Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 87. KEKAYAAN REVAN


__ADS_3

Malam sudah semakin larut. Revan dan Zaskia terpaksa pamit pulang terlebih dahulu. Mereka harus mempersiapkan kebutuhan yang akan dibawa selama berada di kampung.


"Disimpan dulu pemberian Ayah Abi, sayang." ucap Revan mengingatkan istrinya saat sudah sampai di rumah besar.


"Eh, iya. Hampir lupa. By, Kia boleh simpan ini di brangkas?" tanya Zaskia minta izin.


"Boleh sayang, sekarang kamu yang berkuasa. Semua milik Abang sekarang milik kamu juga. Kamu sekarang berhak mengaturnya. Ga mau cek isinya yang?" tanya Revan sambil mendekati Zaskia.


"Emang ga papa? Kia terkesan matre banget ga sih By? Kia jadi ngrasa ga pantas dapet ini semua?" tanya Zaskia merasa ragu.


"Enggak lah yang. Itu hak kamu, dan memang seharusnya kamu mendapatkannya. Karena itulah salah satu kewajiban seorang ayah. Itu sama ayah udah dikasih akun sama passwordnya kan? Nomor ponsel untuk mengirim notif dan token juga udah diganti nomernya adek. Sini abang ajarin." ucap Revan sambil meraih ponsel Zaskia yang dari tadi rupanya masih di sakunya.


"Harus unduh aplikasi ya By?"


"Ga juga, tanpa aplikasi juga bisa kok. Nah ini, masukin sini sama password di bawahnya. Nah kan... Langsung masuk ke sini untuk melihat menu. Coba kita lihat info rekening ya... Ini bisa cek saldo, cek transaksi juga bisa."


"Coba cek saldo ya..." mata Zaskia terbelalak, bahkan dia susah menelan ludahnya sendiri melihat deretan angka yang tertera di sana. "Bentar By, ini salah ga ya jumlah digitnya. Apa Kia yang salah baca." ucap Zaskia ragu.


Revan terkekeh melihat reaksi istrinya yang melihat saldo tabungannya nyaris 20 M.


"Itu bener angkanya sayang. Itu duit kamu mulai dari orok udah di kasih jatah sama Ayah. Ya wajar kalau sampai kamu mau umur 19 tahun totalnya segitu." ucap Revan mengacak rambut istrinya karena gemas.


Revan tak bisa membayangkan bagaimana kalau dia melihat saldo di dua rekening Revan yang selama ini tak tersentuh olehnya.


Dulu sempat ingin mengambil tabungannya untuk membeli mobil yang dipakainya kemarin. Namun sebelum mengambilnya, ternyata almarhum kakeknya sudah membelikannya sebagai hadiah. Kakeknya tahu mobil itu impiannya sejak remaja. Sedang satu mobil sport porsche lainnya dia beli dari pemasukan cafenya.


"Kia masih ga percaya By. Bahkan Kia belum bisa membayangkan, uang 1 M aja kalau pecahan 10ribuan seberapa banyak ya By?" tanya Kia sambil membayangkan jika uang semilyar dimasukkan karung muat apa tidak.


Revan masih terkekeh, berlama-lama bersama istrinya sepertinya akan membuatnya awet muda karena sering tertawa.


"Udah malam sayang, buruan disimpan. Kita cepet tidur. Ini udah kemaleman banget lho. Besok aja packingnya. Persiapan setelan jas satu aja, yang lain kamu atur sendiri ya." ucap Revan sambil menarik pelan istrinya menuju brangkas.

__ADS_1


"Jangan lupa bawa uang tunai ya yang. Besok mungkin diperlukan. Daripada ngantri di Bank. Biasanya Kalau tarik tunai di atm juga ada limitnya kan?" ucap Revan lagi mengingatkan.


"Iya sayang. Kia inget." sahut Zaskia sambil menggandeng tangan suaminya setelah menutup brangkasnya.


"Abang tahu kamu pasti capek banget kan? Makanya abang ga minta jatah malam ini, tapi mau nen aja sampe pagi." ucap Revan saat mereka sudah berbaring di tempat tidur.


Dengan gerakan cepat, tangannya sudah menyusup ke dalam kaos yang dipakai istrinya.


"Astaga Abang... Pelan-pelan. Ga sabaran banget sih." Revan tak menyahut protes istrinya. Dia langsung melahap makanan lezat di depannya setelah berhasil melepas kaos istrinya.


Zaskia hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya itu. Mungkin karena lelah, tak berapa lama akhirnya mereka sampai ke alam mimpi. Bahkan sampai pagi hari posisi mereka tak berubah.


*******


Setelah Revan pergi ke kantor, Zaskia mulai packing apa saja yang akan dibawa nanti. Rencananya, Zaskia akan diantar Pak Nano ke kantor Revan untuk menghampirinya dan pergi langsung ke bandara bersama.


Tok tok tok tok....


"Sayang, ini Mama. Boleh masuk?" tanya Mama Rena.


"Ya Ma, masuk saja. Pintunya ga dikunci kok." jawab Zaskia sambil menutup resleting kopernya.


"Belum selesai packingnya?" tanya Mama saat melihat tas tangan yang akan dibawa Zaskia belum terisi apa-apa. Dia mendekat dan duduk di tepi ranjang. Mama Rena meletakkan sebuah kotak yang dia bawa tadi di sampingnya.


"Hehe... Baju-bajunya udah Ma, tinggal printilannya. Udah disiapin. Tinggal masukin aja kok. Mama butuh bantuan Kia?" tanya Zaskia yang merasa tiidak biasa mertuanya sampai mencarinya ke kamar.


Zaskia mendekat dan memeluk mertuanya dari samping.


"Ga ada apa-apa sayang. Mama hanya mau menyerahkan ini, seperti janji Mama waktu itu." ucap Mama Rena sambil menyerahkan kotak yang dia bawa tadi.


Zaskia menerima dan membuka kotak itu. Zaskia terharu karena mertuanya itu sangat mempercayainya. Zaskia berjanji dalam hatinya akan selalu menyayangi mama dari suaminya ini.

__ADS_1


"Mama... Kenapa ga Mama saja yang simpan. Kia udah dikasih kartu juga kok sama abang." ucap Zaskia kemudian. Belum ada 24 jam, dia merasa seperti bermimpi mendapatkan harta karun dengan mudahnya.


"Mama juga udah punya sayang. Ini sudah jadi milik kamu juga. Kamu punya hak untuk mengaturnya. Ah iya, sini Mama kasih lihat. Mama memang tidak mencetaknya setiap bulan, karena yang bisa mencetakkan hanya suami kamu. Biasanya tiap awal tahun." ucap Mama Rena sambil membuka buku rekening Revan.


Tangan Zaskia bergetar saat melihat nominal butab dari bank yang bertaraf internasional itu. Benar-benar harta karun, pikir Zaskia. Meski terlihat santai, rupanya Revan juga punya beban kerja yang cukup berat. Zaskia jadi merasa kasihan dengan Revan. Mungkin selama ini dia merasa kesepian karena ketidaknormalannya dan semua itu dia lampiaskan dengan bekerja keras.


"Ma... Bu... Bukannya kalau deviden itu diterimanya setahun sekali ya Ma. Te... Terus ini kenapa tiap tahun bisa masuk yang nominalnya besar banget? Ini ga salah cetak kan Ma?" tanya Zaskia dengan suara tergagap. Dia masih belum percaya kalau suaminya setajir itu.


Mama Rena tersenyum bukan hanya karena reaksi menantunya namun juga senyum bangga, karena meskipun tidak ikut mengelola perusahaan papanya nyatanya Revan bisa berkecimpung di dunia bisnis meski secara tidak langsung.


Kamu harus bangga pada suami kamu. Kamu pernah denger istilah broker saham atau kalau di Indonesia lebih dikenal pialang saham? Nah Revan adalah salah satu broker online yang dipercaya oleh perusahaan di Amerika yang mana Revan juga memiliki saham di sana. Jadi setiap bulan dia juga dapat pemasukan yang besar dari sana. Revan belum pernah cerita?" tanya Mama Rena di akhir penjelasannya yang dijawab dengan gelengan kepala. "Ya sudah, tidak perlu dipikirkan. Kapan-kapan, tanyakan langsung pada suami kamu." lanjutnya lagi.


"Tapi Ma, kok Kia jadi takut ya pegang ini. Masih tambah ini juga. Kia ga bisa ngebayangin deh Ma, ini kalau di cairkan akan jadi seberapa." ucap Zaskia sambil tepuk jidat. Betapa udik dirinya saat melihat deretan angka yang jumlah digitnya mencapai 13 angka, itu yang ada di pikiran zaskia. Jangankan 13 digit, 9 digit saja itu hal yang tidak pernah Zaskia bayangkan akan memilikinya.


Mama jadi tertawa melihat kepolosan Zaskia.


"Udah, sekarang Kia simpan dulu. Mama mau ajakin lihat pemotretan di sayap kiri. Oh iya, baju untuk syukuran biar mama aja yang bawa ya. Mbaknya lupa bawa. Masih di butik barangnya." ucap Mama Rena seraya berdiri dan menuntun Zaskia ke pintu walk in closet." Mama tunggu di luar ya sayang." ucapnya lagi.


"Iya Mama." sahut Zaskia sambil tersenyum dan masuk ke dalam walk in closet.


"Kia merasa bangga karena menjadi wanita yang bisa masuk ke hati Abang. Kia akan selalu mencintai Abang..." ucap Zaskia lirih.


Zaskia segera menyimpan pemberian mertuanya itu dan tak lupa mengambil 5 pak uang merah seperti yang dikatakan suaminya semalam lalu membawanya keluar untuk dimasukkan tasnya.


TBC....


Jangan lupa tinggalkan komen ya gaes...


Tekan like dan vote juga


Makasih❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2