
Tadi sore Revan mampir ke kafe bersama Zaskia. Kia memutuskan untuk menemui teman-temannya di belakang. Sedangkan Revan sendiri bertemu dengan Roni, sepertinya ada hal yang sensitif yang ingin dibicarakan oleh sahabatnya itu.
"Ada masalah?" tanya Revan yang melihat Roni nampak ragu untuk menyampaikan sesuatu.
"Kemarin gue ketemu Dody dan istrinya. Sepertinya mereka lagi kesusahan. Apa lo belum memaafkan dia?" tanya Roni hati-hati karna Roni tahu persis bagaimana kondisi Revan setelah mengetahui pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, persis di depan matanya.
"Gue udah maafin dari dulu kok. Lo pikir gue belum move on? Astaga, gue bukan remaja labil ya! Gue bahkan udah nemuin cinta sejati gue, kalo lo lupa?" ucap Revan tergerak saat menyadari raut muka Roni yang tampak was-was.
"Syukurlah kalau begitu. Ada hal yang harus kamu tahu, kalau Dody melakukan itu memang bertujuan untuk memisahkan kamu dan Felysa, tapi bukan karna dia sendiri, tapi untuk melindungi kamu." ucap Roni menceritakan apa yang dia dengar dari Dody.
"Maksudnya gimana sih, gue ga ngerti deh?" tanya Revan penasaran.
"Kalau untuk itu, biar lebih jelasnya Dody sendiri yang cerita. Karna dia punya beberapa bukti. Yang jelas dia ingin bertemu dan minta maaf. Dia berpikir sampai saat ini kamu masih belum move on dan masih mencintai Fely, makanya dia merasa bersalah banget. Gue dah bilang sih tadi, kalau lo udah mau jikah. Tapi Dody belum lega kalau belum ketemu langsung sama lo." tutur Roni lagi.
"Ya udah ga papa, lagian semua udah berlalu. Ga guna juga nyimpen dendam kan? Ajak aja ke sini. Malam ini juga ga papa. Sekalian kita kumpul sama yag lain. Soalnya setelah ini gue agak sibuk. Takut nanti malah ga bisa ketemu." ucap Revan.
"Ok, nanti gue calling yang lain. Btw tadi tumben sama Kia ke kantor? Eh, cewek yang kemarin nyerang Kia akhirmya gimana?" tanya Roni penasaran.
"Udah gue tandai dia. Malasahnya agak rumit. Kia udah ketemu sama bokapnya. Cuma keberadaannya banyak yang mengincar untuk dilenyapkan. Gue harus lebih keras lagi melindunginya." ucap Revan sambil memijit pelipisnya.
"Jadi bener, bokapnya Kia itu orag tajir? Ga nyangka gue." tanya Roni takjub.
"Lo tau Rahardian GROUP kan? Bokapnya salah satu ahli warisnya. Cuma dia lebih memilih mengembangkan perusahaannya sendiri BILARZ CORP yang selama ini bokap gue jadi investornya. Entahlah mengapa dia tidak mau menarik Rahardian saja sebagai investor tetapnya dulu. Mungkin siasat bisnis juga sih." ucap Revan.
"Mungkin juga sih, mungkin dia tidak mau kalau pesaing bisnisnya tahu, bisa saja bukan cuma Bilarz yang akan dihancurkan tapi bisa jadi Rahardian juga ikut terseret. Tapi ga segampang itu juga kali orang bisa menjatuhkan perusahaan besar. Ck, ngapain jadi mikirin orang kaya sih, hehehehw...? "
"Tapi kalau Kia di sini, keselamatan Kia itu tetep jadi tanggung jawab lo. Jadi jangan seneng dulu!"
"Elah, Zaskia itu pinter, cepet belajar dari pengalaman. Lo ga lihat calon bini lo ga ada takutnya sama cewek yang kemarin itu." ucap Roni mengingatkan kejadian sabtu sore.
"Iya sih, bangga gue!" jawab Revan sambil menepuk-nepuk dadanya bangga.
Sedangkan Kia sendiri di belakang tak mau diam. Calon istri bos cafe ini tak segan-segan membantu bagian mana yang kerepotan. Meski belum ada sebulan kenal, sikap Zaskia yang ramah, supel dan humble ini sangat disukai pegawai di sana.
"Mbak Rita, aku pengen ngenalin seseorang. Cowok... Kayaknya cocok banget sama mbak Rita." ucap Zaskia diaela-sela menyiapakan pesanan pengunjung.
"Ha siapa siapa? Ganteng ga? Yang penting bukan cowok toxic. Ga mau aku, udah bangkrut, eh.. Malah ditinggal nyari yang baru. Trauma aku tuh!" ucao Rita curhat.
"Kok aku baru tahu ya, hahaha... Jadi mbak pernah diporotin? Kalau ini saya jamin enggak mbak. Kapan-kapan Kia pengen cerita. Btw salam buat ibu ya. Kangen nasi uduknya ibu aku jadinya."
"Ya udah main ke rumah aja biar dibikinin. Hubungan kamu sama pak bos gimana?"
"Baik, ga gimana-gimana. Abang udah resmi nglamar aku. Insya allah dalam waktu dekat ini diresmiin, lagi nyari tanggal. Belum resepsi sih rencananya yang penting sah dulu secara agama dan negara. Resepsi nyusul. Doain ya mbak."
__ADS_1
"Pasti dong sayang. Besok kan yang jadi bos kamu, harus dibaik-baikin biar dikasih bonus gede, hahaha."
Revan dan Zaskia meninggalkan kafe jam 5an. Karna Revan ada janji dengan sahabatnya, Revan mengajak Zaskia bersih-bersih di apartemen.
"Adek pengen tinggal di mana setelah menikah?" tanya Revan saat dia habis sholat magrib, sementara Zaskia sendiri masih belum selesai dari masa bulanannya.
"Kemana pun abang ajak Kia, Kia bakalan ikut abang. Kia ga mau pisah sama abang. Tapi apakah boleh kalau kita lebih sering mengunjungi ayah dan bunda? Bagaimanapun Kia sebenernya pengen seperti temen-temen Kia yang bisa bareng-bareng orang tuanya. Tapi Kia juga ga mau jauh-jauh dari abang! Ngerti kan maksud Kia? " ucap Kia mengilustrasikan perasaannya.
Saat ini Zaskia sedang duduk bersandar di dada Revan sambil memainkan kancing kemeja koko yang belum dilepas, maksudnya biar sekalian sholat isya, biar gak gonta ganti.
Revan mengecup kening Zaskia lama." Abang mengerti kok, abang bahagia karena adek ga mau jauh dari abang, karna abang pun juga ga mau jauh-jauh dari adek."
"Oh iya bang, kata Denis acara wisuda kelulusan diajukan jadi seminggu lagi bang. Gimana?"
"Ya ga papa, besok abang yang temenin. Mudah-mudahan tanggal pernikahan kita ga sampe seminggu lagi. Oya itu berkas-berkas adek dibawa kan sama bunda? Biar besok bisa langsung didaftarkan ke KUA."
"Iya bang, semua ada di bunda. Nanti pulang ke rumah besar kan bang habis ketemu temen-temen? Maksudnya kalau enggak, aku mau ngabarin ke bunda biar ga kepikiran."
"Maaf yang, belum bisa dipastikan. Nanti kalau kemalaman mungkin kita nginep sini. Tapi kalau ga ya kita ke rumah besar. Adek yakin nanti ga mau ikut? Biar abang kenalin sama temen abang yang dulu pernah nikung abang. Biar dia percaya kalau abang itu sudah move on dan biar dia tahu juga, kalau abang udah bener-bener bahagia." ucap Revan meraih tangan Kia uang bermain di dadanya lalu mengecupnya.
"Nggak usah ah, Kia mau tidur aja. Semalem ga bisa bobo, habisnya kepikiran ketemu ayah terus, jadi ga ngantuk-ngantuk." ucap Zaskia sambil nyengir.
"Gimana sekarang perasaannya?" tanya Revan kemudian.
Revan yang melihat ekspresi Zaskia yang berubah-ubah pun malah jadi gemas dibuatnya.
"Kita bakalan belajar bersama menjaga perasaan pasangan masing-masing ya. Belajar pengalaman dari ayah, kalau kita tu tidak boleh terhasut dengan orang lain. Kita bicarakan baik-baik, apa yang kita dengar dan kita lihat belum tentu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Revan lembut sambil membelai kepala Zaskia.
"Aahh... Abang! Kia tambah sayang deh sama abang." sesaat Kia mengeratkan pelukannya lalu melepasnya lagi.
"Kok dilepas, padahal anget banget lho yang tadi." ucap Revan sambil melirik dada Zaskia.
"Abang ih, suka merusak suasana. Pikiran abang itu tercemar apaan sih, mesum banget sekarang!" ucap Zaskia sambil mengacak rambut Revan.
Revan hanya tertawa menyaksikan Zaskia yang nampak kesal karna perkataan Revan setiap kali menjurus ke arah sana.
"Habisnya ga bisa nahan yang, abang juga ga ngerti, kalau sama adek tuh pengennya bermesraan mulu. Makanya kalau ga cepet - cepet dihalalin tar beneran abang kebablasan deh ini yang. Bahkan ga ada skin ship aja rasanya udah kaya digoda aja." ucap Revan jujur.
"Tuh kan bener, berarti abang tuh pikirannya yang kotor. Padahal Kia tuh pake baju juga sopan lho. Ga kayak wanita penggoda. Yang sengaja pamer paha dan dada." ujar Kia yang tanpa sadar malah semakin membuat Revan geregetan.
"Udah yang, malah ngomongin paha sama dada. Makin berontak nanti punya abang. Ngomong-ngomong calon istri abang juga tambah berani ya ngomongnya, belajar dari mana sih, hemmm?" tanya Revan sambil mengacak-acak rambut Zaskia.
Memang Zaskia sendiri juga merasa bingung, sejak dekat dan menjalin hubungan serius dengan Revan, sedikit demi sedikit kecanggunan di antara mereka pun perlahan menipis, dia lebih berani mengekspresikan perasaannya.
__ADS_1
"Maaf bang, Kia juga ga tahu. Belajar dari abang kali. Tapi Kia kayak gini cuma sama abang kok." ucap Zaskia merasa tidak enak.
"Ga papa sweet heart, abang suka kok. Tapi janji ya, ngomong kayak gitu cuma sama abang aja, ga boleh sama laki-laki lain, oke!" ucap Revan menanggapi ucapan Zaskia. Mata mereka bertemu seolah saling mengungkapkan rasa.
Entah siapa yang memulai, bibir mereka pun sudah bertemu, perlahan saling mengecap rasa, semakin lama semakin menuntut. Zaskia pun sedikit demi sedikit sudah mulai bisa mengimbangi permainan bibir Revan sampai mereka terengah-engah dan hampir kebahisan nafas, barulah mereka menghentikan ciuman mereka.
"Bibir kamu bikin candu banget sih yang, manis." ucap Revan masih dengan nafas terengah-engah.
"Abang diem deh, jangan dibahas. Malu!" ucap Kia yang bersembunyi di dada Revan.
"Kenapa malu, kan cuma ada kita? Kamu ga suka emang? Sekarang bibir dulu, besok kalau udah sah, candu yang lain. Boleh kan?" tanya Revan lagi.
"Ga tahu, udah... Abang jangan ngomongin itu terus. Nanti Kia yang gantian khilaf. Eh...!" ucap Kia keceplosan lalu menutup mulutnya dengan tangan
Revan yang mendengarnya jadi terkekeh, "ya udah, kita khilaf berjamaah aja kalo gitu, hahaha..."
"Udah ah, sana! Tuh udah adzan isya'. Buruan sholat sana, Kia laper, mau ke dapur dulu." ucap Kia sambil beranjak dari posisinya. Revan tak mencegah, dia juga segera berdiri dan mengambil air wudlu.
Di dapur, Kia masih menggerutu. Dia merutuki mulutnya sendiri yang suka keceplosan.
"Abang tuh ga tahu sih, Kia udah terbang rasanya kalau dicium abang. Astaga, ini bibir juga ga bisa nolak sih." gumam Zaskia masih sambil memegangi bibirnya. "Ini nih mbak Rita yang ngajarin. Harus tanggung jawab tuh orang." gerutunya lagi.
Zaskia membuka kulkas dan melihat stok bahan makanan yang bisa di masak. Karna sudah ada nasi, sepertinya dia mau bikin nasi goreng cumi aja. Sengaja dia membuat dua porsi, barang kali Revan nanti mau makan di rumah saja.
"Enak nih, kayaknya. Wangi banget yang." ucap Revan yang sudah rapi siap berangkat.
"Bentar lagi mateng, abang mau makan dulu emang sebelum berangkat?" tanya Zaskia sambil mematikan kompor tanda nasi gorengnya sudah mateng.
"Iya deh makan dulu, masakan istri aku memang the best pokoknya. Bikin ga bisa move on, persis kayak bibirnya, hahaha." celetuk Revan yang membuat Zaskia cemberut.
"Abang... Jangan mulai lagi deh! Tar kalau Kia sandera, abang ga bisa keluar lho!" protes zaskia sambil memindahkan nasi goreng ke dalam piring.
"Abang rela deh disandera sama adek aja. Mau diajakin ngapain emang?" goda Revan sambil menerima piring dari Zaskia.
"Astaga, abang bisa diem ga? Udah makan yang bener!"
Revan tak menyahut tapi terus tersrnyum, gadisnya bisa ngambek sungguhan kalu terus digoda.
Setelah makan malam, Revan pun meninggalkan apartemennya setelah berpamitan dengan Zaskia. Zaskia nampaknya juga segera ke kamarnya dan tidur seperti yanh dikatakan pada revan tadi.
TBC...
Tetap dukung othornya biar semangat lanjutin ceritanya denga cara tinggalkan komentar, vote, like and favorit.
__ADS_1
Makasih❤️❤️