
"Kamarnya kedap suara kan ya?" tanya Revan terdengar ambigu. Setelah menentukan kamar yang akan mereka tempati, mereka segera masuk dan mengunci pintu.
"Tadi ayah bilang kan gitu. Kenapa emang?" tanya Zaskia masih sambil berkeliling kamar.
Revan memeluknya dari belakang. "Kalau nyobain kamar baru kayaknya seru." bisik Revan membuat Zaskia merinding.
Zaskia yg tahu maksud suaminya segera membalikkan badan dan merangkulkan tangannya ke leher suaminya.
"Tapi ini udah sore By. Ga jadi ke kafe emang?" ucap Zaskia mengingatkan Revan.
Revan menautkan alisnya, dia tadi tidak salah dengar kan?
"Panggil apa tadi yang? Maksudnya apa itu?" tanya Revan memastikan.
"Kia pengen panggil Abang HUBBY, disingkat jadi By? Abang ga suka? Bisa juga kalau kita udah punya anak jadinya Abi. Sama-sama kan ngucapinnya." terang Zaskia.
"Abang suka kok, suka banget. Ah, jadi tambah pengen sayang." ucap Revan sambil mengendus leher Zaskia yang sudah tidak tertutup hijab.
"Sebentar By. Kia minta baju ganti dulu. Sekalian dari sini langsung ke kafe aja. Nanti malem nginep di rumah Papa kan?" tanya Zaskia.
Setelah mendapat jawaban dari suaminya, Zaskia keluar kamar. Tak lama zaskia sudah lembali dengan membawa beberapa paper bag berisi gamis dan daleman untuk zaskia. Sementara untuk Revan ternyata celana chinos panjang dan juga kaos serta dalaman.
"Selera Ayah oke juga ya. Ga mau kalah sama yang muda, hehehe." komentar Revan pada pemberian mertuanya.
Tak lupa mereka sholat ashar terlebih dulu kemudian menuntaskan hasrat yang terpendam. Mencoba kamar baru, meski katanya sudah kedap suara, namun saat permainan nyatanya Zaskia masih takut untuk mengeluarkan des*h*nnya.
Namun saat menuju puncak ternyata Zaskia tak dapat menahannya. "By... Aahhhh... Eemmmggghhh."
"Enak sayang... Abang lebih cepat ya." ucap Revan, bibirnya kembali menghisap rakus kedua pucuk pinky itu bergantian.
"By... Kia mau keluar."
"Barengan sayang... Aahhhh...."
Hos hos hos...
Nafas mereka sama-sama terengah-engah. Zaskia akui, suaminya ini seperti memiliki tenaga kuda, ga ada capeknya.
"Kamu nikmat sekali sayang."
"Kok nikmat sih, emang Kia makanan."
"Iya, kamu itu makanan, obat dan juga vitamin buat aku. Astaga abang sampe lupa belum kasih istri abang makan." ucap Revan merasa bersalah. Memang tadi setelah bangun tidur, mereka langsung ke rumah besar dan makan di sana. Mereka dapat kabar kalau sore ini, papi, mami, Reno, dan Zahra akan pulang ke Surabaya. Setelah mendapat telepon dari Zian yang mengabarkan bundanya masuk rumah sakit, zaskia langsung panik dan Revan beserta orang tuanya langsung ke rumah sakit.
"Kan tadi udah, sebelum terima telepon dari Om Zian."
"Itu udah jam 10 tadi sayang. Jadi, mau makan di sini atau di luar aja?" tanya Revan memastikan.
"Di luar aja, sekalian pacaran, hehe...." jawab Zaskia sambil tersipu.
"Gemesin banget sih istri aku. Akhirnya kita ngarasain pacaran halal ya. Ya udah, kita mandi yuk." ucap Revan sambil turun dari ranjang kemudian merentangkan tangannya.
Zaskia tanpa ragu melompat ke tubuh suaminya seperti koala. Entah sudah dibuang kemana rasa canggung dan malunya. Zaskia mengalungkan tangannya di leher suaminya. Kemudian mengecup bibir suaminya.
"Jangan menggodaku sayang. Atau memang sengaja ya pengen lagi?" ucap Revan sambil berjalan ke kamar mandi.
Zaskia tidak menjawab, dia hanya tersenyum sambil memandangi wajah tampan suaminya itu. Wajah yang selalu membuatnya terpesona dan jatuh cinta setiap harinya.
"Cuma pengen lihatin wajah suami aku aja By. Kia masih ga percaya aja, kalau pria tampan ini sudah jadi milik Kia. Kayak mimpi gitu." ucap Kia yang sudah turun dari gendongan Revan.
Revan menyalakan air dari shower dan langsung membasahi tubuh keduanya. Revan merengkuh pinggang istrinya dan melabuhkan ciumam di bibirnya.
"Masih ga percaya kalau ini bukan mimpi? Abang milik adek, ini bukan mimpi."
__ADS_1
Sejenak mereka saling melempar senyum. Tangan Zaskia meraih shampo lalu mengusapkan ke rambut Revan. Dan seterusnya ritual mandi itu menjadi moment yang romantis, saling menyabuni dan menggosok punggung bergantian. Sampai kemudian mereka menyelesaikan sesi mandi bersama.
$$$$$$
"Mau makan apa Yang?" tanya Revan saat berada di perjalanan menuju kafe.
"Padang aja gimana, kayaknya enak makan rendang." jawab Zaskia.
"Boleh deh. Abang juga lama ga makan masakan padang." sahut Revan kemudian.
Tak lama, Revan pun membelokkan mobilnya ke rumah makan padang. Revan selalu berperan sebagai suami yang romantis, mulai dari membukakan pintu, membantu istrinya turun lalu menggandengnya.
"Harusnya kan Kia yang ambilan makanan, ini kenapa jadi kebalik By? Ga dapet pahala dong akunya." ucap Zaskia saat manerima piring yang sudah berisi nasi komplit beserta lauk, sayur dan sambel ijonya.
Revan tersenyum mendengar protes istrinya. "Sekali doang Yang, abang juga pengen manjain istri tercinta, apalagi udah dikasih yang enak-enak juga tadi heheheh." ucapnya setengah berbisik yang praktis mendapatkan cubitan di perutnya namun hanya terasa geli. "Geli sayang." ucap Revan sambil menangkap tangan Zaskia dan menciumnya.
"Jangan ngomongin gituan di tempat umum By. Kalau ada yang denger kan malu."protes Zaskia kemudian sambil menengok kiri kanan, untunglah mereka duduknya di pojokan dan tidak ada pengunjung di dekat meja mereka.
"Ga akan ada yang denger sanyang. Kalau mereka denger ya ga papa. Palingan mereka baper sendiri. Makan dulu sayang... Hak....!" sahut Revan sambil menyuapkan nasi ke mulut istrinya.
Zaskia tidak protes dan langsung menerima suapan istrinya. Mereka pun makan dengan kadang saling menyuapi seperti biasa. Bahkan makan pun mereka bisa semesra itu, jangan lupa dengan sentuhan-sentuhan kecil yang menambah kesan romantis di antara mereka.
Karena asyiknya mengisi perut sambil pacaran, mereka sampai tidak menyadari ada tamu yang baru saja masuk dan memperhatikan keduanya.
"Revan... Zaskia... Udah selesai?" ucao seorang pria yang sengaja menghampiri mereka setelah selesai makan. Dia adalah Andre. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan mantan tunangannya setelah kejadian itu.
Sejak tadi Andre tak henti-hentinya mengagumi perubahan Zaskia yang menjadi sangat cantik. Penampilannya pun sangat berbeda, dia terlihat lebih elegan. Dan sepertinya barang-barang yang menempel di tubuhnya juga bukan dapet dari pasar yang harganya murah.
Revan yang hanya menggunakan pakaian santai pun, tetap tampak berwibawa meski terlihat lebih muda. Hal itu semakin membuktikan bahwa memang Revan bukanlah orang sembarangan. Meski yang dia tahu, kalau Revan seoramg ASN, waktu dulu melihat foto yang diunggah Zaskia.
"Andre. .."
"Mas Andre..."
"Senang sekali akhirnya kita bisa bertemu. Bagaimana kabar kalian? Kalian benar sudah menikah?" tanya Andre berusaha untuk tetap bersikap biasa saja meski sebenarnya dia masih mengharapkan Zaskia, apa lagi semakin mendekat, mantannya itu semakin mempesona di matanya.
Tangan kanan Revan merengkuh pinggang Zaskia kemudian mereka saling bertatapan dan tersenyum. Interaksi mereka tak luput dari perhatian Andre. Dia melihat dengan jelas binar bahagia di mata Zaskia. Meski ada sesal di hatinya karena pernah mengkhianati Zaskia, namun dia juga lega jika Zaskia benar-benar telah mendapatkan kebahagiaan.
"Alhamdulillah baik. Iya Mas, kemarin baru ijab qobul." jawab Zaskia.
"Hari ini juga ada syukuran kecil-kecilan di kafe. Kamu datang saja, asal jangan dengan istri kamu. Nanti rusuh jadinya." ucap Revan.
Bukannya marah, tapi Andre malah tertawa. Dia baru sadar, semalam mungkin Revan menyadari keberadaannya.
"Dia ga akan merecoki. Aku sudah memulangkannya ke kampung tadi. Entahlah, aku sejak awal juga tidak yakin dengan pernikahan kami." ucap Andre. "Selamat untuk kalian, samawa. Tolong jaga Zaskia, aku dulu memang bodoh, tidak bisa untuk membuatnya bahagia. Tapi aku rela jika dia bersama dengan orang yang tulus mencintainya. Aku turut bahagia. Aku harap meskipun kita tidak punya hubungan seperti dulu, kita tidak memutus tali silaturahmi. Aku sudah menganggap Zaskia adikku sendiri. Kamu ga keberatan kan Van aku tetap berkomunikasi dengan Zaskia. Yah... Meski chatku jarang dibuka." ucap Andre tulus.
Dari cara Andre berbicara, Revan tahu sebenarnya Andre memang orang yang baik dan berpendidikan.
"Hahahaha... Maaf Mas, aku tuh kalau lagi di rumah jarang pegang hape. Kadang juga lupa narohnya. Apalagi kalau kerja juga aku sillent." jawab Zaskia.
"Makasih doanya bro. Semoga nantinya kamu juga dapet istri yang baik, yang bisa membahagiakan kamu." ujar Revan menanggapi ucapan Andre.
"Aamiin. Makasih. Kamu kerja di kafe Zas? Acaranya di tempat kamu kerja?" tanya Andre.
Revan dan Zaskia saling manatap kemudian tersenyum bersamaan.
"Iya, aku kerja di sana. Dan dia bosku, hahaha..." jawab Zaskia sambil menunjuk suaminya.
Oh, jadi dia pengusaha juga. Pantesan kelihatan kaya. Ternyata memang punya usaha. Batim Andre.
"Oh iya? Jadi ceritanya cinlok nih?" tanya Andre.
"Bisa dibilang begitu" sahut Revan cepat sebelum keduluan istrinya. Biarlah dia menganggap seperti itu sementara ini. Nanti juga dia bakalan tahu cerita yang sebenarnya. Batin Revan.
__ADS_1
"Ya ya, baguslah. Oh iya, dapet salam dari ibu. Katanya tadi telepon mau mengucapkan selamat gitu tapi ga diangkat. Aku bilang, lagi bulan madu gitu sih, hahaha..." ucap Andre berkelakar.
"Eh, masa sih? Aku emang belum buka hape sih. Tadi terakhir pas Om Zian telepon." sahut Zaskia sambil membuka tas selempangnya. "Kayaknya ga kebawa deh By, tadi itu Kia panik, aku pikir udah tak masukin tas tapi kayaknya masih di kamar deh. Apa ketinggalan di rumah ayah ya?" ucapnya lagi mencoba mengingat - ingat.
Revan jadi gemas, dia mengusap kepala istrinya dengan sayang. Tak lama, dia merogoh ponselnya. "Coba Abang hubungi Om Zian ya." ucap Revan yang ikut memanggil Zian dengan sebutan om. Padahal sebelumnya mereka pernah membicarakan masalah panggilan. Revan tidak mau dipanggil dengan sebutan tuan muda, sedangkan Zian juga tidak mau dipanggil pak atau om. Jadi mereka sepakat untuk memanggil mas saja.
Tak lama panggilan di jawab oleh Zian. Revan menyerahkan ponselnya pada Zaskia.
"....."
"Ini Kia Om. Masih di mansion ayah?"
"....."
"Kia mau minta tolong Om, carikan ponsel Kia barangkali ketinggalan di situ. Bisa ga?"
"....."
Terlihat Zaskia sedang menunggu. Andre masih memperhatikan Zaskia. Jika tidak salah tebak, Zaskia sudah bertemu dengan ayahnya. Dan sepertinya ayah Zaskia bukan orang biasa-biasa saja.
"Ada Om? Alhamdulillah."
"......"
"Kia sama Abang mau ke kafe yang di depan 3R Group itu. Bisa dianter ke sana ga? Sekalian Kia mau kenalin Om sama seseorang."
"....."
"Iya. Makasih Om. Assalamualaikum."
"....."
Panggilan berakhir.
"Gimana?" tanya Revan.
"Ada di kamar bunda, jadi satu sama barang yang kasih ayah tadi. Perasaan udah tak masukin, ternyata belum, hehehe." jawab Zaskia sambil nyengir, hal itu malah mendapat hadiah cubitan manja di hidungnya.
"Nanti atau besok deh Mas, Kia hubungin Ibu balik. Kia rencananya juga mau mudik besok. Ada acara wisuda sama syukuran kecil-kecilan." ucap Zaskia pada Andre.
"Kamu udah ketemu ayah kamu Zas? Alhamdulillaah, Mas ikut senang dengernya. Kebetulan aku juga mau pulang, tapi masih lusa. Ada kepentingan juga. Ini menyangkut Vera. Mas sudah benar-benar menyerah." sahut Andre.
"Iya, alhamdulillah Kia udah ketemu sama ayah. Ternyata selama ini ayah juga nyari Kia, bahkan waktu dulu Kia belum menetap di desa, ayah sudah mencarinya ke sana. Ya udah sih Mas, udah kejadian juga. Anggap aja ini suatu pelajaran." ucap Kia bijak.
"Iya, kamu bener. Kamu beruntung bisa memiliki Zaskia Van. Semoga kalian selalu bahagia." ucap Andre tulus.
"Doa yang sama untuk kamu juga bro. Kalau gitu kami duluan ya. Jangan lupa, nanti nyusul. Rembulan Cafe udah tahu kan?" tanya Revan sambil meraih tangan istrinya lalu berdiri.
Andre hanya mengacungkan jempolnya lalu mempersilakan mereka untuk pergi.
Andre menghela nafas panjang, dia merasa lega karena wanita yang pernah disakitinya telah mendapatkan kebahagiaan. Biarlah dirinya saat ini yang merasakan karma dari Tuhan karna pernah melakukan kesalahan.
Dari dalam rumah makan nampak Revan yang membukakan pintu untuk Zaskia. Mobilnya mewah, dia membuka ponselnya lalu mengetik di google pencarian harga Roll Royce.
"Busyet 25 M. Siapa sih sebenernya cowok itu? Beruntung banget Zaskia. Mudah-mudahan dia tidak akan menggunakan kekayaannya untuk menyakiti Zaskia." guman Andre setelah mobil keluar dari area parkir.
TBC....
Makasih semua dukungannya bestie...
Jangan lupa tetep dukung dengan meninggalkan komentar, like, vote
Makasih❤️❤️
__ADS_1