
Setelah pertemuan dua keluarga Abidin dan Rahardian, kedua keluarga tersebut memutuskan bahwa akad nikah dilaksanakan akhir pekan, hari sabtu tepatnya. Acara dilaksanakan secara tertutup hanya dihadiri keluarga inti saja. Mereka masih memikirkan keselamatan Laras dan putrinya. Apalagi saat ini disinyalir, Roy telah mengendus keberadaan Laras di kota ini.
Untuk mengelabui Roy dan Diana, mereka juga memutuskan untuk mengadakan acara pertunangan Arya dan Kiara setelah ijab qobul, agar perhatian publik teralihkan.
Aditama memutuskan untuk membawa Zaskia tinggal bersama di kediamannya sampai hari H. Bagaimanapun juga Zaskia masih tanggungjawab keluarg ayah kandungnya, dengan tinggal di kediaman Aditama, Abimana lebih leluasa untuk bertemu dengan Zaskia, karna pihak Roy juga akan berpikir dua kali untuk menembus benteng yang dimiliki Aditama.
Hari ini Revan tampak tak bersemangat. Paginya jadi kacau, padahal belum ada sebulan Zaskia selalu menyiapkan kebutuhannya mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, Zaskia lah yang banyak berperan. Dan sekarang seolah Revan sudah ketergantungan dengan keberadaan Zaskia.
"Kangen yang..." tulisnya pada chat yang dia kirim.
Berkali-kali Revan melirik pesan yang dia kirim, masih centang dua abu-abu. Sampai di kantor pun, hanya tangannya yang bekerja. Bahkan teman-temannya mencandainya pun seolah Revan tak mendengar.
Tring...
Terdengar notifikasi pesan masuk ke ponselnya, bibirnya langsung melengungkan senyumnya saat tahu ternyata yang ditunggu-tunggu membalas pesannya.
"Kia juga kangen abang, kangen... Banget. Sabar ya bang, ga lama lagi kita akan ketemu. Abang fokus kerja dulu. Ok."
Revan segera membalas pesan dikirim Zaskia:
"Abang berasa ga semangat yang, ga ada yang kasih energi sebelum berangkat kerja."
Zaskia dengan cepat membalas pesan Revan :
"Energinya Kia transfer aja ya 😘😘."
"Orang dari butiknya Mama Rena datang, Kia mau nyoba baju buat akad dulu ya abang sayang❤️. Semangat kerjanya, cari duit yang banyak buat jajanin Kia💪."
Revan tersenyum saat mengingat percakapannya dengan Zaskia, malam itu Revan komplain karna tidak pernah memakai uang dan kartu yang diberikan.
"Memangnya Kia harus pake buat apa? Belanja abang yang bayarin, makan selalu gratis, kalau pun di luar abang juga yang bayarin. Kia juga ga kemana-mana. Kia lebih suka nungguin abang pulang kerja di rumah kecuali pas Kia kerja." ungkap Zaskia saat itu.
"Terus abang nyari duit buat apa, kalau kamu ga mau bantu habisin. Sesekali belanja kek ke mall, ajak Ara kalau kamu ga mau sendiri. Dia pinter banget kalau soal ngabisin duit." ucap Revan kemudian.
"Abang nantangin Kia? Besok lah kalau sudah sah, awas aja kalau sampai protes Kia boros. Yang namanya kebutuhan belanja itu pasti berbeda-beda abang sayang, apalagi kalau sudah nikah terus punya anak, pasti tanpa direncana makin banyak yang harus dan pengen dibeli. Abang itu harusnya seneng dong, sebelum nikah bahkan sudah punya investasi untuk kebutuhan istri dan anak-anak abang." ucap Kia menjelaskan dari sudut pandangnya.
__ADS_1
Seketika wajah Revan sumringah membahas soal anak. Tidak disangka gadis yang baru mau beranjak dewasa ini pikirannya sudah jauh berada di masa depan bersamanya.
"Memangnya Kia ga mau nunda punya anak dulu? Kia kan masih mau kuliah. Adek juga kan anak tunggal, Ayah Abi pasti nanti berharap adek akan terjun membantunya." ucap Revan sambil membayangkan kehidupan ke depannya.
"Kalau masalah anak sih, Kia ga target. Asal abang ga nuntut harus segera punya anak lho ya. Kia sih sedikasihnya aja, kalau masih kuliah hamil ya dijalani saja, kalau habis lulus kuliah baru hamil ya itu juga ga masalah, anggap saja dikasih waktu panjang buat pacaran. Kalau masalah Ayah Abi... Kan dia masih muda, sepertinya habis kuliah Kia pengen fokus ke anak dulu deh bang, syukur dikasih 2 atau tiga gitu, minimal kalau mereka sudah sekolah gitu baru deh nanti pikirin karir. Gimana menurut abang? Tapi selama itu juga, bukan berarti Kia ga kerja. No! Kia masih pengen belajar di kafe di sela-sela kegiatan Kia. Boleh kan?" Kia mencoba mengungkapkan keinginannya.
Revan tersenyum mendengarnya, tidak disangka pemikirannya sedewasa itu.
" Oke, kita berjuang bersama ya sayang. Apapun keinginan adek, bicarakan sama abang. Jangan menyimpan perasaan apa pun yang membuat hati adek mengganjal. Abang makin cinta deh sama adek , beneran ga ada obatnya kalau sampai abang gila karna cinta." seloroh Revan sambil memeluk Zaskia.
"Gombal banget sih abang!" ucap Zaski sambil mencubit perut Revan. "Kia aja ga nyangka. Dulu sih Kia ga punya pikiran lho buat nikah muda. Cita-cita Kia dulu itu pengen kerja, nyari duit yang banyak buat bahagiain Bunda, biar bunda ga usah kerja berat lagi, biar ga gampang sakit juga. Coba kalau bukan waktu itu Kia dilamar Mas Andre, pasti sekarang pun belum ada dalam pikiran Kia untuk mengurusi asmara." ungkap Kia jujur.
"Ah, iya bener. Abang sepertinya memang perlu berterima kasih langsung sama mantan kamu itu, coba kalau bukan karna nyari dia sampai ke jakarta. Kita ga bakal sampai seperti sekarang ini kan?" ucap Revan membenarkan.
Revan yakin, Zaskia memang tidak ada perasaan apa-apa lagi pada Andre dan sepertinya Andre pun sudah bisa legowo menerima takdirnya. Revan bukan tak tahu kalau Andre sempat meyusul mereka ke mall waktu itu, hanya saja tidak bergabung. Andre hanya mengamatinya dari jauh. Andre sama sekali tak menunjukkan ekspresi marah atau benci dengan interaksi Revan dan Zaskia yang sangat terlihat mesra. Revan hanya melihat penyesalan di mata Andre pada saat melihat kedekatan Revan dengan mantan tunangannya itu.
"Abang ga marah kalau misal lihat Kia kebetulan ketemu mas Andre?" tanya Zaskia menyelidik.
"Kalau kebetulan ketemu kenapa harus marah? Kecuali kalau diam-diam janjian ketemuan di belakang abang, ya pasti abang arah lah!" sahut Revan. "Bay the way adek hati-hati ya besok kalau ke kafe. Sepupu adek itu rupanya sering nongkrong di kafe, sama siapa abang ga tahu. Yang jelas bukan suaminya. Abang takut kalau pas abang ga ada, dia bikin masalah saat tahu kamu kerja di sana, karna dia pasti ga tau kalau adek sudah jadi nyonya bos di sana." Revan memang seoat lupa untuk menceritakan kejadian waktu di kafe itu.
"Abang pernah ketemu dia? Dia tidak menggoda abang kan? Menurut abang nih sebagai cowok, dia itu apa termasuk golongan cewek yang cantik banget gitu sih?" tanya Zaskia penasaran. Pasalnya sejak dulu Vera itu selalu mengatainya jelek, dekil sama sekali ga terlihat kayak cewek. Dan Vera selalu memuji-muji dirinya sendiri.
"Abang tenang aja, sekarang tekad Kia udah bulat. Kia ga akan jadi lemah. Kia ga akan biarkan siapa pun menyakiti Kia lagi, apa lagi sampai mengambil milik Kia. Apalagi sekarang Kia punya banyak orang yang menyayangi Kia dan mendukung Kia. Bahkan seandainya Diana tahu keberadaan Kia pun, Kia ga takut bang, Kia akan lakukan apapun agar keluarga Kia tetap untuh. "ucap Zaskia mantap kemudian merangkul pinggang Revan dari samping dan menyandarkan kepalanya di dada Revan.
Wajah Revan selalu menghangat setiap mengingat momen-momen kemesraannya dengan calon istrinya, sehingga hanya ada rindu dan rindu yang dirasakan.
"Cie Mas Revan senyum - senyum, kayaknya ada yang bakalan sold out nih, hahaha..." ucap salah satu teman kerja Revan yang saat ini sedang hamil.
Revan terkejut, ternyata sedari tadi ada yang memperhatikan tingkahnya.
"Eh, emang kelihatan ya?" tanya Revan kemudian.
Ternyata percakapan mereka berhasil mematahkan hati para pemuja rahasianya.
"Jadi beneran Mas Revan ini udah ada calon?" " kali ini teman kerja laki-laki yang menyabut. Otomatis semua mata beralih memandang Revan.
__ADS_1
"Doakan saja Mas, Mbak... Insya Allah minggu ini akad. Maaf baru akad, jadi belum ada undangan. Insya allah habis lebaran baru mau dbahas lagi resepsinya. Kebetulan saya memang baru mau laporan untuk masalah ini." ucap Revan yang praktis membuat mereka sama-sama terkejut. Revan yang irit bicara, dan terpantau tidak pernah dekat dengan lawan jenis, tiba-tiba menikah, bukankah ini adalah berita mengejutkan?
"Beneran Mas? Yah... Patah hati saya mas..." seloroh salah satu rekan kerja Revan yang memang selama ini mengaguminya. Revan hanya mengulas senyum tipis tanpa menanggapi.
Tak lama salah satu dari mereka mengunggah video pernyataan revan ke dalam grup kantor. Mendadak ponsel mereka menjadi ramai dibanjiri banyak komentar yang beragam.
Beneran babang Revan ganteng mau nikah? Hua... Patah hati adek bang...
Masa sih, ga percaya deh gue kalau Mas Revan mau nikah. Pasti cuma bercanda aja itu...
Jadi penasaran calon istrinya seperti apa?
Selamat ya Pak Revan, semoga bahagia menjadi keluarga sakinah mawadah wareahmah.
Selamat Pak, ditunggu undangannya.
Pak saya masih berharap lho...
Dan masih banyak lagi komentar yang lain, yang sudah dipastikan jika kali ini mereka patah hati berjamaah mendengar kabar pernikahan Revan ini.
Mendengar notif yang beruntun pun Revan hanya mengintip saja tanpa membukanya. Nanti saja memberikan klarifikasi resmi, pikirnya.
******
Suasana rumah besar terlihat ramai karena keluarga Abidin formasi lengkap tengah berkumpul. Sore tadi pengantin baru yang statusnya belum ada yang tahu itu pun sudah mendarat cantik di rumah besar sore tadi.
Revan masih menampakkan muka masam. Pasalnya pesan yang dikirim pada Zaskia sampai saat ini belum di buka.
"Lo tu kenapa sih dari tadi mukanya ditekuk? Ga seneng lo gue datang?" tanya Reno yang belum mengerti adik bungsunya ini. Biasanya kalau di rumah besar, Revan selalu manja sama Mama Rena. Namun dari dia datang sampai makan malam ini Revan sama sekali tak mendekat pada mamanya.
Revan hanya berdecak tanpa menjawab pertanyaan abang sulungnya itu. Mendengar keluhan Reno, semua mata terarah pada Revan. Makanan di piringnya juga dari tadi hanya diaduk - aduk. Sesekali matanya melirik ponsel yang diletakkan di samping piringnya.
Reyhan yang paham dengan keadaan Revan pun hanya tersenyum sambil cengar-cengir, mau meledek takut dilempar sendok. Sementara Zaenal dan istrinya hanya saling pandang memberi isyarat pada kakaknya bahwa mereka juga penasaran.
"Udah... Makan dulu yang bener, lo ga mau kan sampai gagal nikah gara-gara lo pingsan dan masuk rumah sakit gara-gara kelaperan? Tar gue yang telepon, pasti diangkat. Percaya deh sama gue..." ucap Reyhan menenangkan.
__ADS_1
Dengan malas akhirnya Revan mulai menyendok makanannya dan memasukkan ke mulutnya meskipun akhirnya tidak menghabiskan semuanya.
TBC...