dari mobil.
"Abang ih, malu kalau ada yang lihat." protes manja Zaskia sambil menengok ke kiri dan kanan. "Untung sepi. Abang baunya kok enak banget sih?" ucap Zaskia saat merangkul lengan Revan dan mengendus ketiak suaminya yang masih berbalut seragam.
"Bau kringet sayang, belum mandi. Nanti Abang mandi bentar ya. Masak istri Abang udah wangi gini suaminya bau asem." sahut Revan sambil menarik pelan hidung istrinya. "Saya masuk bentar ya Pak." ucap Revan pada Pak Nano.
"Siap Mas. Jangan lupa, istrinya digandeng takut hilang." celoteh Pak Nano yang mendapat acung jempol serta kekehan dari Revan.
"Justru kringetnya itu yang enak By... Wangi syurga." sahut Zaskia menanggapi ucapan suaminya.
Mereka berjalan beriringan menuju ruangan Revan.
Senyum Zaskia tak pernah surut. Sejak dari rumah sebenarnya dia agak minder ketemu sama temen-temen Revan. Namun dia berusaha membangun kepercayaan dirinya. Dan mulai sekarang dia memang harus berjalan sambil menegakkan badan, namun sesekali tetap harus menunduk sebagai tanda menghormati orang-orang yang memang pantas untuk dihormati.
"Nah, ini yang kita tunggu-tunggu.... Masya Allah... Pantesan Mas Revan ga pernah mau dekat dengan wanita lain. Ternyata yang ditungguin seperti bidadari." ucap salah seorang pegawai wanita senior yang menyambut kedatangan Revan dan istrinya. Dia memeluk lalu cipika cipiki.
"Ah, Ibu bisa aja. Perkenalkan saya Zaskia." sahut Zaskia memperkenalkan diri setelah pelukan mereka terurai.
Semua pegawai wanita melakukan hal yang sama, sedangkan pada pegawai pria hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Dapat di mana Mas Revan bidadarinya? Kalau masih ada saya mau juga dong Mas." ucap kepala bagian di ruang kerja Revan.
"Bapak mau nikah lagi? Jangan Pak, kasihan Ibu! Lagian yang seperti ini hanya ada satu Pak, hehe." sahut Revan.
"Sembarangan, saya yang ga kuat kalau punya istri lagi, hahaha... Saya pikir masih ada, mau saya jadikan mantu." sahut Pak Riswan sambil terkekeh.
Mereka akhirnya melanjutkan pekerjaan sambil ngobrol. Sesekali mereka mengajak Zaskia untuk berselfie. Mereka juga tak lupa mengabadikan dengan mengambil foto candid kemesraan sepasang suami istri baru itu. Perlakuan Revan yang sangat manis dan mesra saat berdekatan dengan istrinya, membuat mereka jadi kecanduan untuk melirik saat Revan yang sesekali berjalan mendekati istrinya.
Grup rumpi kantor menjadi heboh dengan unggahan salah seorang karyawan yang mengunggah fotonya dengan Zaskia dengan caption :
'Kenalan sama istri sultan. Pengantin baru auranya beda ya🤭'
__ADS_1
Ada lagi yang mengirim foto saat diperkirakan saat Revan mencium Zaskia dengan caption :
'Bikin baper, jadi kangen ayang😄😄'
Berbagai komentar pun memenuhi rumpi menjelang pulang kantor.
"Pantesan Babang Revan gak nglirik gue, ternyata sebening itu ceweknya😂😂"
"Apalah artinya gue yang hanya remukan krupuk yg tersiram kuah indomie😭."
"Cakep bener, scincarenya apa ya? Pengen beli gue, siapa tahu bisa secantik itu"
"Heleh... Seksi juga gue, apa bagusnya sih"
"Woy... Yang belum bisa move on jangan sampai ikutan plying victim ya. Kecuali mau pansos🤣🤣"
Dan masih banyak lagi komentar-komentar paska unggahan foto itu.
******
Abimana tiba di tanah kelahiran istrinya sudah menjelang siang. Di sana sudah ada beberapa tetangganya yang membantu menyiapkan tempat acara syukuran yang akan diadakan lusa.
Apapun alasan mereka dulu pernah berpisah Pak RT dan warga tidak mau ikut campur ke dalam urusan rumah tangga Laras. Mereka tetap menyambut baik kedatangan Laras dan suaminya. Sejak Anak buah Abimana mendatangi rumah Laras yang katanya akan dibangun, warga yakin sesungguhnya Abimana memang orang yang baik. Untuk pengerjaan pembangunan rumah pun menggunakan jasa warga yang memang sebagian besar memang buruh bangunan, sebagian lagi petani dan nelayan.
Abimana sengaja memberikan upah 2 kali lipat dari upah yang biasa mereka terima, sebagai bentuk rasa terima kasih pada mereka karena telah menerima istrinya dengan baik meski harus banting tulang sendirian. Pembangunan yang hanya memakan waktu seminggu lebih, karena untuk lantai dua tentunya menunggu waktu sampai pondasi dan cornya benar-benar kuat.
"Saya Ngatiman, biasa dipanggil Pak RT. Senang sekali, akhirnya bisa melihat Kalian berkumpul. Sudah cukup kamu menderita, Laras." ucap Pak RT.
"Pak RT benar, saya akan berusaha sekuat tenaga saya untuk membahagiakan istri saya Pak. Terima kasih, selama ini sudah membantu istri saya." ucap Abimana tulus.
"Saya tidak melakukan apa-apa. Karena saya memang tidak punya apa-apa." jawab Pak RT.
Setelah berbincang hangat, Abimana menyapa beberapa tetangga yang masih berada di sana. Begitulah kalau di desa. Suasana kekeluargaan masih terlihat kental saat salah satu tetangganya akan mengadakan hajatan, mereka saling membaur bergotong royong.
"Lagi bikin apa Pak?" tanya Abimana saat menyapa bapak-bapak yang membuat tratakan dari bambu.
"Oh, ini untuk tempat cuci-cuci nanti Pak, kalau itu persiapan untuk menyembelih sapi." jawab salah satu warga yang ada di sana.
"Enak ya Pak di sini? Sejuk suasananya. Jadi besok rencana mau nyembelih sapi? Saya malah baru tahu. Saya salut sama kekompakan warga di sini." ucap Abimana yang ikut duduk di bangku samping rumah.
__ADS_1
"Ya beginilah Pak di desa. Kalau orang desa mah, kepengen di kota. Banyak duit di sana katanya,hahaha..." sahut warga yang lain.
"Bapak ini bisa saja. Bapak tahu ga tanah istri saya yang berada di dekat pantai sana?" tanya Abimana pada mereka.
"Ya tahu Pak, yang sudah dijual sama mak lampir kan?" jawab salah satu warga yang membuat Abimana tertawa karena sebutan yang disematkan pada kakak istrinya itu.
"Nah, sebenarnya sayalah yang membeli tanah itu. Dulu kakaknya istri saya bilang uangnya buat keperluan Laras. Waktu itu dia bilang istri saya ada di Bandung, saya ublek-ublek kota Bandung, eh ternyata dia berbohong." ucap Abimana sambil tepuk jidat.
"Dasar manusia rakus, maunya hidup enak tanpa bersusah payah." warga lain memberi komentar.
"Intinya bukan itu Pak, jadi dalam waktu deket ini lokasi itu mau saya bangun menjadi semacam resort atau sejenisnya. Saya bekerja sama dengan besan nantinya. Nah, saya membutuhkan banyak tenaga untuk pembangunan itu, kalau warga di dusun ini berminat, saya maunya mengutamakan yang dari warga sini dulu. Tapi kalau untuk desighnernya besan yang akan mengaturnya." terang Abimana lagi.
"Wah, senangnya kalau ada pekerjaan yang dekat. Tentu saja kami sangat berminat Pak." ucap warga dengan semangat.
"Memang biasanya kerjanya di mana Pak?" tanya Abimana.
"Ya gak pasti Pak. Namanya tukang bangunan mah, kadang pekerjaan ada terus tapi kalau pas tidak ada proyek pembangunan ya nganggur panjang Pak." sahut mereka.
"Doakan saja Pak, semoga semuanya lancar sehingga bisa menyerap tenaga kerja juga." ucap Abimana. Dia ingin melakukan sesuatu yang bisa membantu perekonomian di desa itu. Mungkin nanti akan dibicarakan lebih lanjut dengan Zian, pikirnya.
"Mas, Zian telepon. Ada kabar penting katanya. Maaf ya bapak-bapak, obrolannya terganggu." ucap Laras yang baru datang dari dalam.
Abimana pamit masuk ke rumah dengan istrinya. Setelah punggung suami istri itu tak terlihat, warga pun mulai berghibah.
"Laras baru berapa hari sih ke kota? Sekarang berubah jadi muda lagi ya?"
"Iya, tambah ayu, putih. Ning kene gawene buruh tani, ning kutho dadi juragan (Di sini kerjaannya buruh tani, di kota jadi bos)."
"Pantes, ra gelem dadi simpenane Pak mandor , lha wong bojone iseh ganteng, gagah tur sugeh (pantas saja, ga mau jadi simapanannya Pak mandor, suaminya saja masih ganteng, gagah dan kaya)."
"Sakek sabare si Laras, saiki uripe ws kepenak (Karena kesabaran Laras, sekarang hidupnya sudah enak)."
Dan begitulah kisah Laras sepertinya sudah menjadi buah bibir di masyarakat. Tentang perjuangan hidupnya yang berakhir bahagia. Mudah-mudahan tidak ada lagi cobaan yang besar menerpanya.
TBC....
Jangan lupa tinggalkan komentar ya...
Like dan vote kalian kuga sangat membantu author dalam berkarya
__ADS_1
Makasih semua❤️❤️