
~Sesudah mereka makan~
"Nina aku ingin keruang baca ku dulu yaa... dan jangan mengganggu ku" Ucap wen lu.
"Baik nona hamba akan menjaga nona diluar" jawab nina.
Sudah hampir tengah hari wen lu masih asik dengan buku-buku diruangan nya hingga akhirnya terganggu akibat adanya keributan diluar kediaman nya.
"Uhh siapa sihh ngeganggu amat tuhh orang kagak tau lagi konsen apa" gumam wen lu dengan wajah masam karena terganggu dengan keributan itu. Hingga akhirnya wen lu menyudahi membaca nya dan keluar melihat siapa yg membuat keributan dikediaman nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setiba nya wen lu didepan dia melihat saudari nya putri ke 4 yaitu Han wen zu yg membuat keributan didepan kediaman nya.
"Cepat buka gerbang nya... mna tuan putri SAMPAH kau itu" ucap wen zu dengan menekan kata sampah.
"Maafkan hamba tuan putri ke 4 bahwa tuan putri ke 2 sedang tidak bisa ditemui untuk hari ini" jawab nina sambil menunduk hormat.
"Kurang ajar kau" ucap wen zu dengan tangan terangkat akan menampar pelayan nina. Tetapi sebelum tangan itu mendarat diwajah nina tangan wen zu sudah dicengkram kuat oleh wen lu dengan tatapan tajam mengarah ke adiknya wen zu.
"Apakah begini cara mu berkunjung zu meimei" ucap wen lu.
sedangkan wen zu masih menatap tajam ke wen lu karena kakak nya wen lu yg biasa nya tak berani menatap tajam dan membatahnya kini berbanding terbalik.
"Ahh dasar putri SAMPAH lepaskan tangan kotormu itu dari tangan ku ini" ucap wen zu dengan tatapan jijik.
'Plakk' sebuah tamparan keras diwajah wen zu.
"Begini caramu hormat terhadap jiejie mu meimei... Dan aku ingatkan sekali lagi jika kau masih membuat keributan dikediaman ku kau akan tau akibatnya nanti" ucap wen lu dengan aura mengintimidasi nya dan tatapan tajam yg menusuk.
__ADS_1
Semua pelayan dan pengawal yg berdiri disana lemas hingga terduduk dibawah karena merasa takut dengan aura tuan putri ke 2 kerajaan nya.Sedangkan putri ke 4/wen zu masih tidak percaya bahwa wen lu/jiejie nya berani melawan nya sekarang,dan dia sebenarnya merasa takut tetapi berusaha menutupi itu semua.
"Uhh... ayoo kita pergi jauh dari kediaman putri SAMPAH ini" ucap wen zu dan berlalu pergi.
"Hmphh... nina sekarang siapkan aku makan siang" ucap wen lu.
"Baik nona" jawab nina. Kalian ingin tau kenapa nina selalu menurut kan, itu karena nina masih diusia 12 tahun jadi selagi nona nya tidak dalam bahaya dia percaya akan semua yg dilakukan nona nya,karena nona nya yg sekarang sudah berani dan bisa melawan mereka yg menindas nona nya.
"Hmphh... kita tunggu aja acara pertunjukan nanti,, entah apa yg dilakukan selir dan anak ul*r itu" gumam wen lu.
~Dikediaman lily/ milik selir yuan~
Selir yuan adalah ibu dari Han wen zu,iya merupakan selir pertama kaisar. karena ingin melengserkan permaisuri dengan perlahan mangka nya ia memberi racun yg tidak terdeteksi tetapi iya akan bereaksi dengan lambat, karena itu semenjak permaisuri sakit iya berusaha segala cara untuk menghasut kaisar Han.
"Salam hormat kepada ibunda" ucap wen zu dengan hormat.
"Ibunda lihatlah ini tanganku merah akibat dicengkram oleh jal*ng itu" ucap wen zu dengan nada manja sambil cemberut.
"Kurang ajar sudah berani jal*ng itu sekarang yaa" ucap selir yuan dengan nada geram.
"Apakah zuzu bisa ceritakan ke ibunda kenapa bisa seperti ini nak" dengan nada lembut. (Dan panggilan sayang selir yuan kepada wen zu yaitu zuzu)
Wen zu menceritakan kepada ibunda nya tentang apa yg terjadi dikediaman teratai hitam(Kediaman milik wen lu) dari awal hingga akhir.Hingga selir yuan merasa marah karena merasa terhina bahwa anak nya dibilang tidak pandai menghormati, dan mereka (antara ibu dan anak) mulai memikirkan cara bagaimana menghancurkan wen lu.
"Ya sudah kamu tenang aja ya zuzu biar ibunda yg memikirkan cara apa untuk membalas nya" ucap selir yuan dengan lembut.
"Baik ibunda... kalau begitu zuzu pamit undur diri ya ibunda" ucap wen zu dengan menunduk hormat.
"Baiklah zuzu... istirahatlah kamu nak dan jangan lupa obati memar merah itu ya zuzu" ucap selir yuan dengan lembut.
__ADS_1
"Baik ibunda" ucap wen zu dengan senyum dan pergi kekediaman nya yaitu kediaman lavender.
*Hmphh... bersiap-siaplah kau sampah sebentar lagi akan ku balas perbuatan mu* ucap wen zu dalam hati dengan seringai nya.
~Kediaman teratai hitam / wen lu~
"Hmphh... sepertinya aku harus pergi ke hutan kegelapan untuk mengambil tanaman herbal untuk memulihkan tenaga dalam ku dan pengobatan ibunda" gumam wen lu.
"Nina siapkan aku air... rasanya badan ku gatal-gatal karena memegang ul*r itu"
"Hahhahah... nona bisa saja" tawa nina karena nona nya yg berlebihan.
"Nona airnya sudah siap"
wen lu beranjak menuju tempat pemandian nya.
Ketika tengah malam tiba wen lu bersiap-siap untuk pergi kehutan kegelapan dan tak lupa menggunakan cadar agar tak diketahui oleh orang lain.
"Nina kau awasi kediaman ku jangan biarkan orang masuk karena aku akan keluar saat ini... dan jangan bertanya ataupun membantah mengerti" ucap wen lu dengan nada tegas dan mengancam.
"Ahh baiklah nona... harap nona berhati-hati ya" jawab nina dengan takut dan khawatir.
"Baiklah kau tak perlu cemas" ucap wen lu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mohon maaf jika ada kesalahan kata ya...
vote,like and komen ya saat suka membaca ceritaku...
__ADS_1